Selasa, November 15, 2011

Rawon Pak Pangat


Bicara soal makanan khas Surabaya, Rawon termasuk salah satu diantaranya. Ada beberapa warung rawon yang direkomendasikan di Surabaya Rawon Setan di jl Embong Malang, Rawon Kalkulator/Wiajaykusuma di taman Bungkul, Rawon Nguling di jl. Kendang Sari, Rawon Iga di Desa Cafe jl. Kutai dan masih banyak tempat lagi.

Beberapa waktu yang lalu seseorang penulis di kompasiana bahkan sempat menulis perbandingan rasa di beberapa warung makan rawon di Surabaya itu. Tapi ada satu yang terlewat diperhitungkan yaitu warung Rawon Pak Pangat. Rawon Pak Pangat sudah sejak dulu populer di Wonokromo Surabaya. Lokasi tepatnya di lantai 1 DTC Wonokromo Surabaya.

Karena males masuk kawasan Wonokromo, kapan hari aku mencoba makan rawon pak Pangat di salah satu cabangnya yang berada di kawasan Ketintang Baru Selatan Surabaya/dekat Ruko Lotus/dekat perlintasan rel kereta api Ketintang Selatan. Kebetulan warung rawon ini hampir setiap hari kulewati dalam perjalanan pulang dari kantorku ke rumah. Memang setiap hari mereka buka dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam.

Setiap kali aku lewat tempat ini tak pernah sepi. Begitu juga saat aku dan temanku, Ketut makan siang disana. Ada beberapa menu yang ditawarkan, nasi rawon, nasi krengkrengan, nasi rawon krengsengan dan nasi campur. Kami memilih makan nasi rawon krengsengan. Seperti apa ya bentuk dan rasanya. Wow saat 
dihidangkan tampak menarik. Kuahnya mengepul hm menggoda selera.

Berbeda dengan rawon yang biasa kubeli, rawon di pak pangat ini tak menggunakan daging potongan tapi suwiran empal daging. Rasanya manis dan asinnya pas. Lalu kuahnya juga tak terlalu kental dan tak asin. Krengsengannya uenak, potongan daging berbumbu krengsengan ini mantap. Dimakan dengan nasi dan sambal pas di lidah. Harga seporsinya juga tak mahal. Bisa dicoba jika Anda main ke Surabaya.

3 komentar:

selamat datang mengatakan...

ngomong2 tentang rawon pak pangat yang di ruko lotus, aku juga pernah mampir ke situ. tapi sedikit kecewa juga. karena apa yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang didapatkan.
aku sudah membayangkan rawon yang lebih spesial, baik dalam tampilan maupun rasa. tapi, apa yang didapatkan disini tak beda banyak dengan rawon depot kertosono, tempat langganan kami sarapan di daerah ketintang juga.
kalau mau membedakan, tentang tampilan, di pak pangat tampilannya gak begitu jauh-jauh amat dengan di depot kertosono.untuk rasa, aku lebih prefer di depot kertosono. tapi untuk harga, alamaakkkkk...
so, kalau mau makan dengan tampilan warung yang agak berkelas, bolehlah di tempat pak pangat. tapi kalau hanya bicara soal rasa kenyang dan enak, lebih baik tidak hehehe

Yuni Rachmi mengatakan...

@selamat datang: wow punya pengalaman mengecewakan disini ternyata. Kembali soal rasa memang tergantung selera.but thanks komennya.

Klita mengatakan...

wahhh saya malah baru nyobain minggu lalu buw lumayan rasanya passs..suka :) salam kenal ya buw