Kamis, Januari 01, 2009

Malang Batu Selorejo


Hari libur peringatan tahun baru Islam/Hijrah 1430 kemarin jatuh pada hari Senin. Kebetulan ada salah seorang teman dari Jakarta yang memutuskan cuti tahunannya dengan berlibur ke Surabaya maka aku sengaja mengajaknya jalan-jalan ke malang pada hari senin itu. Kami berangkat bertiga dari surabaya dan sesampainya di Malang kami berkumpul jadi 5 orang. Tentunya kami tak mau hanya jalan-jalan di dalam kota Malang saja.Sebab ga ada tantangannya. Kami pun memutuskan keluar kota. Dengan mengenai Expass milik salah satu dari kami maka kami melaju menuju Batu. Perjalanan dari Malang ke Batu sangat mengasyikkan karena kami mulai pelototi tempat-tempat makan yang biasa ramai dikunjungi. Salah satu sohibku yang sudah lama tinggal di malang tentu cukup mengenal dimana warung atau resto yang patut dikunjungi jika orang berlibur ke Batu. Di sepanjang jalan Mojorejo, selain penjual buah-buahan ada Warung Rujak Sawo yang menjual berbagai rujak mulai rujak cingur hingga rujak buah. Menurut temanku sebenarnya warung itu cuma cabangnya saja sebab warung pusatnya ada di jalan sawo malang makanya biasa dinamakan rujak sawo. Katanya memang enak tapi sekarang sudah tidak seheboh dulu lagi. Sesudah itu ia mengatakan biasanya rekan-rekannya biasa berburu makanan sate kelinci di dekat daerah ini pula. Ada 2 tempat yang dikenal laris menjual sate kelinci, warung lesehan sate kelinci, dan sate hotplate. Tapi keduanya disajikan dalam bentuk hotplate alias dalam pinggan panas kayak chicken hotplate.Menurut dia untuk sate kelinci lebih enak yang di warung lesehan sedang di sate hotplate lebih enak sate ayam dan sapinya. Selain itu ada bandeng bakar pak Naim. Warung bandeng bakar ini ternyata cabang dari Bangil Pasuruan.Berhubung temanku tak begitu suka bandeng jadi tidak bisa mendiskripsikan bentuknya mungkin hampir mirip bandeng asap. Oya di sepanjang jalan Mojorejo ini jangan kaget bila melihat banyak rumah yang berubah peran sebagai tempat pijat/massage. Dengar-dengar sih ada layanan plus-plusnya. Benar atau tidaknya, tak taulah. Memasuki kota batu ia menjelaskan ada 2 rumah makan yang populer disini yaitu Warung Bethany dan warung jawa. Bethany menjual berbagai masakan tapi yang populer model ayam bakar atau seafood. Selain itu sambal pencitnya katanya layak dicoba.Kalau warung jawa yang lokasinya berdekatan dengan bethany menunya seperti nasi campur dan krengsengan. Dan ada angslenya yang enak. Tapi sekali lagi mohon maaf karena aku belum mencoba semuanya. Selama ini jika ke Batu memang hanya ada satu tempat makan favoritku yaituPasar Senggol. Lokasinya di dekat Patung Apel atau sebrang Plasa Batu. Jika siang hingga sore di tempat ini berjajar penjual makanan dan minuman. Yang paling banyak adalah menu gado-gado, bakso malang plus pansitmi.Tapi kalau ingin tahu campur, soto dll juga ada. Puasa kemarin aku sempat jadi penonton teman-temanku makan gadogado, sekarang aku ga mau. Aku mesti milih makan gado-gado batu. kami makan di warung gado-gado dik untung.Yang namanya gado-gado di jawa timur kan beda. Campuran bumbu kacang dan santannya terasa enak. Apalagi jika disajikan dengan sayuran, kubis, taoge dan timun plus potongan telur,kerupuk, dan sambal piuh enak tenan.aku tak begitu tertarik saat mencicipi bakso yang dimakan teman-temanku di dekat situ, terusterang tidak terlalu istimewa menurutku. Aku malah puas banget dengan es campur yang kupesan di warung es disitu. pokoknya 2 tempat di kanan Gado-gado Dik Untung.penjualnya mbak-mbak berjilbab. Es campurnya tuh beda, isinya buah apokat, gudir, agar-agar, cao dan pakai santan tanpa susu. Sirupnya terasa enak,ga terlalu manis. Pokoke enak banget, berbeda ama es oyen ataupun es rumput laut yang biasa dijual di surabaya. mau deh minum es campur itu lagi. sebelum melanjutkan perjalanan, sohib-sohibku sengaja membeli minuman di depat susu segar ganecha yang ada di tempat itu pula untuk bekal perjalanan lagi. Depot Susu Segar Ganeca ini sudah terkenal sejak dulu, pelanggannya dari berbagai kota. Selain minuman susu segar yang dikemas dalam gelas dan beranekarasa seperti coklat stroberi dll juga ada yogurt berbagai rasa. Rasanya segar dan tidak terlalu enek.Puas makan di batu kami meneruskan perjalanan ke Selorejo. Kami sempat memberi penjelasan pada teman dari jakarta tempat wisata yang top di batu seperti Selekta, Agrowisata serta Songgoriti. Kata teman-teman Songgoriti lebih dikenal dengan nama Lembah Nista, kenapa alasannya?pikir sendiri.hehehe.Kemudian kami lewat kawasan berbelok belok yang dikenal dengan Wisata Payung. disini tepat disisi jurang banyak warung jagung bakar. Biasanya kaum muda dari Malang suka nongkrong di warung-warung ini.sebab dari sini sangat mengasyikkan melihat pemandangan. Selanjutnya kami melewati Pujon dan Mantung yang dikenal sebagai sentra petani sayur mayurnya, dan sempat melihat penunjuk arah ke Cobanrondo. Aku ga terlalu tertarik ke tempat berbau air terjun begitu soalnya bayangin naik turun tangganya saja sudah capek.dasar malas.hehehe. Akhirnya kami sampai juga ke Selorejo. Waduk Selorejo cukup terkenal.Meski terhitung dekat dari Kediri (tempat asalku) karena posisinya antara kediri dan malang tapi baru pertama kali ini aku tempat ini. Di tempat ini ternyata cukup ramai karena saat hari libur. Sesudah puas potret -potret pemandangan kami bingung mau ngapain. banyak tukang perahu yang menawari kami naik perahu. "Murah mbak hanya dua puluh ribu saja". Sebenarnya aku inginnya naik perahu boat sebab kalau perahu boat dulu sekali aku pernah naik saat piknik di Bedugul, Sarangan dan waduk Gajah Mungkur.Tapi karena sohib-sohibku ingin naik perahu dayung akhirnya kami berlima naiklah perahu dayung yang dikemudikan dua orang tukang dayung. Terus terang aku agak ngeri juga. Tapi tukang dayung meyakinkan aman-aman saja.Meski bisa berenang tapi kalau sampai jatuh gimana.pokoke berdoa saja. Kami saksikan selain pengunjung2 lain yang berperahu banyak pula nelayan yang cari ikan.Aku jadi ingatpernah liat di TV ada nelayan yang bawa anjing saat menangkap ikan di tempat ini. Aku tanyakan pada tukang perahu apa kenal dengan orang itu ternyata tidak.sayang sekali.Kan seharusnya bisa jadi bahan berita bagus tuh. Aku sempat diledeki sohib-sohibku, "Katanya piknik masih sempat-sempatnya mikirin pekerjaan." hehehe, dasar.Suasana waduk selorejo lumayan bagus.sebenarnya kalau sedang musim jambu, kami bisa naik perahu ke kebun jambu dengan tarif 50 ribu saja tapi karena ga musim ngapain lama-lama di atas perahu. Sesekali kami ceburkan tangan di dalam air. Terus terang aku agak ngeri juga makanya begitu sampai di tepi aku senang banget. Teman-teman ajak kami ke jembatan gantung. jembatan gantung ini menghubungkan lokasi ini dengan kolam renang. Terang aja kami ga berani coba, wong jembatannya ngeri banget.Aku jadi ingat musibah ambruknya jembatan gantung di Batu Raden Purwokerto beberapa tahun lalu. Mana ini tanggal 1 suro, nggak deh.Makasih.Jadi kami cuma berani berfoto di tepi jembatan.Cuma temanku yang dari Jakarta yang memang badannya kecil berani berpose di atas jembatan gantung.Lainnya, hahaha nolak mentah-mentah. Meski banyak warung makan yang menyajikan menu berbagai macam ikan, mujaer, wader dll tapi karena kami sudah kenyang maka tak mau mncicipinya. Pulang dari selorejo kami sempat berfoto di pinggir jalan antara Ngantang Pujon yang dialiri sungai nan deras dan bagus. Pingin sih main air di sungai tapi parkirnya susah. ya udah agak jauhan ga apaapa deh. Selanjutnya kami mampir di Dewi Sri. Bukannya mau masuk ke tempat pemandiannya tapi berbelanja oleh-oleh.Beli sayur mayur di tempat ini murah sekali, sop-sopan 5000 bisa dapat sekeresek besar.Isinya sudah wortel, daun pre,buncis dan bunga kol.Padahal di sby aku beli wortel 4 biji aja sudah 2500. selain itu kami beli apel, apel manalagi dan rombeauty kan memang terkenal dan asli dari tempat ini.Lagi-lagi aku puji pedagangnya yang pintar marketingnya.Tau kami datang berombongan ia langsung menyodorkan apel yang langsung dipotongnya jadi beberapa bagian.Ga cuma satu tapi dua.Karena manis dan murah so pasti kami jadi membelinya.
Sebenarnya pingin beli jamur merang tapi kayaknya sedang ga musim, ada tapi ga menarik.Sempat pula beli keripik ketela merah yang khas malang.Ehn enak.Ada juga yang pingin beli tanaman dan bunga yang banyak dijual disana tapi tau sendiri, kebanyakan sampai di sby bisa ga tumbuh.hahaha rugi.Kamipun langsung. Malamnya kami sempat makan dimalang.Sohibku ajak kami makan di warung bakmi yang berada di kawasan jalan Coklat Malang.Kalau ga salah namanya Karya Tani.Dulu tempatnya bukan disini, baru pindah.Yang kuingat dari warung ini adalah lamanya antri. Beneran kami berlima pesan 3 menu.Aku sengaja pilih menu yang banyak dipesan orang karena biasanya warung begini masaknya masal. Alamak jadi kayak serasa kondangan makan model meja seperti pesta kawinan chinese.Gimana tidak sekian lama nunggu, menu pertama datang tami capcai.Langsung kami serrbu ramai-ramai setelah meminta 5 piring untuk kami.Tami habis, menu kedua belum datang, nunggu lama lagi, baru dapat nasi goreng. Nasi goreng habis menu ketiga beum muncuk.Saat kami sduah hampir putus as baru datanglah mi goreng. Padahal meski ramai tidaklah terlalu ramai banget tapi kenapa pelayannya lama amat. Kami akui rasanya lumayan dan murah banget. Mungkin itu yang bikin ramai. Apalagi ia bisa jual minum teh seharga 500 perah.Hari gini 500 perak.alamak.Yang jelas kami cuma ketawa-ketawa nonton cara penyajian makanan di tempat ini.Ga bakalan mau balik kalau cuma berdua. Kalau ramai-ramai sih no problem,itung-itung pinjam tempat nongkrong.dasar. hahaha.Yang jelas libur yang menyenangkan deh

2 komentar:

Puji mengatakan...

neng nama warung di jalan coklat itu bukan karya tani. tapi yang betul warung mi karya bakti

Rachmira mengatakan...

Thanks koreksinya.Sorry ga dengarin waktu guidenya ngomong.Thanks udah mau baca blogku.