Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 18, 2012

Sate Hadori

Berkali-kali temanku selalu bercerita dengan bangga bahwa dia biasa mampir makan di sate Hadori jika ke Bandung. Katanya lokasinya di stasiun Bandung. Makanya waktu aku ke Bandung kemarin dan kebetulan lewat depan warung sate H.Hadori maka kusempatkan mampir. Lokasi persisnya di halaman terminal stasiun Bandung (jl. Stasiun Timur Bandung). Jika kita turun di stasiun Bandung mesti keluar lewat pintu setasiun lama (jangan lewat kebon kawung) dan masuk ke area terminal stasiun bandung. Itu merupakan jalan terobosan jika kita dari stasiun Bandung ke Pasar Baru Bandung.

Dari luar warung itu sudah tampak daging kambing tanpa kulit yang digantung. Hm bau sate yang dibakar oleh pelayan warung didepan warung menggoda selera. Iseng aku bertanya, "menunya sate kambing saja ya?" pada pelayan yang sedang bakar sate. Dia pun menjelaskan bahwa selain sate kambing, juga ada sate sapi dan ayam. Jadi aku bisa coba ini. Kalau sate kambing kan aku ga bisa memakannya. (rawan hipertensi, hehehe).

Aku pun masuk ke dalam warung sederhana itu. Di dalamnya sudah banyak pembeli. Mereka segerombolan2. Aku amati bangku, kursi. Di dekat pintu masuk, 2 orang pelayan juga sedang sibuk menusuk daging-daging kambing untuk sate. Aku memesan 5 sate sapi. Ternyata mereka tak sediakan lontong hanya nasi. Ya sudah ga mau. Pingin coba gule, mereka cuma punya gule kambing. Jadi aku cuma bisa pesan sate sapi saja.


Kulihat di meja ada krupuk emping belinjo. Aku pun langsung ambil satu dan mengunyahnya. Hm ternyata warung ini sudah berdiri sejak tahun 1952. Ada tulisannya. Sate H.Hadori sejak 1952. Luama ya dan awet. Satenya disajikan dalam 2 piring. Sate saja tanpa bumbu. Baru bumbunya. Jika suka bisa tambah acar. Daging satenya lumayan empuk. Tapi jika ingin rasa memang harus memasukkannya dalam bumbunya. Ada bumbu kacang dan bumbu kecap. Tentunya enak kalau dicampur pula dengan irisan bawang merah. Jangan cari sambel. Karena mereka hanya memberi potongan cabe saja yang ada di bumbunya.

Makan sate ini membuatku jadi ingat sate Tegal lagi. Sorry kurang suka. Tapi lumayan lah, masih lebih murah harganya dibanding sate serupa yang kumakan sebelumnya di Bandung. Aku tak sampai merogoh kocek 20 ribu untuk 5 tusuk sate dan belinjo. Mungkin kalau sate kambing dan gulenya yang lebih menantang. Sebab kulihat orang-orang tampak nikmat menyantapnya. Lagi-lagi kembali pada selera. Coba saja kalau ke Bandung.

Selasa, Oktober 23, 2012

Mencicipi Sate Kardjan

Setelah membahas mengenai sate klopo khas Surabaya, aku jadi ingat belum menulis mengenai salah satu andalan kota Bandung. Namanya Sate kardjan. Warung Sate Kardjan ini berlokasi di jalan Pasir kaliki Bandung. dekat Paskal Hypersquare. Warung sate ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1925 tapi di kota Klaten. Baru mulai tahun 1970 membuka cabang di Bandung. Berkembang hingga sekarang. 

Semula mereka hanya menjual sate, gule dan tongseng saja. Tetapi seiring waktu menunya bertambah menjadi sop iga, nasi goreng kambing dan sebagainya. Bahan dasarnya tak hanya kambing tapi ada sapi dan ayam juga. Sate kambingnya jelas yang paling disukai. Jadi pembeli yang datang ke warung ini bisa membeli sesuai yang diinginkannya.

Beberapa waktu yang lalu aku pernah mencoba mampir ke warung sate Kardjan saat ke Bandung. Dari luar tempatnya tampak gelap. tapi aku nekat masuk ke dalam. ternyata sudah banyak pembeli yang sedang menikmati sate di ruangan warungnya. Kududuk dan langsung memilih menu apa yang harus kucicipi kali ini. Akhirnya kupilih sate dan tongseng. Plus segelas teh.

Tenyata saat disajikan aku baru baru tahu bahwa yang membedakan warung sate ini dengan tempat lain adalah menyajikan satenya dalam bentuk hotplate. Untuk bumbunya bisa memilih bumbu kecap atau bumbu kacang sesuai selera. Aku memilih sate ayam. Ayamnya tanpa lemak. Hm sebenarnya bagus itu untukku tapi aku sebenarnya lebih suka jika ada lemaknya sedikit. Karena disajikan dalam hotplate maka sate bia bertahan panas lebih lama. Meski ada bumbu kecap aku tetap memilih bumbu kacang. Soal rasa ya lumayanlah. Manisnya pas. Disajikan dengan kol, tomat. mentimun, bawang merah. Yang jelas  mengingatkanku pada sate Tegal. Tapi sorry varian sate-sate Jawa Tengah sepertinya kurang cocok untukku.

Untuk tongsengnya menarik. Porsinya besar. Daging sapinya lengkap. Diberi sayuran kol yang dipotong-potong dan diberi kuah gule yang kental. Andai tanpa kecap mungkin aku lebih suka. Maaf aku tak terlalu suka makanan yang banyak kecap. Secara keseluruhan lumayanlah. Warung ini buka dari jam 12 siang sampai 12 malam. Harganya tak bisa dibilang murah lho. Meski namanya warung tapi harganya sekelas resto.  Untuk seporsi tongseng, 5 tusuk sate dan teh aku mesti membayar sekitar 40 ribu.  

Senin, April 23, 2012

Cafe kuno di kota kembang

Bandung punya segudang tempat wisata kuliner yang bisa direkomendasikan. Beberapa kali aku sempat mendapat nasi kotak dari Rasa Cafe (di beberapa even yang kuhadiri di Bandung). Karena rasanya lezat membuatku ingin mengunjungi sendiri Rasa Cafe ini. Tertulis alamatnya cafe ini di kawasan jalan Tamblong Bandung.

Begitu berdiri di depan cafe ini aku tertegun. Ternyata modelnya kuno sekali. Usut punya usut cafe Rasa ini sudah berdiri sejak tahun 1936 alias jaman Belanda. Di depannya tertulis Rasa Bakery Cafe. Berarti menu utamanya bakery/roti kue dong. Tapi kenapa selama ini aku seringnya malah dapat nasi kotak isi nasi goreng dan lain-lain ya?

Begitu masuk ke dalam cafe ternyata tempatnya sangat luas. Di sana memang tampak tempat dimana dijual  roti/kue dengan aneka bentuk yang bisa dipilih. Aku langsung duduk di salah satu kursi yang tersedia. Kebetulan kala itu musim imlek jadi suasananya dibuat seperti itu yaitu banyak lampion merah. Saat pelayannya menyajikan daftar menu ternyata banyak menu makanan yang tersedia. Dari makanan eropa hingga tradisional juga ada. Aku sengaja memesan laksa supaya beda. Dengan segelas teh panas.

Hm tak berselang lama laksa pun disajikan. Rasa laksanya lumayan. Isinya seperti bihun, irisan ayam, taoge, ketupat. Dengan kuah laksa berwarna kuning. Rasanya perpaduan gurih dan asin. Dimakan dengan sambal mantap. Sembari menghabiskan laksa aku pandangi seisi cafe. Kok kebanyakan pesannya es krim ya? Wow ternyata memang cafe ini lebih terkenal dengan es krimnya.

Aku lumayan lama duduk di cafe ini karena janji bertemu salah sahabatku yang tinggal di Bandung, Sheiba. Setelah menunggu agak lama, akhirnya sheiba muncul juga. Karena sheiba sudah kenyang maka ia cuma memesan segelas coklat panas. Aku memesan lagi es cream. Gara-gara tertarik dengan es cream yang diminum tetangga sebelah meja. Disajikan dalam batok kelapa, es creamnya 3 rasa, coklat, strawbery vanila lalu ada roti wafernya dan buah kalengnya serta ditaburi irisan kacang. Rasanya uenaaaaaak. Sayang aku lupa apa ya namanya. Soal harga, tak bisa dibilang murah. Standard resto kelas atas. Yang pasti tempat ini memang tempat nostalgia bandung tempo dulu deh. Kayak Oen resto cafe di Malang.  

Lontong Kari Kebon Karet

Sudah lama juga aku tak nulis di blog. Kesibukan wara wiri membuatku tak sempat nengok blog kluyuran ini. Padahal banyak banget bahan yang mestinya bisa dishare pada teman-teman sesama penghobi kluyuran dan makan-makan. Kali ini aku pingin nulis salah satu tempat jajanan di Bandung. Namanya warung Lontong Kari Kebon Karet.
Kali ini tempatnya lain daripada yang lain. Jangan bayangin rumah makan besar di kawasan elit. Warung Lontong Kari Kebon Karet ini lokasinya di gang sempit di gang Kebon Karet Bandung. Jadi Anda mesti melintasi jalan Otista untuk menemukan gang ini. Posisinya tak terlalu jauh dari stasiun Kebon Kawung Bandung. Ada plangnya dengan tulisan lontong kari kebon karet di muka gang. Jadi Anda mesti masuk ke dalam gang sempit itu untuk menemukan warung lontong kari kebon karet ini. Walaupun di dalam gang tapi tempatnya bersih dan nyaman.
Warung lontong kari kebon karet ini sudah berdiri sejak tahun 1966.Pendirinya namanya Hj. Ety (alm) dan H. Engkos Kosasih. Tak heran jika sudah terkenal. Bahkan kini usaha ini mulai diteruskan pengelolaannya oleh anak-anak H. Engkos. Pembelinya dari mana-mana. Kalau hari Sabtu Minggu dan hari libur malah dipadati pengunjung dari Jakarta. Mereka rela memarkir mobilnya di jalan raya dan antri masuk gang demi bisa menyantap lontong kari kebon karet ini. Warung ini buka dari jam 7 pagi hingga jam 8 malam.

Berdasarkan informasi yang kudapat setelah browsing internet, maka aku sengaja memesan lontong kari spesial dan es campur begitu duduk di bangku warung ini. Sebenarnya ada beberapa menu makanan dan minuman yang dijual seperti soto bandung dan nasi goreng. Tapi katanya lontong kari spesial dan es campurnya yang paling direkomendasikan dan tak boleh dilewatkan kalau mampir ke tempat ini.
  Ternyata saat lontong kari spesial ini disajikan wujudnya beda banget dengan bayanganku. Aku sudah bebrapa kali makan lontong kari. Tetapi biasanya kuahnya bening. Ini beda. Kuah karinya cenderung lebih kental dan berisi daging tanpa lemak. Lalu disajikan bersama irisan lontong, kacang, telur, emping belinjo dan acar mentimun. Rasanya perpaduan gurih dan manis. Jika suka silakan tambahkan ancar lagi dan sambal. Sayangnya lidahku kurang cocok dengan rasa lontong kari ini. Terlalu manis menurutku. Mungkin jika disajikan tanpa penambahan kecap manis sepertinya lebih nikmat. Sekali lagi urusan selera.


Usai menyantap lontong kari aku langsung minum es campurnya. Wow es campurnya lain daripada yang lain. Isinya beragam seperti cao, alpukat. Rasanya sirupnya kurang dominan dan lebih cenderung mirip es susu coklat. Tapi beneran, uenak dan sueger. Tak jauh beda dengan es cobra Salatiga deh. hehehe. Seporsi lontong kari spesial dipatok harga 13 ribu rupiah. Sedangkan es campurnya harganya berapa aku lupa. Sorry bro.hehehe. Pokoknya untuk makan dan minum tak sampai 25 ribu deh. Mantap kan. Silakan coba kalau ke Bandung.



Senin, November 14, 2011

Tahu Bodo Warung Talaga

Setiap kali tugas ke Bandung aku mesti mampir ke PVJ atau Paris Van Java. PVJ yang berada di kawasan jala Sukajadi Bandung memang salah satu mall di Bandung yang punya ciri khas berbeda dalam bentuk dan model dibandingkan mall lainnya sehingga asyik untuk dikunjungi. Bagi penggemar wisata kuliner memang PVJ bisa jadi salah satu tempat yang menarik untuk konkow karena disini banyak sekali cafe-cafe yang bisa dikunjungi.

Di antara cafe-cafe yang ada di PVJ ada satu yang suka kulirik bila kesana. Namanya warung Talaga. Lokasinya di lantai bawah. Aku tertarik karena warung yang berada di pojokan ini bentuknya memang ditata mirip warung kaki lima. Jadi dari luar tak tampak seperti cafe, karena terlihat bungkusan kopi-kopi instan, mi instans dan minuman yang seperti digantung-gantungkan di pinggir warung. Alat-alat masak seperti toples, panci juga dipajang disana. Kursi dan mejanya juga cuma kursi meja kayu dan tak tampak mewah Selain itu pegawainya berpakaian bak penjaga warung desa. Jadi pengunjung malah jadi tertarik untuk mencobanya.

Bulan lalu kusempatkan mampir dan masuk ke warung Talaga ini. Aku pun duduk di salah satu bangku dan mulai membaca menu. Ada nasi bistik, nasi bumbu, nasi bakar dan sebagainya. Lalu juga beranekaragam makanan dari tahu mulai tahu bala-bala, tahu samosa, tahu krispy, pepes tahu . mi tahu pedas, nasi lengko dan lain-lain juga dijual disini. Sepertinya menu tahu deh yang paling ditonjolkan disini. Memang tahu bandung selama ini sudah terkenal enak.

Aku bingung memilih menu. Akhirnya aku minta bantuan pelayannya. Katanya tahu bodo yang paling digemari pengunjung disini. Makanya aku pesan tahu bodo dan segelas es teh manis. Sembari menunggu makanan disajikan aku lihat sekeliling wow, serasa makan di warung beneran. Cukup banyak pengunjung yang nongkrong sembari ngopi di warung ini. Membuatku tak sabar untuk menikmati makanan pesananku, Tahu Bodo.

Tak berselang lama makanan disajikan di hadapanku. Gubrak. Aku kaget. Sebab yang muncul di hadapanku adalah sebuah layah atau cobek dimana di dalamnya berisi tahu goreng setengah mateng dan dipenyet sambel. Wow ini mah tahu penyet. Beneran mirip tahu goreng dengan sambal bawang yang biasa kubikin di rumah. Hahaha. Yang membedakan bahan dasar tahunya memang lebih enak dan lembut. Sambel bawangnya yang sepertinya terbuat dari cabe rawit , garam dan bawang putih nya sangat pedas dan merasuk ke dalam tahu. Seporsi tahu bodo ini dihargai 16 ribu rupiah. Aku cuma bisa cengar cengir. Tahu Bodo Tahu Bodo. 



Yoghurt Cisangkuy

Kebetulan pas hari Sumpah Pemuda kemarin aku sedang berada di Bandung. Waktu itu juga bertepatan dengan hari ulangtahun salah satu teman baikku, Sheiba, yang juga tinggal di kota kembang ini. Makanya aku tak menolak saat ia mentraktirku makan siang untuk merayakan ultahnya. Aku ikut saja kemana mau diajak makan. Kami janjian bertemu di depan Gedung Sate atau lapangan Gasibu. Seingatku ia berpesan agar aku naik angkot dan turun di lapangan yang banyak tangga-tangganya.

Dari kawasan Pasir Kaliki aku naik angkot menuju ke tempat tersebut. Saat melewati lapangan yang ada tangga-tangganya aku langsung minta supir angkot jurusan Ciroyom-Cicaheum menepikan kendaraannya dan membayarnya. Langsung aku toleh toleh mencari Sheiba, kok ga ada. Kutelepon dia dan bilang ada di jalan Dipati Ukur di depan lapangan yang banyak tangganya. Gubrak. Ternyata aku salah. Itu bukan lapangan Gasibu. Terpaksalah Sheiba menjemputku disitu dan membawaku ke tempat makan yang dekat dengan Gasibu.  

Aku baru tahu ternyata diajak jajan ke tempat makan yang cukup dikenal di Bandung yaitu Yoghurt Cisangkuy. Namanya aku sudah sering dengar tapi tempatnya baru tahu hari itu. Lokasinya memang di jalan Cisangkuy atau di dekat taman Lansia (moga ga salah namanya.hehehe). Dari luar tempatnya terlihat menarik. Sebuah rumah dengan arsitektur kuno Belanda yang diubah menjadi cafe. Pengunjung bisa memilih untuk duduk di teras atau di halaman. Di halaman rumah pengunjung bisa duduk nyaman di kursi-kursi yang ditata rapi. Suasananya sejuk karena di bawah pohon-pohon yang rindang. Tapi kalau musim penghujan siap-siap lari sebab pasti basah kuyup jika tiba-tiba turun hujan.

Kedai Yoghurt Ciasangkuy ini sudah berdiri sejak sekitar tahun 1969. Dan jadi tempat wisata kuliner yang sering dituju para penggemar kuliner baik dari kota kembang maupun luarkota. Jam bukanya mulai dari jam 10 pagi hingga jam 9 malam. Saat aku datang jam masih menunjukkan pukul 10 pagi makanya belum terlalu ramai. Tapi agak siang sedikit sudah penuh diserbu para karyawan kantor dan mahasiswa yang ingin makan siang sembari minum yoghurt.

Jika ingin memesan yoghurt kita mesti masuk bagian dalam cafe. Aku masuk ke dalam cafe untuk memesan minumannya. Ada beragam jenis minuman yang ditawarkan. Yang pasti yang utama yoghurt dengan beraneka rasa. Bisa pilih yang kental atau tidak. Yang kental rasanya lebih asem, jika yang tidak/juice lebih manis. Aneka rasa buah mulai anggur, stawbery, jeruk, melon, mocca, vanila dan sebagainya bisa dipilih sesuai keinginan.

Kemarin aku coba minum yoghurt yang rasa strawbery, hm mantap. Lebih terasa asam daripada manis.  Penampilannya di gelas juga tampak menarik karena tampak sirup di bawah dan yoghurt di atasnya. Minumnya mesti diaduk dulu biar terasa lebih mantap. Perlu diketahui yoghurt ini terbuat dari fermentasi susu. Sangat cocok untuk yang sedang diet.

Sebagai teman minum yoghurt, Anda bisa memilih bermacam kue yang dijajakan mulai ote-ote atau bala-bala, martabak hingga bolen dan kue-kue juga ada. Jika lapar Anda bisa memesan nasi goreng , soto Bandung dan sebagainya. Tetapi Anda boleh juga memesan jajanan kakilima di depan kedai yoghurt ini untuk dimakan sebagai teman minum yoghurt. Ada penjual siomay baso tahu dan sate yang berada di depan cafe ini. Jadi asyik deh pokoknya. Harganya juga masih terjangkau semua. Pokoknya enak deh dan layak dicoba jika ke Bandung. Dengar-dengar yoghurt cisangkuy sudah buka cabang di beberapa tempat yang lain. Ayo datangi lokasi terdekat dan rasakan sensasinya.

Selasa, Agustus 31, 2010

D'Palm



Selama bulan puasa ini, aku benar-benar menikmati waktu di kantor. Karena biasanya aku biasa menghabiskan setengah bulan di luar kota. Sebenarnya kangen juga berjalan-jalan dari kota ke kota. Bila sedang berkunjung di salah satu kota dan mendapat undangan menghadiri suatu rapat adalah hal yang menyenangkan untuk. Sebab rapat berarti makan-makan kan.hehehe.

Bulan Juni lalu aku juga diundang mesti mengikuti suatu rapat organisasi yang diadakan di kota Bandung. Tempat rapatnya adalah di D'Palm Resto. Alamatnya ada di jalan Lombok Bandung. Meski tak tahu dimana posisi jalan Lombok sebenarnya tapi aku nekat mencaritahu sendiri dengan naik kendaraan umum. Ternyata ada di tengah kota Bandung. D'Palm Resto sendiri merupakan sebuah rumah makan bergaya Sunda makanya mereka memperkenalkan dirinya sebagai DPalm Sundanese Restaurant. Tetapi dilihat penampilannya sudah modern. Selain tempat makan yang terdiri dari beberapa lantai, mereka mernyediakan ruang-ruang khusus yang bisa disewa untuk ruang rapat atau seminar.

Semenjak masuk ke dalam restaurant, di lantai pertama sudah terlihat kolam ikan dengan suara gemericik air. Menyenangkan sekali. Kebetulan aku mesti naik ke lantai 2 karena disanalah ruang rapat yang mesti kudatangi. Sembari menunggu rapat dimulai kami diperbolehkan mengambil snack.  Selain boleh meminum teh atau kopi, kami bisa mengambil jajanan seperti pisang goreng dan berbagai kerupuk. Menarik sekali.

Setelah kami mengikuti penjelasan rapat yang singkat, maka tiba saatnya untuk makan siang. Para peserta rapat dipersilakan masuk ke ruangan lain yang sengaja dipersiapkan untuk menempatkan makanan. Disana telah tersedia beberapa nasi tumpeng. Nasi tumpeng andalan D'Palm restaurant ini ada berapa ragam. Ada nasi tumpeng kuning, nasi tumpeng bogana, dan nasi tumpeng tutug oncom. Kami  bisa memilih dan mencoba mencicipi semua karena panitia sengaja memesan 3 jenis tumpeng tersebut.


Untuk nasi tumpeng kuning, selain nasi kuning, isinya antara lain ayam goreng, gepung goreng, tempe goreng, sambal goreng kentang, dan telur pindang. Jika Anda memilih nasi tumpeng bogana maka isinya antara lain, nasi putih, gepuk goreng, ayam, telur dan tempe masak kari, dan lalap. Sedangkan untuk nasi tumpeng tutug oncom berisi nasi tutug oncom, ayam goreng, ikan asing, cumi masak bumbu merah, dan sambal goreng dpalm.

Kemarin aku sengaja memilih mengambil nasi tutug oncom dengan lauk ayam goreng, ayam masak kari, sambal goreng kentang dan sambal. Rasanya hm yummy. Nasi tutug oncomnya gurih dan pulen. Nasi yang dimasak dengan oncom dan kemangi tersebut enak meski hanya dimakan dengan telur dadar saja. Ayam masak karinya juga lezat. Bumbunya kental dan tak terlalu asin. Ayam gorengnya juga lunak dan nikmat. Begitu juga sambal goreng kentangnya. Pokoknya bisa diulang deh.

Ternyata nasi tumpeng ini merupakan menu khusus untuk even-even tertentu. Jika kita kesana mereka menyediakan berbagai menu andalan yang lain seperti beragam steak (chicken steak, tenderloin steak, sirloin steak dan lain-lain), beragam menu paket yang umumnya berisi menu makanan khas Sunda seperti karedok, pepes, gepuk goreng, dan sebagainya, atau kita bisa memilih menu sendiri seperti nasi tutug oncom, nasi liwet, nasi merah dengan beragam lauk. Yang jelas pasti enak. Minumannya juga bervariasi. Harganyanya jelas bersaing. Selain itu mesti bayar tax juga. Tapi tak ada salahnya kan mencobanya.

Kamis, Juni 03, 2010

Gampong Aceh

Tak terasa sudah agak lama juga aku tak menulis di blogku ini. Mohon maaf hari-hari kemarin sedang sibuk dengan berbagai urusan. Sekarang sudah lumayan beres sehingga punya tenaga ekstra untuk menulis di blog lagi. Baru saja aku mendapat telepon dari salah seorang relasi di Bandung yang mengingatkan aku untuk tidak lupa mengunjunginya pertengahan bulan Juni ini. Kebetulan memang aku ada tugas ke Bandung bulan Juni ini jadi tak ada salahnya jika mampir ke tempatnya. Ngomongin soal Bandung jadi kangen makanan-makanan disana. Saat ke Bandung dua bulan lalu aku sempat jalan-jalan ke BIP (Bandung Indah Plasa). Rencana semula sekedar cuci mata tetapi belakangan malah mampir makan di foodcourt BIP. Bingung memilih mau makan apa hingga akhirnya aku malah mampir di stan makanan khas Aceh. Namanya Gampong Aceh. Dengar-dengar resto Gampong Aceh yang sesungguhnya berada di kawasan Dago. Sedangkan yang di BIP ini hanya cabangnya. Gampong Aceh ini sepertinya dibuat sebagai tempat promosi makanan Aceh agar dikenal kalayak ramai. Beragam menu yang disajikan seperti Mi Aceh, mi goreng, mi kuah, nasi goreng, roti canai dan sebagainya. Kemarin aku memesan mi kuah. Mi kuahnya uenak. Bumbunya tak sekedar bawang putih dan merica seperti mi goreng jawa tetapi menggunakan beragam rempah-rempah. Selain itu meski tanpa ditambahi sambalpun sudah terasa pedasnya. Mungkin menggunakan cabe merah yang dihaluskan makanya warna kuahnya kemerahan. Mi yang digunakan berukuran sedang. Dimasak dengan taoge, sawi dan ayam. Rasanya jelas asin dan pedas. Disajikan  dengan acar mentimun, dan bawang merah mentah. Berhubung aku tak suka bawang merah mentah jadi terbuang sia-sia. Tetapi kerupuk emping belinjonya nekat aku habiskan. Habis enak sih makan mi Aceh dan emping belinjo. Selanjutnya minumnya teh tarik. Mantap deh. Boleh diulang kalau ke BIP lagi.

Senin, April 19, 2010

Yamin Dorodok

Sebenarnya sekarang masih belum menunjukkan pukul 11 siang tetapi entah mengapa perut udah terasa keroncongan. Mungkin karena tadi aku sarapan terlalu pagi. Makanya barusan aku langsung angkat telepon dan memesan semangkuk mi ayam ke mbak Wiwik, bu kantinku. Sambil menunggu pesanan dikirim aku sudah membayangkan semangkuk mi ayam panas mengepul. Hm pasti enak. Aku jadi ingat waktu ke Bandung minggu lalu aku juga sempat makan mi. Tapi agak beda versi dengan yang biasa aku makan di Surabaya. Kebetulan waktu itu aku mampir makan di foodcourt milik Toserba Jogya yang berada di kawasan Kepatihan Bandung. Sebenarnya disana cukup banyak stan penjual makanan. Tapi entah mengapa tiba-tiba aku tertarik memilik stan Mi Baso Afat. Mi Baso Afat ini menjual beragam jenis makanan mulai mi baso, mi pangsit, baso campur, lomie, yamin dan sebagainya. Kemarin itu aku coba memesan yamin manis dorodok. Namanya lucu ya. Terasa kurang familiar buat kita kaum pendatang. Tetapi sebenarnya yamin ini merupakan salah satu menu kuliner andalan kota Kembang. Saat pesenanku disajikan aku amati dulu sebelum melahapnya. Mereka memberiku 2 mangkuk. Yang satu yaminnya sedangkan yang semangkuk lagi kuahnya. Yamin ini sebenarnya sama dengan mi tetapi ukurannya kecil sekali. Mereka menyajikan semangkuk yamin ini dengan taburan ayam cincang dan daun bawang. Karena aku memesan yamin manis maka warnanya kecoklatan alias sudah dicampur kecap. Rasanya jelas manis dan enak. Biasanya ada yang suka langsung mencampur dengan kuahnya. Tetapi aku lebih suka memakannya sendiri-sendiri. Kuahnya rasanya asin. Isinya kuah kaldu ayam, dengan irisan sawi dan daun pre serta beberapa dorodok. Dorodok itu seperti rambak kulit sapi. Gurih sekali. Lebih nikmat jika dimakan dengan kuah. Pokoke perpaduan yamin manis dan dorodok kuah ini lezat sekali. Layak Anda coba jika ke Bandung. Selain di foodcourt ini Anda bisa menyantap mi baso Afat ini di restonya yang berada di jalan Lengkong Kecil Bandung.

Minggu, April 18, 2010

Menikmati Kupat Tahu Bu Elis

Jogging memang merupakan olahraga yang menyenangkan. Di Bandung kita bisa memilih banyak tempat untuk olah raga jalan-jalan ini seperti di GOR Gasibu, Gor Tegalega, GOR Pajajaran dan lain-lain. Selama ini aku lebih seringnya jalan-jalan ke GOR Pajajaran jika ke Bandung. Alasannya klise dengan dengan penginapanku yang lebih seringnya berada di sekitar Pasar Kaliki atau Kebon Kawung. Saat tugas ke Bandung mninggu lalu aku menyempatkan diri lagi jalan ke GOR Pajajaran. GOR yang sebenarnya bernama Tri Lomba Juang ini tampak lebih bagus daripada dulu. Tetapi kita mesti bayar 10 ribu perak sebelum masuk dan berolahraga ke dalam GOR. Tentunya ini untuk biaya perawatan mengingat sekarang arena lintasan lari dan jogging sudah menggunakan karpet merah. Lapar sesudah berolahraga kita tak perlu khawatir. Di sekitar halaman parkir cukup banyak penjual makanan. Beragam jenis makanan bisa dipilih. Kemarin aku coba makan kupat tahu. Kebetulan ada salah satu warung kupat tahu yang cukup ngetop disana yaitu Kupat tahu Bu Elis. Warung kupat tahu bu Elis sudah permanen. Warung ini sudah berdiri sejak sekitar 12 tahun lalu. Sebelumnya bu Elis mengaku sudah berpindah tempat beberapa kali dari garut hingga Jakarta. Tetapi akhirnya memilih menetap di Bandung atau GOR Pajajaran ini. Sebenarnya ada dua jenis kupat tahu yang dijual di sini yaitu Kupat Tahu Padalarang dan Kupat Tahu Bumbu Kacang. Sebenarnya Kupat Tahu Bumbu Kacang atau kupat tahu singaparna ini lebih gampang dijumpai di kota Bandung. Isinya kupat dan tahu goreng yang dipotong-potong dan diberi taoge lalu diguyur bumbu kacang. Tetapi untuk Kupat Tahu Padalarangnya yang sepertinya jarang ditemui alias khas. Aku sengaja memesan seporsi Kupat Tahu Padalarang Istimewa. Maksudku menggunakan telur. Sebab disana tertulis tersedia kupat tahu istimewa khusus untuk hari Sabtu dan Minggu. Meski waktu aku datang kesana hari Minggu ternyata mereka juga tidak menyediakan telur. Jadi aku hanya bisa memesan Kupat Tahu Padalarang yang biasa. Setelah menunggu sebentar akhirnya bu Elis menyajikan makanan yang kupesan. Wow sekilas mirip ketupat sayur Jakarta. Isinya ketupat dan tahu kuning yang dipotong-potong, diberi suun/mihun dan diguyur kuah bersantan berwarna kuning kecoklatan. Rasanya sedap. Manis dan asinnya pas banget. Apalagi diatasnya ditaburi bawang merah goreng dan sambal. Tambah maknyus. Kuahnya yang panas bikin kita semangat menikmatinya. Ingin tambah kerupuk tinggal pilih sendiri. Mereka menjual kerupuk emping melinjo dan sejenis krupuk ikan. Yang penting uenak deh. Jika Anda ingin mampir kesana ingat kalau warung Bu Elis ini hanya buka dari jam 6 pagi hingga 10 siang. Lewat itu nggak janji ya.hehehe. 

Kamis, April 15, 2010

Soto Bandung

Sudah pernahkah Anda mencoba makan soto Bandung? Sepertinya itu salah satu menu wajib yang perlu Anda coba jika berkunjung ke Bandung. Bila Anda baru turun dari kereta api di setasiun Kebun Kawung Bandung dan merasa kelaparan maka Anda bisa memilih makan soto Bandung di samping setasiun Bandung. Lokasi tepatnya di pangkalan taxi Bluebird jalan Kebun Kawung Bandung. Warung kakilima tersebut namanya Sarimulyo. Sebenarnya ia menjual beragam jenis makanan mulai ayam bakar, ayam goreng, tahu,tempe, ati ampela , pepes ikan, jamur, dan tahu hingga perkedel jagung dan kentang. Biasanya jika Anda memesan menu tersebut, penjualnya bakal memanaskan makanan yang kita pesan dulu. Rasanya lumayan enak kok. Tetapi jika ingin makanan berkuah, silakan coba Soto Bandungnya. Soto Bandung ini ternyata terdiri dari daging sandung lamur, dan irisan lobak dan tomat. Kemudian ditaburi bawang goreng, irisan seledri dan kacang kedelai goreng. Kuahnya bening dan rasanya segar. Hampir mirip sop tetapi bumbu rempah-rempahnya lebih komplit. Enak dimakan dengan sambal. Hm lezat. Apalagi jika ditambah perkedel tentu lebih enak lagi. Semangkuk soto Bandung ini cuma dipatok harga sekitar 6000-7000 ribuan.  

Saung Pengkolan



Jalan-jalan ke Bandung sepertinya tidak lengkap bila tidak sampai mengunjungi kawasan Lembang. Lembang memang sudah seperti daerah Puncak. Di tempat yang memiliki hawa sejuk ini cukup banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Bila Anda sedang berkendara dari Bandung menuju Lembang atau sebaliknya dan merasa lapar maka Anda bisa mampir sekali tempo ke Saung Pengkolan. Saung Pengkolan merupakan salah satu rumah makan khas Sunda yang berada di jalan Raya Lembang Km 12,3 Bandung. Sesuai namanya memang lokasinya berada di pengkolan atau belokan. Saung Pengkolan ini sudah berdiri sejak tahun 1978 makanya sudah terkenal dan banyak penggemarnya. Beberapa waktu yang lalu aku sempat diajak relasi mampir makan malam di Saung Pengkolan ini dalam perjalan pulang dari Ciater menuju Bandung. Karena malam Minggu jadi cukup banyak pengunjung yang makan disini. Tamunya boleh memilih duduk di kursi atau lesehan saat makan. Suasana sekitarnya lumayan sejuk. Meski rumah makannnya dalam ruangan tetapi disetting sedemikian rupa terkesan alami. Bangunannya memang terbuat dari bambu. Ada kolam ikan koi yang menyenangkan untuk dilihat. Lalu juga ada sepeda onthel kuno yang asyik dipakai unuk berpoto dan masih banyak lagi. Harga makanan yang ditawarkan mauk akal dari yang murah hingga mahal ada. Menunya juga makanan khas Bandung mulai bermacam jenis ikan bakar/goreng, gepuk, pepes ikan, pepes peda, soto Bandung hingga sayur asem. Kami sengaja memesan pepes ikan mas, pepes peda, gepuk daging, babat goreng, sambal cabe hijau, sate kelinci, ayam bakar dan karedok. Rasanya uenak semua. Umumnya masakannya tidak terlalu asin. Sambalnya juga pedas. Jadi mantap. Karedoknya yang terdiri dari berbagai sayuran mentah yang diguyur bumbu kacang uleg enak banget. Sate kelincinya empuk dimakan dengan bumbu kacang dan kecap terasa nendang dilidah. Hanya pepes ikan masnya yang menurutku kurang cocok denganku. Semua itu tetap kembali pada selera masing-masing. Tak ada salahnya jika sekali-sekali Anda mencobanya.    

Senin, Maret 22, 2010

Tomodachi

Salah satu tempat makan yang juga sempat kukunjungi saat bertugas ke Bandung awal bulan lalu adalah kafe Tomodachi. Kebetulan salah seorang relasi mengajak aku ketemu dan makan siang di tempat ini. Sebenarnya di Bandung ada beberapa kafe Tomodachi tetapi baru yang berada di jalan Sukajadi yang pernah kudatangi. Lokasinya ini tak jauh dari Paris van Java. Begitu masuk ke area kafe yang bersebelahan dengan butik ini kita akan disambut pelayan kafe dengan ramah. Kita bisa memilih tempat duduk di dalam ruangan atau diluar. Kemarin kami memilih duduk di luar supaya bisa lebih santai. Kursi dan mejanya ditata rapi membuat kita nyaman duduk disana. Sebelumnya aku tak punya bayangan menu apa yang tersedia di kafe ini. Melihat namanya kukira menu makanan khas Jepang. Ternyata saat kubolak balik daftar menu ternyata beragam jenis makanan yang ditawarkan. Mulai dari menu western, thailand, chinese food hingga Indonesian food. Harganya pun beragam yang jelas sekitar belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah. Sebenarnya aku masih agak kenyang karena sudah sarapan nasi goreng di penginapan. Tetapi demi menghormati relasi akhirnya aku memesan fruit salad. Saat dihidangkan ternyata penampilannya sangat menarik. Salad ini ditempatkan dalam mangkuk yang terbuat dari kulit pangsit. Beragam buah seperti melon, semangka, nanas dengan saus mayonese yang lezat. Hm selanjutnya meminum juice strowbery jelas tambah segar lagi. Kebetulan relasiku memesan bebek bakar dan ayam betutu. Tampilannya juga menarik. Porsinya tak terlalu besar. Sambalnya disendirikan sepertinya menggoda hati untuk mencicipinya. Lain waktu mesti mencoba datang kesini lagi sendiri deh supaya bisa merasakan kelezatan bebek dan ayam betutu. Sebelum pulang aku sempat minta ijin ke kamar kecil. Toiletnya ternyata luas sedangkan di bagian depannya ada kolam ikan. Wow daya tarik lagi dong. Selain itu jika pulang bisa membeli oleh-oleh berbagai kue yang tampaknya uenak-uenak.

Minggu, Maret 21, 2010

Tangkuban Perahu

Sudah sejak lama aku ingin jalan-jalan ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Teringat dulu semasa ikut study tour masa SMA, sudah dijadwalkan tour kesini tapi gagal karena cuaca buruk dan waktu tidak memungkinkan. Bulan Januari lalu sudah mau nekat sendiri kesini ternyata angkot dari Lembang yang kunaiki hanya berhenti di Cikole. Jadinya hingga sekarang aku cuma tahu pintu masuk kawasan gunung tangkuban perahu karena biasa aku lewati jika hendak bertugas ke Ciater saja. Awal Maret lalu saat aku bersama teman-teman main bareng ke Bandung lagi-lagi aku mesti gigit jari karena teman-teman bisa jalan-jalan ke Tangkuban Perahu sedangkan aku mesti meliput pameran ke Lembang Asri. Untungnya teman-teman berbaik hati mengirimkan foto-fotonya padaku. Jadi aku bisa menyaksikan tangkuban perahu lewat foto. Siapa sih tak tahu gunung tangkuban perahu. Gunung yang berada di utara kota Bandung ini memiliki pesona yang menakjubkan. Keberadaannya senantiasa dikaitkan dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang jadi cerita andalan di Jawa Barat. Gunung Tangkuban Perahu memang memiliki bentuk unik yaitu mirip perahu terbalik. Kawahnya sangat bagus membuat pengunjung tak bosan untuk datang dan datang lagi melihatnya. Tetapi Anda mesti tahan dengan bau belerang yang agak menyengat. Hawa di kawasan ini sangat sejuk bahkan cenderung dingin di malam hari. Makanya Anda mesti siapkan baju dingin jika berlibur kesana. Bila Anda ingin pergi ke Tangkuban Perahu dengan kendaran umum maka Anda mesti naik angkot Elf dari Lembang ke arah Subang atau sebaliknya. Kemudian berhenti tepat di pintu masuk Tangkuban Perahu atau di tengah hamparan hutan pinus yang menghijau. Selanjutnya silakan bersiap memulai petualangan menuju kawasan Gunung Tangkuban Perahu dan rasakan sensasinya.

Rabu, Maret 17, 2010

Pancake

Diantara berbagai pusat perbelanjaan yang tersebar di kota Bandung, sepertinya Paris Van Java termasuk salah satu yang banyak dikunjungi orang. Meski terhitung masih baru tetapi mall yang berada di kawasan jalan Sukajadi Bandung ini menggunakan konsep yang bagus dan nyaman sebagai tempat belanja, nonton, makan, jalan-jalan dan nongkrong. Selain ada Gramedia, Carefour, Sogo butik-butik, dan Blitz Megaplex (tempat nonton yang katanya terbesar di Indonesia), juga tersedia banyak cafe dan tempat makan yang refresentatif disini. Tak heran jika tempat ini selalu dipadati pengunjung. Bahkan jika weekend dan musim liburan juga diserbu wisatawan dari Jakarta dan kota-kota lainnya. Beberapa nama cafe dan resto yang bisa dikunjungi bila Anda main ke PVJ diantaranya adalah MU, Black Canyon, Solaria, Quali, KFC, dan sebagainya. Saat ke Bandung bersama teman-teman minggu lalu aku menyempatkan pula berkunjung ke PVJ. Bisa dibilang mengantar teman-teman dari Jakarta yang memang belum pernah main ke PVJ. Setelah lelah berjalan-jalan memutari mall yang cukup luas itu kami memutuskan mencari tempat makan yang enak. Setelah menimbang-nimbang akhirnya kami coba masuk ke cafe dan resto The Pancake Parlour yang berada di bagian depan PVJ. Begitu masuk di dalam resto ini kami memilih duduk di salah satu sofa empuk yang memang banyak tersedia di sana. Lalu kami pun sibuk memilih menu apa yang cocok untuk dimakan. Maklum namanya agak aneh-aneh maka kami mesti memilih dengan cermat sebab takut tidak sesuai dengan keinginan kami. Sesuai dengan tulisannya memang ini makanan dari Australia. Makanya nama menunya masih pakai bahasa Inggris. Menu andalannya jelas pancake tapi dalam berbagai versi. Akhirnya kami memilih 3 jenis makanan yaitu Blueberry Bacon Cheese, Crepe La Gourment, Crepe Of Passion. Setelah menunggu sejenak pelayannya pun datang untuk menghidangkan. Blueberry Bacon Cheese ternyata yang benar-benar seperti pancake. Double pancake dengan isi daging asap, trus serutan keju dan ada ice creamnya. Manis dan uenak. Ice creamnya juga yummi. Menu Crepe Of Passion lebih mirip dadar telur dengan isi kentang rebus. Bagian luarnya daging cacah yang seperti pada spagetti dan ditaburi keju. Rasanya asin, gurih dan lezat. Seladnya juga nikmat. Crepe La Gourment juga mirip Crepe Of Passion. Ada selat sayuran dengan saosnya. Tetapi crepenya digulung diberi mayonese. Maknyus juga deh. Untuk minumnya kami pesan Vienna Coffee (mirip seperti cappucino), Pink Panther (juice buah yang berwarna orange dan ada rasa pisangnya),serta Choco Chips Sjake (coklat milkshake).  Pokoknya manis, dan dingin semua. Harganya lumayan. Agak menguras kantong. Sebab selain harga pokok dan pajak tetap harus bayar service charge 5 %. Tak apa-apa sekali-sekali mumpung ke Bandung rame-rame.