Jumat, Januari 23, 2009

Locker


Meski cukup lama mendengar istilah locker tapi aku benar-benar memperhatikan arti dan manfaatnya beberapa tahu belakangan ini. Dulu aku sering melihat di TV, di beberapa sekolah atau kampus di luar negeri selalu ada fasilitas locker atau tempat penyimpanan barang untuk siswa atau mahasiswa. Karena di Indonesia belum musim dan aku juga belum pernah ke luarnegeri jadi masih awam soal locker. Awal mula aku mengenal locker adalah karena saking seringnya aku bertugas ke luarkota. Aku ingat mulai merasa memerlukan locker ini di Jogya karena keberatan dengan barang bawaan yang seabreg. Padahal kereta yang aku perlukan baru akan berangkat beberapa jam sesudahnya. Makanya kemudian aku dan temanku mencoba mencari-cari dimana kami bisa menitipkan barang bawaan kami sementara sehingga kami bisa jalan2 ke Marlboro tanpa beban. Ternyata di setasiun Tugu, lokasi lockernya ada di dekat pintu masuk selatan setasiun Tugu (lewat jl pasar kembang). Keberadaan locker di setasiun Jogya bisa dimaklum karena sering dimanfaatkan oleh turis2 backpacker atau turis lokal yang transit di Jogya seperti kami ini contohnya. Walah ngaku ngaku turis. Kami hanya perlu membayar dengan tarif cukup murah untuk penggunaan beberapa jam. Kuncinya juga kami boleh bawa. Sejak tahu di setasiun biasanya ada jasa locker atau tempat penitipan barang ini, aku kerap memanfaatkannya jika sedang berada di luarkota. Di Bandung tempat penitipan barang ada di setasiun lama (kebon kawung). Lokasinya bareng ama tempat info pariwisata. Biayanya murah banget, untuk 1 tas jika dititipkan dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam kita cuma perlu bayar 3000 perak. Hampir sama dengan locker di setasiun baru Gubeng yang posisinya di setasiun gubeng baru (belakang Holland Bakkery). Titip barang dari jam 7 pagi hingga jam 6 sore aku cuma ditarik biaya 7000 perak. Sudah begitu aman pula. Dari beberapa locker setasiun yang ada di Indonesia tentu locker setasiun gambir yang paling sering kusatroni. Bagaimana tidak setiap bulan pasti aku selalu tugas ke Jakarta. Biasanya kalau aku mau pulangdari jkt ke surabaya, pagi hari aku sudah keluar dari rumah saudara sedangkan kereta biasa berangkat malam. Daripada bolakbalik kutitipkan saja barang-barangku di locker setasiun. Aku punya julukan untuk jasa penitipan barang di Gambir ini dengan sebutan locker setasiun termahal. Sebab Locker di setasiun Gambir memang yang mematok harga paling mahal dibanding di tempat lain. Dulu tempatnya di sebelah Twins Fried Chicken, dekat loket selatan. Tapi sekarang pindah, masih tetap di dekat loket selatan, hanya saja tepatnya di depan Holland bakerry. Untuk penitipan satu tas/barang selama satu jam kita mesti bayar 1000 perak. Padahal seringnya kita nitip sekitar 10-12 jam. Selain itu tasnya kadang lebih dari satu. Bisa dihitung berapa rupiah yang mesti dibayarkan. Tapi jika barang menginap kita cuma perlu bayar 15000 permalam. Meski mahal, suka dan tidak suka aku tetap memanfaatkannya. Saking seringnya kesana maka aku kenal semua penjaga locker di sana. Beberapa diantaranya bisa berbicara bahasa jawa, jadi memudahkan dalam berkomunikasi. Bahkan karena di Jakarta aku sering berpindah pindah tempat (dari rumah teman satu atau dua ke saudara) maka barangku kadang suka kuinapkan pula beberapa hari disana. Waduh barang aja bisa nginap bayar pula ya. hehehe. Tapi perlu diakui keberadaan locker ini sangat dibutuhkan. Buktinya locker setasiun Gambir ini tak pernah sepi peminat. Sayangnya jangan coba-coba mau menitipkan barang di hari libur lebaran. Sebab aku pernah mencoba melakukannya di hari libur lebaran haji lalu dan menelan kekecewaan karena tutup. Hingga aku mesti bawa-bawa tas besar keliling Jakarta. Alamak. Makanya harus tahu dan tanya pula jadwal operasional tempat penyimpanan di setasiun supaya tidak kecewa. Bravo locker setasiun.

3 komentar:

Puji mengatakan...

waduh...saking lamanya ga ke jakarta, lokasinya locker pindah sampai g tahu ni

Rachmira mengatakan...

Di setasiun Balapan Solo ternyata kita masih bisa nitipin baarang di wartel setasiunnya. Tapi agak mahal aku titip barang selama 2 jam saja dipatok harga 5 ribu perak.

Nindyo Wrehatnolo mengatakan...

kalau ada boleh inta contacperson penitipan barang ini..thnks