Travelling adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Alhamdulillah aku bekerja yang di bidang yang membuatku harus sering travelling. Meski lelah tapi aku menyukainya. Beberapa kota dan pulau yang sudah pernah kukunjungi bisa Anda ketahui dari membaca artikel-artikel di blogku. Kebanyakan isinya wisata kuliner. Sebab aku tugas luarkota sembari travelling, dan wisata kuliner yang selalu kusempatin. Kalau yang lainnya belum tentu mengingat kadang jadwal kerjaku di kota yang kukunjungi sangat padat. Bahkan seorang teman pernah mengeluhkan itu karena sulit menemuiku meski aku sedang berada di kota yang sama dengannya. "Sekali-sekali ke sini jangan kerja dong tapi jalan-jalan,". Aku cuma meringis. Ya mau gimana lagi. Selama ini acaranya tour of duty, tugas kantor sembari jalan-jalan. Terkadang ingin juga bisa benar-benar liburan tanpa mikir urusan kantor. Dan biasanya aku hanya mau lakukan itu untuk pulang ke kampung halamanku di Kediri. Tak apa keluarkan ongkos sendiri kalau ke Kediri. Kalau ke kota-kota yang lain, tunggu dulu.
Tapi memang semua itu ada masanya. Sebulan belakangan ini salah seorang sahabat mengajakku travelling di kota-kota yang tak ada hubungannya dengan pekerjaanku. Akhirnya kuputuskan menerima tawaran itu. Tak main-main bukan hanya ke luar kota tapi keluar negeri. Awalnya keluargaku agak khuwatir tapi akhirnya mengijinkan aku pergi traveling ke luar negeri seminggu. Ijin sudah didapat, tinggal persiapan untuk pergi backpackeran ke luarnegeri
1, Pertama yang harus sudah punya adalah pasport.
Jika Anda urus sendiri perlu waktu sekitar 1-2 minggu untuk mengurus pasport. Kalau mau cepat bisa pakai biro jasa. Tapi ya itu tadi, mahaaal. Sayangkan, uangnya bisa dipakai untuk lainnya.Urus pasport sendiri hanya bayar 255 ribu, sedangkan pakai birojasa bisa 3-5 kali lipat.
2. Tentukan tujuan
Anda mesti tentukan kota atau negara mana yang hendak Anda kunjungi. Cari tahu infonya dari internet dan beli buku mengenai negara yang akan Anda kunjungi. Baik tempat wisata, lokasi hotelm transpotasi lokal hingga tempat makan dan karakter masyarakatnya. Sesuaikan tujuan dengan budget Anda. Jangan sampai Anda bisa beli tiket tapi di negeri orang tak bisa makan.
3, Cari Tiket
Kalau Anda merencanakan pergi tahun depan, Anda bisa hunting tiket jauh-jauh hari supaya dapat tiket paling murah. Tapi jika Anda hanya punya waktu sebulan, maka berusaha cari tiket paling murah untuk tanggal pulang dan pergi. Kalau Anda ingin pergi ke Singapura, Malaysia, Thailand, AirAsia dan Mandala sering menawarkan tiket dengan harga promo.
4. Cari penginapan
Sebaiknya Anda cari tahu penginapan di kota yang akan Anda datangi. Sesuaikan dengan budget Anda. Jika Anda pergi sendiri aku saranin lebih baik cari tahu dulu hotelnya daripada Anda kebingungan di negara asing. Saat ini ada beberapa web travel yang tawarkan harga promo untuk hotel. Anda bisa pilih model hotel, hostel, guest house atau dormitory yang akan Anda gunakan. Meski pilih harga murah tapi sebaiknya cari di lokasi yang aman. Daripada Anda paranoid di negeri orang.
5. Cari teman jalan
Kalau Anda ingin jalan-jalan sendiri ke luar negeri tak masalah. Tapi jika pertama kali ke luar ngeri kusarankan ajak teman. Sebab ada yang bisa diajak ambil keputusan dan bicara saat Anda kebingungan mencari jalan, atau transportasi. Tetap lebih enak jalan berdua atau ramai-ramai ke luarnegeri. Walaupun begitu jika Anda ingin bebas sendiri tak masalah. Untuk teman jalan sebaiknya pilih yang sudah Anda kenal dan tahu karakternya, jadi bisa nyambung. Kalaupun kadang ada kekurangcocokan bisa dicari jalan tengahnya.
6. Perlengkapan Travelling
Jika Anda ingin travelling ke luarnegeri sebaiknya sesuaikan dengan budget Anda. Kalau budget Anda banyak memang lebih enak bawa koper yang bisa diseret dan kemana-mana naik taxi. Tapi kalau Anda berencana kemana-mana jalan dan naik kendaraan umum serta, berpindah-pindah kota kusarankan lebih baik bawa tas ransel atau backpack saja. Sebab lebih nyaman dan praktis.
Apasaja yang mesti dibawa saat bepergian ke luar negeri?
1. baju dan celana panjang
2. dalaman
3. baju tidur
4. jaket
5. obat-obatan
6. sepatu kets
7. peralatan ibadah
8. alat tulis dan peta
9. payung
Kalau mau backpackeran, jangan bawa barang terlalu banyak. Sebab Anda akan keberatan jika harus naik turun tangga dan jalan jauh. Lebih baik bawa barang sesuai kebutuhan saja. Ok ayo siap-siap untuk backpackeran ke luarnegeri.
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Rabu, Mei 08, 2013
Rela Antri Demi Pasport
Setiap kali lewat jalan raya Waru aku selalu menggerutu. Sebab depan kantor imigrasi selalu macet. Banyak mobil dan motor antri mau masuk parkiran. Belum lagi jika ada taxi juga mendadak berhenti menurunkan penumpang. Yang pasti bikin macet. Sampai sempat terpikir di benakku kenapa pemerintah propinsi Jawa Timur tak memindahkan kantor imigrasi ke tempat yang lebih luas dan strategis.
Meski seringkali lewat jalan itu tapi belum terpikir di benakku untuk sekali-sekali memasuki gedung imigrasi. Padahal sudah beberapa kali kakakku menyuruhku mengurus paspor. Pikirku buat apa. Toh aku tak keluar negeri. Meski kepingin juga. Membaca buku jilbab traveler karya Asma Nadia dan TNT karya Trinity sebenarnya sudah membuatku ngiler untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi sepertinya hanya impian. Aku jadi ikut-ikutan jadi senang ngumpulin tempelan kulkas oleh-oleh kakakku yang pulang jalan-jalan dari beberapa negara. Sedang aku sendiri kalau pas jalan-jalan ke luar pulau (Sulsel dan Bali) juga niat cari tempelan kulkas. Siapa tahu sewaktu-waktu kesampaian jalan-jalan ke luarnegeri.hehehe.
Sebulan yang lalu aku nekat cari pasport. Kebetulan ada sedikit uang lebih yang cukup untuk urus pasport. Katanya murah tak sampai 300 ribu. Ya udah aku bela-belain berangkat. Tanggal 27 Maret aku berangkat jam 5.10 pagi ke kantor imigrasi di Waru Sidoarjo. Perjalanan tak sampai 20 menit sudah sampai kantor imigrasi. Kupikir masih sepi ternyata sudah banyak yang antri di depan pintu gerbang kantor imigrasi. Dan begitu jam stengah 6 pintu gerbang dibuka orang-orang langsung lari. Aku pun ikut-ikutan lari. Ternyata mereka langsung duduk mengambil posisi. Aku diam sambil memperhatikan sekeliling.Ternyata semua mesti duduk menunggu pintu kantor dibuka dan antri ambil no antrian. Akhirnya jam 7.30 kantor dibuka, aku dapat nomer antrian no 13. Aku mesti ambil blangko/form isian imigrasi. Lalu antri fotokopi. Sebab ternyata semua dokumentasi mulai KTP,KSK,Ijasah harus difotokopi dalam ukuran A4. Kemudian antri lagi ambil form dan beli materai. Aku keluarkan uang 10 ribu untuk fotokopi dan beli materai.
Selanjutnya aku masuk gedung dan isi form yang sudah disediakan. Untuk siap diserahkan ke loket 2. Yang asli mesti dibawa. Ternyata cepat hingga aku hampir kelewatan. Beruntung pegawainya baik dan memperbolehkan serahkan data meski telat. (aku maju saat sudah dipanggil no 18). Setelah dataku diperiksa dan diberi bukti prapermohonan pasport, aku disuruh pulang dan diminta kembali keesokan harinya. Jam setengah 9 aku udah ngacir dari kantor imigrasi Waru.
Tanggal 28 Maret aku datang lagi pagi-pagi. Jam 6 pagi, ternyata antrian sudah panjang. Sempat terjadi keributan gara-gara rebutan mau masuk dan ada yang menerobos antrian. Tapi akhirnya bisa diselesaikan. Kali ini aku menuju loket 5 dan menyerahkan bukti prapermohonan dan dapat nomer 18. Selanjutnya antri untuk dipanggil di loket pembayaran, Aku mesti bayar 255 ribu rupiah. Dan kemudian antri lagi untuk pemotretan dan cek biometric. Sesudah mendapat giliran pemotretan dan cap jari aku diperbolehkan pulang dan diminta datang hari kamis/seminggu berikutnya.
Sebenarnya kita mesti sms sebelum ambil pasport. Supaya tak salah waktu. Meski tahu hari kamis itu pasportku belum jadi aku nekat datang. Dan benar, ditolak. Sedih deh mesti datang keesokan harinya lagi. Hari Jumatnya aku antri datang jam 8 pagi. Dan hanya butuh waktu setengah jam pasportku sudah siap jadi. Hm senang sekali akhirnya punya pasport. Bisa jalan-jalan ke luarnegeri. Buat yang mau urus pasport saranku lebih baik di kantor imigrasi daerah/kabupaten atau kotamadya saja. Sebab kata teman-temanku antriannya tak sepanjang di kantor imigrasi waru. Tapi jika terpaksa tetap mau urus di kantor imigrasi Waru/kota besar sebaiknya datang pagi-pagi. Sebab jika siang hari isinya biro jasa. Ok come on, segera urus pasport ya.
Meski seringkali lewat jalan itu tapi belum terpikir di benakku untuk sekali-sekali memasuki gedung imigrasi. Padahal sudah beberapa kali kakakku menyuruhku mengurus paspor. Pikirku buat apa. Toh aku tak keluar negeri. Meski kepingin juga. Membaca buku jilbab traveler karya Asma Nadia dan TNT karya Trinity sebenarnya sudah membuatku ngiler untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi sepertinya hanya impian. Aku jadi ikut-ikutan jadi senang ngumpulin tempelan kulkas oleh-oleh kakakku yang pulang jalan-jalan dari beberapa negara. Sedang aku sendiri kalau pas jalan-jalan ke luar pulau (Sulsel dan Bali) juga niat cari tempelan kulkas. Siapa tahu sewaktu-waktu kesampaian jalan-jalan ke luarnegeri.hehehe.
Sebulan yang lalu aku nekat cari pasport. Kebetulan ada sedikit uang lebih yang cukup untuk urus pasport. Katanya murah tak sampai 300 ribu. Ya udah aku bela-belain berangkat. Tanggal 27 Maret aku berangkat jam 5.10 pagi ke kantor imigrasi di Waru Sidoarjo. Perjalanan tak sampai 20 menit sudah sampai kantor imigrasi. Kupikir masih sepi ternyata sudah banyak yang antri di depan pintu gerbang kantor imigrasi. Dan begitu jam stengah 6 pintu gerbang dibuka orang-orang langsung lari. Aku pun ikut-ikutan lari. Ternyata mereka langsung duduk mengambil posisi. Aku diam sambil memperhatikan sekeliling.Ternyata semua mesti duduk menunggu pintu kantor dibuka dan antri ambil no antrian. Akhirnya jam 7.30 kantor dibuka, aku dapat nomer antrian no 13. Aku mesti ambil blangko/form isian imigrasi. Lalu antri fotokopi. Sebab ternyata semua dokumentasi mulai KTP,KSK,Ijasah harus difotokopi dalam ukuran A4. Kemudian antri lagi ambil form dan beli materai. Aku keluarkan uang 10 ribu untuk fotokopi dan beli materai.
Selanjutnya aku masuk gedung dan isi form yang sudah disediakan. Untuk siap diserahkan ke loket 2. Yang asli mesti dibawa. Ternyata cepat hingga aku hampir kelewatan. Beruntung pegawainya baik dan memperbolehkan serahkan data meski telat. (aku maju saat sudah dipanggil no 18). Setelah dataku diperiksa dan diberi bukti prapermohonan pasport, aku disuruh pulang dan diminta kembali keesokan harinya. Jam setengah 9 aku udah ngacir dari kantor imigrasi Waru.
Tanggal 28 Maret aku datang lagi pagi-pagi. Jam 6 pagi, ternyata antrian sudah panjang. Sempat terjadi keributan gara-gara rebutan mau masuk dan ada yang menerobos antrian. Tapi akhirnya bisa diselesaikan. Kali ini aku menuju loket 5 dan menyerahkan bukti prapermohonan dan dapat nomer 18. Selanjutnya antri untuk dipanggil di loket pembayaran, Aku mesti bayar 255 ribu rupiah. Dan kemudian antri lagi untuk pemotretan dan cek biometric. Sesudah mendapat giliran pemotretan dan cap jari aku diperbolehkan pulang dan diminta datang hari kamis/seminggu berikutnya.
Sebenarnya kita mesti sms sebelum ambil pasport. Supaya tak salah waktu. Meski tahu hari kamis itu pasportku belum jadi aku nekat datang. Dan benar, ditolak. Sedih deh mesti datang keesokan harinya lagi. Hari Jumatnya aku antri datang jam 8 pagi. Dan hanya butuh waktu setengah jam pasportku sudah siap jadi. Hm senang sekali akhirnya punya pasport. Bisa jalan-jalan ke luarnegeri. Buat yang mau urus pasport saranku lebih baik di kantor imigrasi daerah/kabupaten atau kotamadya saja. Sebab kata teman-temanku antriannya tak sepanjang di kantor imigrasi waru. Tapi jika terpaksa tetap mau urus di kantor imigrasi Waru/kota besar sebaiknya datang pagi-pagi. Sebab jika siang hari isinya biro jasa. Ok come on, segera urus pasport ya.
Jumat, Januari 13, 2012
Jajanan Masa Kecil
Tidak usah malu-malu mengakui, kita terkadang merindukan masa kanak-kanak dulu. Waktu dimana kita bisa menyantap panganan murah dan meriah bersama-sama teman-teman sekolah atau anak-anak tetangga sekitar kita. Sepertinya tanpa beban membeli penganan dari pedagang keliling yang lewat depan rumah dari sisa uang saku yang diberikan ayah dan ibu.
Semenjak aku bergabung di jejaring sosial facebook dan bertemuj teman-teman lama, kami sering berbagi cerita mengenai masa kecil kami. Kebetulan aku lahir dan dibesarkan di kota Kediri, salah satu kota kecil di Kediri yang punya banyak makanan khas tradisional. Sebut saja, lopis, cenil, putu, gethuk , gatot dan masih banyak lagi. Bila kami bicara mengenai makanan masa kecil selalu jadi topik yang menyenangkan.
Suatu hari aku sengaja memasang foto “Rangin” di facebook. Rangin ini bukan saja jajanan khas Kediri tapi juga di kota -kota lain di Jawa Timur. Makanan ini sebenarnya juga dijual di Surabaya. Hanya saja aku agak susah payah mendapatkannya karena tak ada warung atau toko kue yang menjualnya. Demi bisa makan rangin, aku mesti pesan pada cleaning service kantor untuk membelinya jika ia melihat penjual rangin lewat depan rumahnya. Karena biasanya dijual oleh pedagang keliling dengan cara dipikul.

Perlu diketahui Rangin itu adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar tepung beras, santan, parutan kelapa dan garam. Dimasak dengan menggunakan cetakan mirip cetakan kue pukis. Jadi jika jadi mirip kue pukis tapi pipis. Rasanya gurih dan enak sekali. Jika Anda suka yang manis, tinggal minta ditaburi gula pada penjualnya. Di Surabaya 5 biji rangin masih dihargai seribu perak. Masih murah kan?
Ketika melihat aku memasang foto rangin di facebook, teman-temanku dari berbagai kota banyak yang berkomentar. Rangin ini sebenarnya banyak dijual di kota-kota lainnya tetapi dengan nama berbeda. Ada yang menyebutnya dengan nama bandros. Nama bandros dilontarkan oleh seorang teman dari Bandung. Sedangkan teman dari Jakarta menyebutnya kue pancong. Lalu ada juga yang menyebutnya gandos. Yang pasti meski namanya bermacam-macam tapi maksudnya sama yaitu rangin.
Selain rangin, aku juga punya jajanan favorit bernama blendung. Kata temanku dari Solo mereka menyebutnya dengan nama grontol. Apakah blendung ini beneran sama dengan grontol, aku tidak tahu. Blendung ini adalah jagung pipilan yang direbus dan disajikan dengan taburan kelapa parut muda dan garam. Rasanya gurih sekali. Dulu di Kediri ada embok embok yang menjualnya dengan menggendongnya dalam bakul. Tapi sayang sekarang sudah jarang kutemui kalau aku pulang kampung ke Kediri. Mungkin jika mau ke pasar-pasar tradisional mungkin masih ada penjual blendung ini.

Menurut teman-temanku di Surabaya, kadang ada penjual keliling membawa sepeda ontel menjual aneka jajanan pasar. Blendung tentu termasuk salah satu diantaranya. Sayangnya aku belum pernah bertemu penjual jajan pasar keliling ini lewat depan rumah atau kantor. Sungguh beruntung kemarin kakakku menemukan penjual blendung di kawasan Sedati Sidoarjo . Ibu penjual blendung ini mengaku dari Kediri. Ia berjualan blendung dan nasi jagung setiap pagi hari. Jadi jika ingin blendung aku tinggal membeli di Sedati.
Sabtu yang lalu aku main ke rumah salah satu teman lama,mbak Aan yang berada di kawasan Dayu Kaliurang Yogyakarta. Ia menyuguhkan juga aneka jajan pasar yang dulu biasa kutemui masa kecil. Ada gethuk ada aneka warna (semacam getuk lindri dan getuk magelang) rasanya manis tapi enak. Ngomongin soal gethuk aku jadi ingat dulu di perempatan jalan HOS Cokroaminoto/Joyoboyo Kediri ada penjual getuk lindri yang biasa berjualan di sana. Ia jualan juga kue putu. Hm makanan serba manis. Kalau di Solo penjual gethuk yang terkenal adalah gethuk subur yang ada di kawasan Sriwedari Solo. Mungkin sampai sekarang masih ada.
Sebenarnya kemarin sebelum balik ke Surabaya, Kunti sahabatku yang tinggal di Kaliurang juga akan memberiku oleh-oleh jadah. Makanan berbahan dasar ketan itu rasanya gurih. Sayang aku batal ketemu Kunti, jadah mbah Carik Kaliurang yang terkenal itu melayang dari genggaman deh.
Semenjak aku bergabung di jejaring sosial facebook dan bertemuj teman-teman lama, kami sering berbagi cerita mengenai masa kecil kami. Kebetulan aku lahir dan dibesarkan di kota Kediri, salah satu kota kecil di Kediri yang punya banyak makanan khas tradisional. Sebut saja, lopis, cenil, putu, gethuk , gatot dan masih banyak lagi. Bila kami bicara mengenai makanan masa kecil selalu jadi topik yang menyenangkan.
Suatu hari aku sengaja memasang foto “Rangin” di facebook. Rangin ini bukan saja jajanan khas Kediri tapi juga di kota -kota lain di Jawa Timur. Makanan ini sebenarnya juga dijual di Surabaya. Hanya saja aku agak susah payah mendapatkannya karena tak ada warung atau toko kue yang menjualnya. Demi bisa makan rangin, aku mesti pesan pada cleaning service kantor untuk membelinya jika ia melihat penjual rangin lewat depan rumahnya. Karena biasanya dijual oleh pedagang keliling dengan cara dipikul.
Perlu diketahui Rangin itu adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar tepung beras, santan, parutan kelapa dan garam. Dimasak dengan menggunakan cetakan mirip cetakan kue pukis. Jadi jika jadi mirip kue pukis tapi pipis. Rasanya gurih dan enak sekali. Jika Anda suka yang manis, tinggal minta ditaburi gula pada penjualnya. Di Surabaya 5 biji rangin masih dihargai seribu perak. Masih murah kan?
Ketika melihat aku memasang foto rangin di facebook, teman-temanku dari berbagai kota banyak yang berkomentar. Rangin ini sebenarnya banyak dijual di kota-kota lainnya tetapi dengan nama berbeda. Ada yang menyebutnya dengan nama bandros. Nama bandros dilontarkan oleh seorang teman dari Bandung. Sedangkan teman dari Jakarta menyebutnya kue pancong. Lalu ada juga yang menyebutnya gandos. Yang pasti meski namanya bermacam-macam tapi maksudnya sama yaitu rangin.
Selain rangin, aku juga punya jajanan favorit bernama blendung. Kata temanku dari Solo mereka menyebutnya dengan nama grontol. Apakah blendung ini beneran sama dengan grontol, aku tidak tahu. Blendung ini adalah jagung pipilan yang direbus dan disajikan dengan taburan kelapa parut muda dan garam. Rasanya gurih sekali. Dulu di Kediri ada embok embok yang menjualnya dengan menggendongnya dalam bakul. Tapi sayang sekarang sudah jarang kutemui kalau aku pulang kampung ke Kediri. Mungkin jika mau ke pasar-pasar tradisional mungkin masih ada penjual blendung ini.
Menurut teman-temanku di Surabaya, kadang ada penjual keliling membawa sepeda ontel menjual aneka jajanan pasar. Blendung tentu termasuk salah satu diantaranya. Sayangnya aku belum pernah bertemu penjual jajan pasar keliling ini lewat depan rumah atau kantor. Sungguh beruntung kemarin kakakku menemukan penjual blendung di kawasan Sedati Sidoarjo . Ibu penjual blendung ini mengaku dari Kediri. Ia berjualan blendung dan nasi jagung setiap pagi hari. Jadi jika ingin blendung aku tinggal membeli di Sedati.
Sabtu yang lalu aku main ke rumah salah satu teman lama,mbak Aan yang berada di kawasan Dayu Kaliurang Yogyakarta. Ia menyuguhkan juga aneka jajan pasar yang dulu biasa kutemui masa kecil. Ada gethuk ada aneka warna (semacam getuk lindri dan getuk magelang) rasanya manis tapi enak. Ngomongin soal gethuk aku jadi ingat dulu di perempatan jalan HOS Cokroaminoto/Joyoboyo Kediri ada penjual getuk lindri yang biasa berjualan di sana. Ia jualan juga kue putu. Hm makanan serba manis. Kalau di Solo penjual gethuk yang terkenal adalah gethuk subur yang ada di kawasan Sriwedari Solo. Mungkin sampai sekarang masih ada.
Sebenarnya kemarin sebelum balik ke Surabaya, Kunti sahabatku yang tinggal di Kaliurang juga akan memberiku oleh-oleh jadah. Makanan berbahan dasar ketan itu rasanya gurih. Sayang aku batal ketemu Kunti, jadah mbah Carik Kaliurang yang terkenal itu melayang dari genggaman deh.
Untungnya di rumah mbak Aan sempat ketemu temannya jadah yaitu wajik. Kalau wajik sama-sama berbahan dasar ketan tapi rasanya manis. Yang umum warnanya coklat tetapi sekarang beranekaragam warna. Kemarin mbak Aan membeli jajanan pasar ini di pasar Kranggan Yogya. Dan yang disajikan ke kami wajik berwarna coklat dan merah. Tapi soal rasa tetap manis. hehehe.
Meski saat ini jaman telah modern dan sudah banyak dijual anek roti dan kue tetapi makanan tradisional semacam rangin,blendung, jadah dan wajik tetap harus dilestarikan. Rangin dan blendung jelas lebih aman dikonsumsi karena tak mengandung bahan pengawet. Semoga jajanan tradisional ini tak hilang dari peredaran sampai kapanpun jua.
Meski saat ini jaman telah modern dan sudah banyak dijual anek roti dan kue tetapi makanan tradisional semacam rangin,blendung, jadah dan wajik tetap harus dilestarikan. Rangin dan blendung jelas lebih aman dikonsumsi karena tak mengandung bahan pengawet. Semoga jajanan tradisional ini tak hilang dari peredaran sampai kapanpun jua.
Minggu, Desember 14, 2008
Midnight Sale
Sekarang jaman sudah maju. Orang tidak perlu repot jika membutuhkan barang keperluan sehari-hari di waktu malam. Kini sudah banyak supermaket yang buka 24 jam, seperti K Circle 24. Di Surabaya, ada sebuah supermarket yang terkenal buka 24 jam sejak jaman dahulu kala. Supermaket yang berada di pusat kota yaitu kawasan bintoro itu tetap bertahan hingga saat ini meski sekarang ada banyak supermarket baru. hal ini karena mereka bisa memberikan sesuatu yang berbeda untuk konsumennya. Produk yang dijualnya juga berkualitas, selain barang kebutuhan sehari-hari,berbagai sayur atau buah yang berkelas hingga lokalan ada juga disana. apalagi ada cafe sehingga orang yang butuh ngopi malam bisa kesana.beberapa waktu belakangan ini lagi ngetren istilah midnight sale. beberapa supermarket besar semacam giant dan hipermarket sering menggelar acara midnight sale, dimana pengunjung bisa membeli barang dengan harga lebih murah tapi pada jam yang ditentukan yaitu diatas jam 10 malam.Umumnya memang supermarket yang demen bikin acara seperti ini supaya barangnya cepat habis. tapi kemarin aku dengar salah satu pertokoan besar di Surabaya yaitu Tunjungan Plaza juga menyelenggarakan acara midnight sale. beberapa toko dan butik ikut berpartisipasi membuka tokonya hingga larut malam dengan menggelar diskon gede-gedean. Kebetulan malam minggu kemarin salah satu rekan menemani salah seorang relasi (juri asing berjenis kelamin wanita) asal Australia untuk berbelanja di TP saat midnightsale ini. mereka bisa melakukannya karena kebetulan menginap di hotel tunjungan yang notabene berdampingan dengan tunjungan plasa. Satu kata yang mereka katakan, ramai. Yang namanya sale tetap jadi incaran para penggemar shopping. apalagi bukan barang kebutuhan pokok yang disale tapi juga barang-barang bermerk seperti tas, baju dan sebagainya.tentu akan menjadi kebanggaan bila bisa membeli barang bermerk dengan harga jauh lebih murah daripada biasanya.Hal ini pula yang terjadi pada Mrs.Glennys. Dengan semangat wanita asal Australia itu menceritakan kesuksesannya berbelanja saat midnight sale. ia mengaku puas bisa membeli tiga handbag untuk dibawa pulang ke Australia. Menurutnya harganya murah. Tapi murah menurut bule belum tentu menurut kita kan? hehehe.
telemarketing
Istilah marketing tentu sudah tidak asing. Untuk orang awam marketing berarti pemasaran. Agar orang ahli di bidang marketing mesti mempelajarinya secara khusus. tak heran bila sekarang banyak orang sengaja mengambil pendidikan khusus untuk mendalami masalah marketing ini. Tak hanya di dalam negeri kadang hingga manca negara. Seseorang ingin memasarkan produk ataupun jasa memang mesti mengerti dan memahami bagaimana melakukannya dengan benar. Dunia marketing buatku bukan hal yang baru. Meski pekerjaan utamaku sebagai jurnalis tetapi merangkap jabatan juga sebagai marketing iklan. Mau tak mau cara menawarkan produk sudah biasa buatku. Kali ini aku ga bakal membahas soal pekerjaan sampinganku sebagai marketing iklan, tapi aku mau ngomongin soal telemarketing. Aku sedang jengkel dengan istilah telemarketing. Tahu kan telemarketing, pemasaran produk lewat telepon. berhubung aku pengguna setia kartu kredit maka aku biasa ditawari berbagai produk baru lewat telepon. Awalnya sih biasa saja. tetapi sekitar beberapa bulan belakangan ini aku benar-benar merasa terganggu. Kebetulan aku memegang dua jenis kartu kredit dari satu perusahaan penerbit kartu kredit yang sama.Sekarang-sekarang ini mereka sedang gencar-gencarnya memasarkan produknya by phone alias lewat telemarketing ini. Mulai produk asuransi sampai hutang tanpa bunga mereka tawarkan. Yang bikin jengkel frekuensinya yang terlalu sering dengan penawaran yang sama. Lama-lama aku sampai hapal nomor telepon yang mereka gunakan untuk menelponku, 0212xxxx00. Jika ada nomer itu menelpon ke hpku, so pasti ga kuangkat. Jika nelponnya ke kantor, semua temanku sudah kompakan bilang aku tugas luarkota, ga perduli saat itu posisiku ada dimana.Tak puas nyatrono hp ama kantorku, kapanhari mereka nelpon ke rumah kosku yang lama, karena dulu memang aku menggunakan alamat itu saat membuka kartu kredit. terang aja bu kosku ikut dibuat bingung mesti jawab bagaimana. melihat situasi seperti ini aku jadi tambah sebel. aku tahu mereka cari uang tapi tidak adakah koordinasi hingga bergonta ganti orang menelpon dengan penawaran sama. saat kemarahanku sudah tidak terbendung kutelpon saja, layanan customer servicenya dan kukatakan aku keberatan dengan gaya telemarketing ini. Kuminta mereka menawarkan produknya lewat surat penagihan saja. Jika mereka tetap melakukannya, kuancam aku bakal menutup kartu kreditku dan memindahkannya ke bank lainnya. Akhirnya mereka berjanji bakal membantu dan efektif per januari nanti akan menghentikan berbagai penawaran via jasa telemarketing buatku. Benarkah ini akan terealisasi atau sekedar janji. kita lihat saja nanti
Kamis, Desember 11, 2008
busway
Kendaraan umum adalah salah satu sarana yang sangat membantuku bila bertugas ke luarkota. Maklum di surabaya aku terbiasa menggunakan sepeda motor susuki shogun kesayangan bila kemana-mana. Di jakarta, beragam kendaraan umum udah aku coba mulai dari ojek, bemo, bajaj, bbg, angkot, hingga bis kota semuanya udah jadi langganan buatku. Semenjak pemda DKI menyediakan angkutan transjakarta maka angkutan ini yang paling digemari smua orang.
Dengan tarif hanya 3500 perak kita sudah bisa meluncur kemana-mana. Bahkan jika kita berangkat sebelum jam 7 pagi hanya perlu bayar 2000 perak saja.Bayangkan aja dari blok M hingga kota yang jauhnya minta ampun bisa ditempuh dalam waktu relatif cepat karena jarang terhalang macet sebab punya jalur sendiri. Sekarang ini selain jalur blok m kota udah ada
berbagai jalur beragam mulai pulogadung-harmoni, pulogadung-kalideres, pulogadung-dukuh
atas, ancol- kp.melayu, kp.melayu-kp.rambutan, ragunan-halimun. Tentunya kalo dari dari ragunan pingin ke kota jelas ga bisa langsung, atau dari blok m mau ke ancol jelas juga mesti transit.Pokoknya kadang mesti bolak balik transit.Keberadaan setasiun transit macam senin, dukuh atas, matraman dan harmoni jelas dibutuhkan sekali.Diantara setasiun transit itu jelas harmoni yang paling besar. Disini ada empat jurusan, ke kota, blok M, kalideres dan pulogadung.Jika pagi hari atau sore hari, sudah dipastikan banyak orang antri dan berdesak-desakan supaya bisa masuk dan naik busway yang diinginkan.Terkadang sampai tergencet ga
bisa gerak saking banyaknya orang. Meski bus sudah lumayan besar dan ber-AC tapi kalau udah berdesak-desakan tetap gerah juga.Sebab pada jam-jam sibuk jelas lebih banyak yang berdiri dibandingkan yang duduk.Paling repot jika salah satu halte ditutup, orang pasti kelabakan sebab mesti berhenti bukan pada tujuan yang diinginkan. Saat liburan lebaran haji kemarin, beberapa halte sempat ditutup karena perbaikan jalan. Termasuk diantaranya harmoni, penumpang yang menuju kota dan blok m mesti transit di halte
pecenengon sedang yang ke arah pulo gadung kalideres mesti transit di juanda. terang banyak orang yang
salah jalur.Kebetulan saat itu aku mesti tugas ke daanmogot. bersama teman aku naik dari
pasar baru menuju kalideres.berhubung hari sabtu dan banyak yang libur, jadi bus lumayan
longgar.Aku dan teman bisa duduk santai. di halte juanda naik juga seorang perempuan muda bersama laki-laki yang kupikir suaminya. mereka membawa kardus-kardus lumayan banyak, mungkin mau mudik. Beruntung mereka berdua bisa duduk. tapi baru sampai daerah grogol mereka sudah ribut mau turun. padahal busway sudah terlanjur jalan. Tentunya sama orang-orang ditanyain mau kemana sebenarnya tujuannya. Si ibu menjawab jika mereka mau ke kalideres. tapi karena si laki-laki yang ternyata adiknya itu mabuk makanya mau turun disini aja. Terang orang-orang di sekitarnya melarang dan malah memberinya tas kresek untuk muntahannya dan menyarankan membuang kotoran itu di bak sampah yang disediakan di busway. Kalideres masih jauh. Lagipula lebih baik naik busway lebih cepat sampai daripada naik bis biasa. Apalagi nantinya mereka masih mau naik bis lagi menuju Serang. Tapi perempuan itu menjelaskan adiknya malu karena mabuk dan muntah-muntah.Biasanya ia pergi kemana-mana naik motor, ga kuat naik bis. Sontak orang-orang di sekitarnya berkata. "Ini Jakarta bu, ga usah malu. Rugi kalau malu,". Memang benar juga. kenapa mesti malu.Di Jakarta asalkan halal tak perlu malu melakukan sesuatu. Bagaimanapun sikap cuek
orang di Jakarta ada benarnya jadi tak membuat orang terlalu malu jika mesti mabuk di jalan.
Yang jelas apakah kejadian melihat orang mabuk akan membuat orang tak mau lagi naik busway
jelas tidak kan.Seberapa sebalnya kita dengan antrean atau berdesak desakan, capek naik tangga menuju halte busway tak membuat kita jadi tak mau lagi naik
busway. sebab kita tetap butuh kendaraan murah dan cepat seperti ini. Apalagi sesudah ini
bakal diluncurkan jalur baru, cawang grogol, dan pluit serta pondok indah daan mogot.
Ini bakal lebih membantui lagi. Terimakasih transjakarta.
Dengan tarif hanya 3500 perak kita sudah bisa meluncur kemana-mana. Bahkan jika kita berangkat sebelum jam 7 pagi hanya perlu bayar 2000 perak saja.Bayangkan aja dari blok M hingga kota yang jauhnya minta ampun bisa ditempuh dalam waktu relatif cepat karena jarang terhalang macet sebab punya jalur sendiri. Sekarang ini selain jalur blok m kota udah ada
berbagai jalur beragam mulai pulogadung-harmoni, pulogadung-kalideres, pulogadung-dukuh
atas, ancol- kp.melayu, kp.melayu-kp.rambutan, ragunan-halimun. Tentunya kalo dari dari ragunan pingin ke kota jelas ga bisa langsung, atau dari blok m mau ke ancol jelas juga mesti transit.Pokoknya kadang mesti bolak balik transit.Keberadaan setasiun transit macam senin, dukuh atas, matraman dan harmoni jelas dibutuhkan sekali.Diantara setasiun transit itu jelas harmoni yang paling besar. Disini ada empat jurusan, ke kota, blok M, kalideres dan pulogadung.Jika pagi hari atau sore hari, sudah dipastikan banyak orang antri dan berdesak-desakan supaya bisa masuk dan naik busway yang diinginkan.Terkadang sampai tergencet ga
bisa gerak saking banyaknya orang. Meski bus sudah lumayan besar dan ber-AC tapi kalau udah berdesak-desakan tetap gerah juga.Sebab pada jam-jam sibuk jelas lebih banyak yang berdiri dibandingkan yang duduk.Paling repot jika salah satu halte ditutup, orang pasti kelabakan sebab mesti berhenti bukan pada tujuan yang diinginkan. Saat liburan lebaran haji kemarin, beberapa halte sempat ditutup karena perbaikan jalan. Termasuk diantaranya harmoni, penumpang yang menuju kota dan blok m mesti transit di halte
pecenengon sedang yang ke arah pulo gadung kalideres mesti transit di juanda. terang banyak orang yang
salah jalur.Kebetulan saat itu aku mesti tugas ke daanmogot. bersama teman aku naik dari
pasar baru menuju kalideres.berhubung hari sabtu dan banyak yang libur, jadi bus lumayan
longgar.Aku dan teman bisa duduk santai. di halte juanda naik juga seorang perempuan muda bersama laki-laki yang kupikir suaminya. mereka membawa kardus-kardus lumayan banyak, mungkin mau mudik. Beruntung mereka berdua bisa duduk. tapi baru sampai daerah grogol mereka sudah ribut mau turun. padahal busway sudah terlanjur jalan. Tentunya sama orang-orang ditanyain mau kemana sebenarnya tujuannya. Si ibu menjawab jika mereka mau ke kalideres. tapi karena si laki-laki yang ternyata adiknya itu mabuk makanya mau turun disini aja. Terang orang-orang di sekitarnya melarang dan malah memberinya tas kresek untuk muntahannya dan menyarankan membuang kotoran itu di bak sampah yang disediakan di busway. Kalideres masih jauh. Lagipula lebih baik naik busway lebih cepat sampai daripada naik bis biasa. Apalagi nantinya mereka masih mau naik bis lagi menuju Serang. Tapi perempuan itu menjelaskan adiknya malu karena mabuk dan muntah-muntah.Biasanya ia pergi kemana-mana naik motor, ga kuat naik bis. Sontak orang-orang di sekitarnya berkata. "Ini Jakarta bu, ga usah malu. Rugi kalau malu,". Memang benar juga. kenapa mesti malu.Di Jakarta asalkan halal tak perlu malu melakukan sesuatu. Bagaimanapun sikap cuek
orang di Jakarta ada benarnya jadi tak membuat orang terlalu malu jika mesti mabuk di jalan.
Yang jelas apakah kejadian melihat orang mabuk akan membuat orang tak mau lagi naik busway
jelas tidak kan.Seberapa sebalnya kita dengan antrean atau berdesak desakan, capek naik tangga menuju halte busway tak membuat kita jadi tak mau lagi naik
busway. sebab kita tetap butuh kendaraan murah dan cepat seperti ini. Apalagi sesudah ini
bakal diluncurkan jalur baru, cawang grogol, dan pluit serta pondok indah daan mogot.
Ini bakal lebih membantui lagi. Terimakasih transjakarta.
Rabu, Desember 10, 2008
Uniknya naik kereta api
Selama ini aku hampir selalu mengandalkan jasa kereta api jika mesti tugas ke jakarta ataupun bandung. Aku sudah familiar dengan seluk beluk dan suasana dalam kereta api eksekutif semacam argo anggrek, sembrani, turangga hingga argowilis. Yang jelas kita bakal menikmati pelayanan, dijamu makan, duduk di kursi yang bisa diubah-ubah posisi, hingga tidak takut kepanasan karena selalu full AC.Selain itu suasananya juga enak, dengan penumpang kelas menengah keatas yang lumayan lebih tahu tata krama dan sedikit cuek. TAPI kalau dibilang aman juga tidak. NAik kereta api sksekutif juga rawan. Beberapa bulan lalu, ketika naik kereta api turangga dari surabaya menuju bandung, seorang teman sesama jurnalis tapi media lain terpaksa merelakan kameranya yang berharga belasan juta ke tangan orang yang tak diketahui alias maling.Untungnya aksi itu tidak menimpaku meski aku berada dalam gerbong yang sama saat kejadian itu berlangsung.Selain itu tradisi kereta api telat juga sering terjadi pada kereta api eksekutif. jadi meski mahal tidak jaminan datang tepat waktu. Kondisi krisis global berimbas naiknya harga tiket kereta api. Mahalnya harga tiket membuatku mau mencoba naik kereta api bisnis. Sengaja aku pilih kereta api bisnis yang juga mengandeng elsekutif yaitu gumarang. Hasilnya tidak terlalu buruk. Aku menemui banyak pengalaman baru. Mulai dari merasakan tidak nyamannya duduk, resiko basah jika jendela kereta tidak bisa ditutup dengan pas. Tak hanya itu saja, kita mesti melihat suasana yang tidak mengenakkan dimana orang-orang tidur berlimpangan di bawah bangku en jalan sehingga kit akan berpikir panjang jika mau ke toilet. Yang jelas lebih jorok itu pasti. Sebab karena tidak berAC, asap merokok bakal menyebar kemanamana. Berhubung Penumpangnya kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah jadi umumnya lebih familiar. Karena tak dapat jatah makan so pasti kita mesti bawa bekal supaya tidak kelaparan. Tapi bisa juga andalin penjual makanan en jajan plus minuman yang sering masuk jika kereta berhenti di salah satu setasiun. Tak hanya penjual makanan, penjual pakaian pun ada yang berdagang di atas kereta.Yang jelas penumpang meski waspada karena seringnya orang lalu lalang seperti itu. sebab yang namanya copet en maling pasti lebih banyak lagi. Tapi percayalah semua itu tetap jadi keunikan tersendiri.Asalkan kau menikmati semua itu jadi hiburan tersendiri
Selasa, Desember 09, 2008
tradisi haji
Mendengar istilah lebaran haji, semua orang tentu sudah tidak asing. Di madura, perayaan lebaran haji lebih meriah dibandingkan idul fitri. Para perantauan asal madura malah memilih mudik saat lebaran haji tiba. Bicara mengenai lebaran haji aku jadi ingat ibu aisiyah, teman dudukku di kereta api gumarang tadi. Ia bercerita salah satu kakak ipar dan suaminya berangkat haji tahun ini. Mereka sudah berangkat tanggal 8 November lalu jadi sekitar tanggal 12 ini mereka sudah pulang dari haji. Seperti umumnya kebiasaan di bojonegoro, kemarin sebelum kakanya berangkat haji, berbagai kegiatan sudah direncanakan. Selama tiga minggu sebelum berangkat mereka mesti menyiapkan makanan untuk orang-orang yang datang ke rumahnya. Tak hanya tetangga kanan kiri rumah tapi juga dari berbagai pelosok tempat. Jadi mereka seperti orang punya gawe tiap hari. Yang paling besar adalah 3 hari sebelum keberangkatan, makanan dan tamunya bisa lebih banyak lagi. Yang berhaji bisa sampai kelelahan menerima tamu. Selama mereka di tanah suci. tiap hari keluarganya mesti menyediakan makan untuk beberapa orang sebagai ganti makan mereka di sana. Setiap malam jumat juga ada acara selamatan kirim doa yang mesti menyiapkan makanan ayam ingkung beberapa biji. Istilahnya sedekah wajib untuk orang haji di bojonegoro. Nanti jika mereka datang mereka harus sediakan pula makanan berikut oleh-oleh bagi semua yang datang ke rumahnya. Orang-orang masih berkeyakinan orang yang baru datang haji doanya makbul sehingga mereka mesti mengunjuginya dan berharap selain bisa dapat berkah juga dapat oleh 2. Lebih dari 300 bingkisan mesti disiapkan keluarganya saat kakak aisiyah pulang. Aisiyah pergi ke surabaya kali ini pun dalam rangka membeli bingkisan tersebut. Biasanya untuk tamu-tamu jauh diberikan kerudung dan kurma sedang tetangga dekat mendapat bagian sajadah dan kurma. Air zam-zam pun mesti dibeli dari ampel sebab persedian dari makah tidak mungkin mencukupi untuk orang sebanyak itu. Yang jelas selama berminggu-minggu sesudah mereka pulang haji tetap harus menyediakan makan dan bingkisan. Tradisi bahwa orang yang berangkat haji dipandang mampu jika mesti merogoh kocek besar lagi hanya untuk memberi makan dan hadiah untuk semua orang sekampung. Tradisi seperti ini sudah banyak ditinggalkan orang-orang yang tinggal di kota besar. Bagaimana tidak biayanya sangat besar mungkin melebihi biaya haji yang hanya sekitar 35 juta.Bukankah biayanya bisa dialihkan untuk menghajikan orang yang belum mampu. Tapi sekali lagi yang namanya adat sulit untuk ditinggalkan.
banjir o banjir
Dalam perjalanan kereta api dari jakarta ke surabaya tadi, aku mendapat teman duduk seorang ibu bersama seorang anak laki2-lakinya. Perempuan itu baru naik di setasiun bojonegoro dan duduk menggantikan cewek teman dudukku dari jakarta yang memang turun di bojonegoro. Awalnya aku cuek waktu dia duduk di sampingku. Tapi entah kenapa aku lihat sepertinya orangnya baik maka kuputuskan mengajaknya mengobrol. Dari obrolan basabasi seputar asal rumah dan tujuan kami jadi bercerita kesana kemari. Salah satu topik yang membuatku tertarik adalah masalah banjir. Aku ingat setahun yang lalu memang di bojonegoro dilanda banjir yang cukup hebat. Tentunya bu Aisiyah pun juga ikut sebagai korbannya.Wanita berusia 39 tahun ini tinggal di kawasan kauman Bojonegoro yang termasuk salah satu lokasi terberat terkena banjir. Ia mengisahkan baru pertama kalinya ia melihat banjir yang sedemikian mengerikannya. Semenjak menikah dengan suaminya M.Showab, perempuan asal Tuban ini sudah tinggal di Bojonegoro.Selama sepuluh tahun ini memang di bojonegoro sering dilanda banjir tapi kejadian di bulan desember 2007 merupakan yang terparah. Aisiyah mengisahkan malam itu saat air sudah mulai menggenangi rumahnya ia buru-buru menyelamatkan barang barangnya. Berhubung suaminya adalah pengurus mushola dekat rumahnya, mereka pun juga membereskan karpet2 di mushola. Banjir yang cukup tinggi membuat semua mesti mengungsi. Kedua anaknya safira dan zizin lebih dulu diselamatkan tetangganya, seorang perempuan yang berani berenang mendorong anaknya sendiri bersama kedua anak aisiyah dengan perahu dari gedebok pisang. Saat sedang membereskan mushola listrik padam. airpun makin tinggi. Aisiyah dan suaminya panik. Showab langsung adzan. Saat ditanya aisiyah kenapa adzan, kata suaminya jika mereka mesti pergi untuk selamanya maka sudah dalam keadaan adzan. Hidup mereka seperti merenggang maut. Mereka ingat bencana tsunami di aceh. Untungnya showab bisa berenang, dengan berenang ia mendorong aisiyah yang masuk ke dalam ember hitam yang biasa digunakan untuk mencuci baju.Dengan susah payah mereka berenang hingga menuju masjid yang merupakan tempat pengungsian. Saat itu mereka sama sekali tak ingat anaknya, bagaimana tidak hampir dua jam mereka berenang. Padahal lokasinya dekat antara rumahnya dan masjid besar bojonegoro. Begitu bisa bertemu anak-anak dan tetangganya ia merasa lega. Selama sebulan mereka mesti berada di tempat penampungan. Rumah mereka terendam air hingga 3 m hingga hanya kelihatan sedikit atapnya. Selama sebulan itu ia lebih banyak puasa.Bantuan makanan tidak bisa diandalkan. Kalaupun ia mengantri jatah mi rebus lebih sering diberikannya pada nenek-nenek jompo tetangganya. Baju yang ada hanya dipakai saat mengungsi. Untung aisiyah mendapat bantuan sebuah daster hingga bisa digunakannya saat sholat.Seminggu di penampungan, anak-anaknya diungsikan dengan perahu boat ke tempat neneknya di Tuban. Jika Aisiyah egois ia bisa ikut mengungsi. Tapi ia tidak tega meninggalkan tetangga-tetangganya yang juga masih mengungsi di masjid. jadi ia tetap sebulan di tempat pengungsian. Sesudah banjir surut, ia kembali melihat rumahnya. Apa yang terjadi, dalam rumahnya hancur berantakan.Semua peralatan rumah tangganya hanyut entah kemana. Baju-baju yang ada dilemari kotor tak karuan. Dengan dibantu keluarganya ia membersihkan lumpur yang tertinggal di dalam rumah hingga menghabiskan uang jutaan. Walaupun begitu rumah itu tetap belum bisa ditempati dan sekarang ia tinggal di rumah kakaknya yang berada di dekat rumahnya yang lama. Aisiyah seperti memulai keluarga baru, sebab semuanya serba baru. Tapi ia masih merasa beruntung sebab setiap bulan ia masih bisa mengandalkan gaji pegawai yang diterima suaminya sebagai guru. Ia pu n masih bisa meneruskan usahanya berjualan baju di pasar. Anak-anaknya bisa bersekolah seperti biasa. Sedangkan tetangganya yang lain banyak yang masih menderita berkepanjangan hingga sekarang. Sehabis bencana banjir akhir tahun 2007, sepanjang tahun 2008 ini sudah 7 kali bojonegoro banjir lagi meski tak sehebat bencana saat itu. Doa mereka hanya semoga takkan ada lagi bencana seperti itu lagi. Hingga mereka bisa hidup damai dan tentram
Sabtu, November 22, 2008
Travelling
Pekerjaan terkadang mengharuskan kita mesti sering bepergiaan keluarkota. mungkin akan membosankan jika kita tidak terbiasa bepergiaan jauh seorang diri dengan kendaraan umum.tapi ada cara yang bisa membuat kita bisa membuat kita tidak jenuh.
1.bawa buuku bacaan.sebagai penghobi buku bacaan,aku biasa bawa novel.dengan membaca maka perjalanan jadi mengasyikkan
2.bawa mp3. dengerin musik lewat mp3 ternyata asyik jika dilakukan di perjalanan.
3bawa hp.nelpon teman.so pasti dengan hp yang kita bawa bisa nelpon teman.jadi ada teman meski jauh.
4.bawa camilan.ngemil bisa mengusir suntuk.tapi jangan banyak-banyak sebab bikin tambah endut
5.ngobrol dengan teman duduk
6.tidur.ini alternatif saran paling mengasyikkan.
1.bawa buuku bacaan.sebagai penghobi buku bacaan,aku biasa bawa novel.dengan membaca maka perjalanan jadi mengasyikkan
2.bawa mp3. dengerin musik lewat mp3 ternyata asyik jika dilakukan di perjalanan.
3bawa hp.nelpon teman.so pasti dengan hp yang kita bawa bisa nelpon teman.jadi ada teman meski jauh.
4.bawa camilan.ngemil bisa mengusir suntuk.tapi jangan banyak-banyak sebab bikin tambah endut
5.ngobrol dengan teman duduk
6.tidur.ini alternatif saran paling mengasyikkan.
Langganan:
Postingan (Atom)



