Tampilkan postingan dengan label Kediri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kediri. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 03, 2014

Menemani Backpacker Keliling Kediri

Salah satu kawan baik dari Bandung berkesempatan mampir di kota kelahiran saya Kediri, pertengahan bulan Agustus. Sheiba namanya. Dia sedang mewujudkan impiannya keliling Indonesia naik sepeda motor sendirian. Ia sudah mulai berangkat berkelana sejak hari kedua Lebaran kemarin. Sekarang ia sudah menempuh jarak lebih dari 2500 km dan sudah sampai Lombok. Hebat. Benar-benar seorang travelling sejati. Saya saja yang juga hobi travelling, belum seberani itu. hehehe.
Sheiba sempat 5 hari menginap di rumah saya di Kediri dan berkeliling di Kediri, Tulung Agung dan Trenggalek. Saat saya libur, saya ikut menemaninya keliling kota Kediri. Mulai berwisata kuliner, mi goreng tektek di Kyai Mojo, makan nasi gurih di Untung Suropati hingga makan bakso Barokah di Letjen Suprapto. Juga jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Kediri. Meski lahir dan besar di kota Kediri, saya jarang mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di kota Kediri.
Lokasi yang kami kunjungi pertama kali adalan Petilasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Raja Kediri yang paling terkenal dengan ramalannya itu. Tempat ini paling ramai dikunjungi orang saat ada upacara 1 syuro. Tapi di hari-hari biasa juga ada orang yang berziarah dan berdoa disini. Lokasi tempat ini di desa Pamenang Kecamatan Pagu,sekitar 15 km dari kota Kediri.


Lokasi kedua yang kami datangi adalah monumen simpang lima Gumul. Tempat ini jadi kebanggaan kota Kediri. Bangunan megah ini setinggi 28 m yang terdiri dari 8 lantai.Bentuknya menyerupai L Arch D trimphe di Perancis. Bedanya dioramanya sejarah kediri dalam gedungnya,. Tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Apalagi di akhir pekan, banyak penjual kaki lima yang menjual berbagai makanan khas Kediri.
Dari sini, kami langsung menuju kawasan barat kota Kediri. Sebenarnya banyak tempat wisata yang bisa kami kunjungi seperti Goa Pohsarang, Goa selomangleng, Air Terjun Dolo dll. Tapi bukan tempat itu yang kami singgahi. Kami pergi ke wisata alam Sumber Podang.  Lumayan jauh, dari terminal Tamanan kami naik ke arah barat. Melewati Bukit Daun, Waterpark dan jalanan menanjak baru kami sampai pintu masuk Wisata alam Sumber podang. Dari tempat parkir kami berjalan menuju ke sumbernya. Airnya jernih, senang sekali duduk di bebatuan sambil main air.

u



Puas main air, kami kembali. sebelumnya kami mampir ke salah satu cafe disana. Dari cafe itu kami bisa duduk santai sembari melihat pemandangan sekitar yang hijau dan indah. Menunya bermacam. Kami memesan juice dan kentang goreng. harganya standard. Sabtu siang jadi banyak juga yang nongkrong di sini. Setelah kenyang kami pun pulang. sebenarnya masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi tapi kemarin waktu terbatas. Tak apa sudah senang bisa menemani sheiba keliling Kediri. Sebab belum bisa ikut menemaninya keliling Indonesia.hehehe

Minggu, Januari 06, 2013

Kisi Khas Depot Sriwijaya Kediri

Halo, para penggemar wisata kuliner, Selamat Tahun Baru 2013. Semoga kebahagiaan, kesehatan, kesuksesan menyertai langkah kita semua. aamiin. Kemana nih acara liburan akhir tahunnya? Kalau aku seperti biasa,menghabiskan libur akhir tahun dengan mudik ke kampung halamanku Kediri. Sebab selain libur lebaran memang hanya pada akhir tahun seperti ini aku baru bisa berlama-lama di Kediri. Karena di hari biasa mesti udah disibukkan dengan aktivitas di Surabaya dan tour of duty ke berbagai kota.

Pulang ke kediri memang momen yang paling mengasyikkan untukku. Karena aku bisa menyantap makanan kesukaanku khas Kediri. Kali ini aku mau share salah satu tempat makan yang jadi favorit keluargaku. Namanya Depot Sriwijaya. Meski namanya Depot Sriwijaya tapi lokasinya bukan di jalan Sriwijaya Kediri lho melainkan di jalan Gunungsari Kediri. Sebuah jalan kecil yang menghubungkan antara jalan Patimura dan jalan Sriwijaya Kediri.
Memang sebelumnya depot ini berlokasi di jalan Sriwijaya. Setelah 2 kali berpindah tempat, kini menetap di ruko milik sendiri yang berlokasi di jalan Gunungsari Kediri ini. Setiap aku datang ke depot ini, tante pemilik depot Sriwijaya selalu menyapaku dengan ramah. Maklum ia sudah mengenal kami lama. Makanya kalau aku datang berdua dengan kakakku ia akan menanyakan keadaan mamaku. "Ibue sehat to. Salam yo," katanya dengan medok kedirian.

Menurut tante pemilik Depot Sriwijaya, ia sudah membuka depot ini sejak tahun 1992. Depotnya tak terlalu besar tapi bersih. Pelanggannya banyak meski tak berjubel. Hanya bergantian. Menunya tetap Nasi rawon,nasi soto dan nasi campur. Nasi rawon versi depot Sriwijaya ini agak beda karena kuahnya bening. Dagingnya boleh memilih daging rawonan atau empal suwir. Dimakan dengan taoge mentah, sambal dan kerupuk udang. Soal rasa, standardlah.
Kalau mampir kesini, aku lebih suka memesan soto ayamnya. Ini yang menurutku mantap. Lebih kusuka daripada soto Tamanan khas Kedirian. Sotonya memakai kuah bening. Penyajiannya pakai suun,telur rebus, keripik kentang, kubis. Ayamnya boleh memilih, bagian sayap,dada,paha, atau kulit. Dimakan dengan sambal. Wow enak sekali.Perpaduan gurih dan pedasnya pas di lidah.  Wajib dicoba untuk penggemar soto.
Nasi campurnya juga enak. Biasanya selain nasi, isinya sambal goreng kentang ati, mi goreng, tahu/telur/ayam /daging bumbu merah. Dimakan dengan sambal dan kerupuk udang. Hm mantap deh. Manis,asin,gurih dan pedasnya pas. Satu porsi makanan disini sekitar 12-15 ribu rupiah. Tapi ini sebanding dengan rasanya yang memang menggoda selera.
 Sebelum pulang, biasanya kami memesan menu untuk oleh-oleh bagi mama di rumah. Menu ini adalah khas depot Sriwijaya ini. Namanya Kisi. Kisi ini adalah bagian daging sapi yang ada sedikit lemaknya. Dimasak bumbu pedas. rasanya perpaduan manis, asin, dan pedas. Maknyus. Enak dimakan dengan nasi panas. Selain itu kadang juga memesan empal suwir. Empal suwirnya empuk dan manis gurih.Mantaplah untuk lauk. Silakan mencobanya kalau ke Kediri.



Rabu, Juli 18, 2012

Depot Wilis

Pulang ke kampung halaman merupakan momen yang tak membosankan. Makanya saat bisa meliburkan diri, Senin kemarin aku langsung ngacir ke Kediri. Padahal mama dan kakak-kakakku sedang berada di Surabaya semua. Berarti pulang sendiri. Beruntung masih ada om, tante dan bude-bude yang rumahnya di samping rumahku jadi bisa sekalian menengok mereka.

Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi saat bisku masuk kota Kediri. Aku sengaja memilih turun dari bis patas Harapan Jaya di halte alun-alun Kediri. Hm biasanya kalau ada kakakku di Kediri aku jalan sebentar dan dia udah menunggu di depan masjid Jami Kediri. Tapi kali ini aku cuma bisa jalan sendiri. Tak ada yang menjemput. Hm mau naik becak kok malas. Kususuri jalan PB Sudirman Kediri. Sesudah menyebrang jalan, kulihat jejeran penjual kerupuk di depan alun-alun Kediri. Krupuk pok, oleh-oleh khas Kediri tampak menggoda selera. Udahlah biar kulewatkan saja kali ini.

Hm berjalan-jalan di Kediri menyenangkan. Jajaran depot makan yang ada dari jaman kecil hingga rumah makan baru masih ada di jalan PB Sudirman Kediri. Depot Tentrem, Soto Siboen, Depot bu Yekti dan masih banyak lagi. Aku melangkah tanpa tahu harus berhenti dimana. Rencana pingin creambath rambut di Balqis (salon muslimah) tapi kok males ya. Mau masuk toko buku Togamas atau toko buku Tegas (toko buku jadul yang masih bertahan hingga sekarang) juga nanti bingung mau beli apa. Karena tak terencana.

Kulihat di kanan jalan Ramayana Robinson Departemen Store. Sejak berdiri setahun yang lalu aku belum pernah sekalipun masuk kesini dan kali ini pun belum berminat masuk kesana. Akhirnya mataku langsung tertuju ke sebuah depot lawas yang jaman kukecil sering dikunjungi keluargaku. Depot Wilis namanya. Sudah bertahun-tahun aku tak masuk depot ini. Makanya aku pun mampir kesana. Kupikir sekalian nunut ke toilet.hehehe.

Sama seperti depot jadul di Kediri yang lain, puluhan kalender dan jam dinding masih terpasang di tembok depot itu. Hm mengingatkanku pada depot soto podjok mbahku jaman dulu kala.  Depot Wilis ini sudah berdiri sejak jaman perang 1943 alias hampir 70 tahun. Dulu tempatnya nggak sebesar dan sebagus itu. Sekarang udah lebih besar dan bagus. Pelanggannya dari berbagai kota. Salah satu relasiku di Surabaya saja langsung menyebut Depot Wilis begitu tahu aku berasal dari kota Kediri.

Puluhan menu tertulis disana. Mulai nasi rawon, nasi soto, nasi kare, nasi pecel, nasi bumbu bali dan sebagainya. Menu istimewanya jelas rawon buntut/goreng. Pingin sekali kumemesan rawon buntut. Ups ingat kolesterolnya tinggi sekali. Sebenarnya ada menu nasi sayur plus lauk. Hari itu pas menawarkan menu nasi sayur bening dan empal. Tapi aku ga tertarik.

Setelah bingung memilih akupun putuskan pilih nasi rawon. Nasi rawon memang menu andalan tempat ini. Nasi rawonnya tetap bertahan menggunakan bumbu masa lampau. Jadi khas banget. Asin dan gurinya pas dan amat enak. Dagingnya disajikan dalam bentuk potongan-potongan. Empuk dan enak. Wow sepiring nasi rawon kumakan lambat-lambat. Kuresapi benar enaknya. Jadi teringat dulu kami biasa makan rame-rame disini.

Sebagai teman makan rawon aku mesti pilih minuman yang sesuai. Awalnya aku memesan es degan tapi ternyata kosong. Ada es kopyor, es campur, es shanghai, es sinom, es jeruk, es dawet, es blewah es teh dan lain-lain yang bisa jadi pilihan pengganti. Aku memilih es shanghai saja. Wow es shanghainya menarik. Es batu pasrah menutup atau menyembunyikan isi es tersebut. Sirupnya warna merah muda, sama seperti jaman dulu. Isinya ternyata blewah, dawet. kolang kaling, tape ketan ijo, cao dan nanas. Hm segar,asam dan manis. Uenaaak.


Untuk seporsi nasi rawon dan es shanghai aku mesti membayar Rp. 22500,00 . Mahal untuk ukuran Kediri tapio masih murah untuk ukuran Jakarta. Ayo mampir kesana kalau ke Kediri. Selain ini masih banyak kok makanan enak di Kediri. Percayalah,hehehe . Dukung agenda pemerintah Kota Kediri untuk  "Visit Kediri 2012". (emange ada?ga tahu. ngacau hihihi)  

Jumat, September 17, 2010

Sarapan Pecel Tumpang



Berhubung saat ini masih dalam suasana lebaran maka kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin jika pernah ada kata dan perbuatan yang tidak berkenan. Kemanakah Anda menghabiskan libur lebaran? Kalau aku memilih mudik ke kampung halamanku di Kediri. Rasanya senang bisa berkumpul dengan keluarga, sanak saudara dan teman-teman di kota Tahu. Hanya saja tahun ini aku absen hadir di acara reuni SMA ku karena bentrok dengan acara keluargaku halal bihalal ke rumah saudara-saudara. Walaupun begitu aku sempat berkumpul dengan beberapa teman lama dan wisata kuliner bareng.

Kediri memang punya segudang tempat kuliner yang asyik untuk dikunjungi. Salah satu makanan favorit orang yang pulang kampung ke Kediri jelas nasi pecel tumpang. Tak peduli pagi, siang atau malam, makan nasi pecel tumpang Kediri tetap uenak. Jika pingin sarapan dengan nasi pecel tumpang Kediri maka Anda bisa mencoba nasi pecel tumpang jalan Brawijaya. Tetapi Anda jangan membayangkan sebuah warung nasi dengan bangunan permanen. Sebab ini merupakan makanan lesehan pinggir jalan.

Penjualnya menggelar barang dagangannya di depan emperan toko. Biasanya ia mulai melayani pembeli sejak pukul 5.30 pagi. Dan tak sampai jam 9 pagi sudah habis terjual. Maklum saja warung nasi pecel tumpang yang berlokasi di barat SMP Katolik Santa Maria Kediri ini memang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Penjualnya seorang ibu-ibu yang sudah berusia lanjut. Meski sudah tua, tapi ia cepat sekali meracik nasi pecel tumpang yang akan dimakan pembeli. Ia biasa menyiapkan makanan yang dipesan pembelinya dengan dibantu seorang asisten. Dan ia berusaha tertib melayani pelanggan sesuai urutan datang. Makanya pelanggannya sangat banyak. Mereka kebanyakan memilih makan di samping penjualnya yaitu di tangga toko buku yang masih tutup kalau pagi hari. Sembari menyantap nasi pecel tumpang, bisa sambil cuci mata melihat orang hilir mudik melintasi jalan Brawijaya Kediri.

Tak heran bila banyak yang suka karena Nasi pecel tumpang Brawijaya ini sangat mengugah selera makan. Sayurannya komplit, mulai buah pepaya muda, kangkung, taoge hingga kacang panjang. Lalapannya juga komplit mulai ketimun, kemangi hingga lamtoro. Apabila kita makan disana maka ia akan menyajikan nasi pecel tumpang ini dalam pincuk daun. Sepertinya ini yang menambah sensasi nikmat tersendiri.

Dalam seporsi nasi pecel tumpang, selain nasi dan sayur juga diguyur sambal tumpang yang sangat banyak. Sambal tumpangnya uenak, perpaduan antara asin dan pedas. Sepertinya menggunakan santan yang banyak, tempe bosok, aneka rempah dan tetelan sehingga lekoh dan mantap. Pecelnya juga pas di lidah. Manis, pedas dan asinnya tepat. Lebih nikmat lagi dimakan dengan rempeyek yang gurih. Kita bisa memilih rempeyek kacang atau teri sesuai selera. Kriuk kriuk kriuk. Hm maknyus. Selain itu ada tambahan perkedel ketela dan trasi dele (mendol) yang tak kalah enaknya sehingga membuat kita puas memakannya. Harganya juga masih murah. Seporsi nasi pecel tumpang komplit hanya sekitar 3500 perak. Jika Anda tertarik, silakan mampir kesana jika ke Kediri.

Rabu, Agustus 25, 2010

Sego pecel Mbah Darmo


Kuhitung-hitung sudah hampir dua bulan aku tak mudik ke Kediri. Rasanya kangen sekali dengan kota kelahiranku tersebut. Aku jadi ingat dulu semasa kecil aku selalu sarapan nasi pecel tumpang. Hm nikmat sekali. Makanya bila lama tak pulang kampung aku jadi kangen. Biasanya kalau sedang berlibur di kediri aku sering bernostalgia membeli makanan khas kota kecilku. Nasi pecel tumpang jelas selalu takboleh dilewatkan. Di Kediri cukup banyak penjual nasi pecel tumpang yang enak. Salah satunya adalah warung sego pecel mbah Darmo. Aku biasa menyebutnya pecel PGA karena lokasinya tak jauh dari gedung sekolah PGA atau MAN Kediri. Alamat sebenarnya adalah berada di jalan Banjaran gang 1 Kediri.

Warung sego pecel mbah Darmo sudah berdiri sejak dulu kala. Dulu mbah Darmo sendiri yang melayani para pembelinya tetapi seiring bertambah usia, anak cucunya yang meneruskan. Warung sego pecel mbah Darmo ini sudah buka sejak pagi hingga siang hari. Bila Anda kesana mesti sabar mengantri karena pelanggannya sangat banyak. Apalagi bila hari Minggu atau libur. Sering tampak komunitas penggemar sepeda yang beramai-ramai makan pagi disana setelah lelah berputar-putar di kota Kediri.

Sebenarnya warung sego pecel Mbah Darmo tak begitu luas. Hanya sebuah warung kecil dengan beberapa meja dan kursi. Seiring bertambahnya jumlah pembeli, mereka pergunakan halaman dan teras untuk tempat makan para pembeli. Jadi tampak lebih lapang. Walaupun begitu kita mesti siap-siap berebut kursi kalau warung sedang ramai.

Menu makanan yang dijual di warung sego pecel mbah Darmo sebenarnya sama dengan warung nasi pecel yang lain. Dalam seporsi nasi pecel mbah Darmo biasanya berisi nasi, sayuran, sambal pecel dan rempeyek.  Nasinya pulen dan tidak keras. Mereka menyediakan sayuran kacang panjang, taoge, daun kenikir dan sebagainya. Tak lupa lalap daun kemangi, lamtoro dan rajangan mentimun. Yang paling istimewa dari sego pecel mbah Darmo ini memang sambal pecelnya. Sambal pecel bikinin warung ini sangat pedas, tak terlalu manis atau asin. Jadi suedep banget. Makanya buat yang taksuka sambal pedas kurang sesuai makan sego pecel mbah Darmo. Tapi buat penggemar makanan pedas, wajib mencobanya. Karena enak banget. Terus terang dibandingkan sambal tumpangnya lebih enak sambal pecelnya.

Selain itu kelebihan dari sego pecel di tempat ini menggunakan rempeyek yang enak. Rempeyeknya bisa pilih kacang atau teri. Meski agak keras tapi nikmat banget.  Bila kita membawa pulang nasi pecel ini, penjualnya membungkus nasi pecel ini dalam daun pisang. Model bungkusnya beda antara untuk nasi pecel dan nasi tumpang. Unik saja menurutku.


Bila kita mau, selain rempeyek kita bisa menambah lauk tahu goreng yang panas. Peh pasti mantap. Trasi dele/mendolnya juga sangat lezat. Tak hanya itu saja kita bisa pilih aneka sate, jajanan dan minuman. Hm pokoke puaslah. Apalagi harga makanannya tak terlalu mahal. Yang pernah kesana biasanya ketagihan. Wow jadi kangen Kediri.

Senin, Februari 15, 2010

Warung Sederhana

Buatku Kediri memang tempat paling menyenangkan untuk refreshing. Setelah sibuk berminggu-minggu bekerja ke beberapa kota, sepertinya melepas lelah di Kediri merupakan alternatif  terbagus. Kemarin pun aku baru berlibur lagi di Kediri setelah dua minggu putar-putar. Selain memang sudah kangen dengan mamaku tentunya kangen pula dengan makanan enak khas Kediri. Kebetulan ada salah satu warung nasi di kawasan Pasar Pahing Kediri yang jadi langganan keluargaku sejak aku kecil. Penjualnya namanya Bu Noto. Dulu lokasi warungnya berada di jalan Cendana samping Pasar Pahing Kediri. Tetapi sesudah ada renovasi pasar, kini lokasinya tepat di ujung barat pasar Pahing jadi masuk jalan Cendana dan HOS Cokroaminoto. Gampang mencarinya, menggunakan spanduk kuning bertuliskan Warung Sederhana. Ketika aku mengunjungi warung ini beberapa waktu yang lalu, Bu Noto langsung menyapa dan menanyakan kabar ibuku saat aku memasuki warungnya. Perempuan yang sudah cukup tua dan selalu mengenakan kebaya ini memang mengenal baik mamaku. Maklum anak dan cucunya ada yang jadi murid mamaku. Aku langsung tertarik melihat makanan yang tersedia di mejanya. Bu Noto khusus menjual nasi campur. Isinya gudeg, bumbu bali ayam, dan sambal goreng kering tempe. Gudegnya tak seperti gudeg jogya, rasanya tidak manis. Bumbu bali ayamnya terdiri dari berbagai bagaian tubuh ayam seperti dada, paha, sayap, kepala dan lain-laian. Pembeli bisa memilih sesudai selera. Sambal goreng kering tempenya manis dan pedas. Selain itu ada juga urap dengan berbagai sayuran dan bumbu kepala parut. Pokoknya makan nasi campur bikinan Bu Noto haujek deh.Bu Noto juga menjual lauk tambahan seperti tahu/tempe bacem dan telur dadar goreng. Sedangkan lauk favoritku di sini adalah garang asem yang dibungkus daun pisang. Isinya adalah potongan tulang ayam dan usus ayam. Dimasak dengan santan cair, tomat dan bumbu-bumbu. Rasanya suedep dan pedas. Harganya juga tak mahal. Umumnya pembeli nasi campur bu Noto ini untuk dibawa pulang. Langganannya banyak sekali makanya jika tak ingin kehabisan mesti buru-buru ke warung ini. Sebab warung yang buka pukul 4 sore ini kadang sudah tutup pada jam 8-9 malam. Bila Anda berkunjung ke Kediri silakan coba nasi campur Bu Noto. 

Kamis, Januari 28, 2010

Es Mbok Boo


Tadi siang aku sengaja pasang foto es mbok boo di album foto campur-campur facebookku.Hasilnya aku langsung dapat jerit cacimaki teman-temanku Kediri yang kini berdomisili di berbagai penjuru tanah air dan jarang bisa mudik ke kediri.Maklum saja es mbok Boo merupakan salah satu ikon kuliner minuman ngetop di kediri. Makanya banyak yang suka kangeningin minum es ini termasuk teman-temanku. Entah sejak kapan warung es mbok bo berdiri,aku tak tahu. Yang jelas pasti sudah lebih dari 30 tahun.Terus terang sejak aku sering mampirdi warung ini pemiliknya alias mbok Bo sudah tiadadan digantikan anaknya sebagai penerus. Lokasi warung es ini berada dijalan Joyoboyo Kediri atau tak jauh dari belakang Kediri Mall. Warungnya tak terlalu luas tapi nyaman.Jika musim libur, siap-siap saja tak mendapat bagian kursi. Bahkan kadang ada pembeli alias pemudik yang rela bawa tikar supaya tetap bisa nikmati minum es mbok Boo meski harus duduk lesehan di tikar. EsmbokBoo ini sebenarnya hanya es degan.Keistimewaannya disajikan bareng agar-agar ,santan dan sirup.Agar-agarnya tidakmanis tapi menggoyang lidah.Sirupnya berwarna merah,manis dan harum sekali baunya.Khas banget deh dan sulit dijumpai di tempat lain. Rasanya sueger dan nikmat minum segelas es degan agar-agar bikinan warung es mbok Boo. Selain itu harganya murah.Segelas es degan itu hanya dipatok harga 3500 rupiah. Jika suka bisa menambah tape ketan yang kadang tersedia dalam bentuk bungkusan. Sedangkan jikalapar,warung ini juga menyediakan rujak cingur yang lezat. Boleh dicoba jika Anda mampir ke Kediri.    

Rabu, Januari 27, 2010

Bakso Barokah 313



Selama aku cuti di Kediri hampir setiap hari turun hujan. Tak perduli siang bolong pun juga sudah turun hujan. Seringnya hujan ini diiringi angin hingga membuat badan kedinginan. Kalau sudah dingin begini pinginnya makan yang panas-panas. Bakso panas sepertinya memang salah satu menu yang cocok untuk dipilih. Untungnya rumahku tak terlalu jauh dengan warung Bakso barokah 313 yang cukup terkenal di Kediri makanya begitu pingin bakso langsung deh aku meluncur kesana. Bakso Barokah ini sudah populer sejak jaman aku sekolah. Dulu warung pertamanya berada tepat di utara SD Burengan kompleks (1,3) tapi kini pindah ke depan SD Burengan 2 meski masih sama-sama berada di jalan Letjen Suprapto Kediri juga. Bila dulu warungnya kecil kini warungnya sangat besar dan bisa menampung sekitar 100 orang. Herannya tak pernah sepi pengunjung apalagi pas hari libur. Saat aku bersama teman masuk ke warung Bakso Barokah ini sempat kebingungan cari tempat duduk karena cukup ramai sekali. Untungnya kami langsung dapat meja dan tempat duduk di pojok belakang. Aku sempat bertanya-tanya bagaimana cara memesan ternyata tak berselang lama sudah hadir salah satu pelayanan dengan seragam kaos hijau muda membawa nampan dengan beberapa mangkuk bakso. Jadi mereka sudah langsung menyuguhkan baksonya berapa mangkuk yang kita mau. Kami pun meminta dua mangkuk bakso. Tak berselanglama datang pelayan berseragam juga dengan membawa berbagai jenis minuman, ada es degan, es dawet, es teh dan es jeruk. Kami pun meminta es degan sebagai teman makan bakso. Sesudah makanan siap kami pun langsung memakannya. Dalam semangkuk bakso ini  mereka menyajikan 5 pentol bakso berukuran cukup besar. Baksonya berwarna coklat keputihan.  Tekstur baksonya halus, tak berserat. Kenyal. Jadi kita bisa menyantapnya dengan nikmat. APalagi rasanya uenak, tak terlalu asin. Sedangkan kuahnya juga tak terlalu banyak. Isi kuahnya ada mihun dan rajangan seledri dan bawang goreng. Rasa kuahnya tidak terlalu asin juga. Perpaduan bakso dan kuah ini benar-benar mantap deh. Apalagi jika dimakan dengan sambal tambah top banget. Sayangnya aku tidak melihat gorengan bakso. Jika ada tentu lebih asyik lagi. Untuk menghilangkan rasa pedas aku langsung meminum es degan yang sudah kupesan. Slurp, segar dan tak terlalu manis. Puas deh. Untuk Seporsi bakso dan segelas es degan kita hanya bayar 10 ribu perak. Mengenyangkan dan Murah deh.

Nasi Gurih


Memenuhi permintaan salah sahabat dan partner jalan-jalanku, Pu, maka kali ini aku ingin coba nulis mengenai Nasi Gurih Kediri. Sebenarnya nasi gurih bukan menu utama sarapan di Kediri. Makanya kurang begitu familiar. Tapi buat penggemar kuliner Kediri sekali tempo mesti mencoba makanan yang cukup menggoda hati ini. Kebetulan aku baru cuti selama 5 hari di Kediri. Makanya aku bisa menyempatkan diri mencoba makan nasi gurih yang dulu jadi langgananku. Jangan membayangkan depot atau warung sebab bukan dua-duanya. Penjual nasi gurih ini menjual dagangannya di emperan rumah atau teras rumah milik warga keturunan China yang berlokasi di Jalan Untung Suropati Kediri. Saat aku dan kakakku kesana sudah takkutemui lagi sosok perempuan tua yang dulu biasa menjual nasi gurih ini. Menurut berita yang kudengar ternyata Mak Sadinem, penjual nasi gurih yang sudah puluhan tahun biasa melayani pelanggannya itu telah tiada. Kini anaknya, mbak Rubiah, yang menggantikannya. Meski begitu tak ada yang berubah dari cara mereka berjualan. Mengikuti jejak ibunya, mbak Rubiah masih tetap mempersiapkan barang dagangannya dalam sebuah rinjing yang ditutupi daun pisang. Ia menjual seporsi nasi gurih dengan harga 8 ribu perak yang disajikan dalam pincuk daun pisang. Isinya nasi gurih sayur sambal goreng pepaya muda, dan ayam. Nasi gurihnya mirip dengan nasi liwet made in Solo tapi rasanya lebih asin. Sayur sambal gorengnya tersedia dalam dua jenis, pedas atau tidak pedas. Warna sayurnya kemerahan, pepayanya dipotong kotak kotak dan dicampuri tahu putih yang tidak digoreng. Dalam sayur tersebut sengaja ditambahi lagi cabe rawit rebus yang bisa dilahap jika Anda merasa sayurnya masih kurang pedas lagi. Menurutku sayur ini rasanya muantap tidak terlalu manis atau asin. Ayamnya tersedia dalam dua bentuk yaitu bumbu opor kuning kering dan goreng. Kita bisa memilih suwiran atau bagian-bagian ayam yang kita sukai misal sayap, paha, dada, rempeloati, kulit dan sebagainya. Memakan perpaduan nasi gurih, sayur sambal goreng kates/pepaya muda dan ayam ini benar-benar uenak. Maknyus. Makanya banyak yang suka. Bila kalian sedang berkunjung ke Kediri dan ingin mencoba sarapan nasi Gurih Kediri ini mesti berangkat pagi-pagi sebab agak siang sedikit sudah habis dan tak terlihat penjualnya lagi. Nasi Gurioh Kediri pancen oke.

Senin, Desember 28, 2009

Sop Ayam


Semula tak ada dalam rencanaku untuk mudik. Tetapi karena teman-teman tiba-tiba mengajak menjenguk salah satu teman kantor yang kecelakaan dan dirawat di rumah sakit Bayangkara Nganjuk maka kemarin aku pun sempatkan pulang ke Kediri sepulang dari Nganjuk. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam saat bis yang kutumpangi memasuki kota Kediri. Perut sudah terasa keroncongan minta diisi maka aku pun memilih mampir ke warung nasi/mi goreng dulu sebelum pulang ke rumah. Soalnya mama sedang berada di Surabaya jadi tak bakal ada makanan di rumah. Sebenarnya di Kediri ada beberapa penjual nasi/mi goreng yang terkenal tetapi kali ini aku memutuskan mampir di salah satu warung mi/nasi goreng yang biasa jadi langganan di kawasan Dandangan. Sejak aku masih sekolah, aku bersama teman-teman sudah biasa makan di tempat ini. Dulu penjualnya familiar dipanggil mbah Riman. Seorang perempuan tua yang berjualan di warung tenda di pinggir jalan KKO Usman itu. Kini mbah Riman sudah tak ada. Usahanya diteruskan oleh pak Yasin yang sebelumnya merupakan tangan kanan dari mbah Riman. Tempatnya pun sudah bukan di emperan jalan lagi tapi sudah menempati sebuah rumah yang ditata sedemikian rupa supaya enak untuk tempat makan. Pak Yasin duduk dan memasak pesenan makanan di atas tungku arang dengan bahan-bahan disiapkan dikiri kanannya sehingga memudahkannya jika mengambil bumbu-bumbunya. Beberapa pembeli lebih suka duduk di bangku yang berada didepan, kiri dan kanannya supaya bisa melihat ia memasak secara langsung. Dalam melayani pembelinya pak Yasin hanya dibantu oleh istrinya. "Kok suwe mbonten mriki mbak," sapa bu Yasin saat melihatku memasuki warung mi-nya. Ia memang sudah lama mengenalku sebab aku biasa datang ke warung ini bersama keluarga atau teman-teman. Yang sering sih nongkrong dan ngobrol berlama-lama di sini bersama sahabat-sahabatku kalau kami sama-sama janji mudik di Kediri makanya mereka sudah sangat familiar denganku. Menu yang dijual pak Yasin sebenarnya sama dengan yang lain, nasi goreng/mawut, migoreng/godog, krengsengan dan sop. Tapi menu favoritku bila makan di warung ini adalah sop ayam. Sop ayam buatan pak Yasin menggunakan sayur sawi/kobis, kentang, dan tomat. Selain itu juga diberi potongan ayam dan telur. Yang membuat beda dengan tempat lain, sop ini juga diberi suun. Jadi hampir mirip suun rebus komplit. Aku lebih suka memesan sop pedas atau menggunakan sambal yang banyak. Jadi rasa kuahnya asin, manis, dan pedas. Dimakan panas-panas lebih maknyus. Apalagi jika ditambah acar mentimun bakal lebih nikmat lagi. Sop ini biasa dimakan dengan nasi tetapi menurutku tanpa nasi pun tak masalah dan sudah mengenyangkan sebab porsinya sepiring penuh. Harganya juga murah sekitar 6000-7000 perak. Bila sedang flu kusarankan makan sop ini panas-panas supaya mengurangi siksaan pilek. Sebab sop ini menggunakan bawang putih banyak yang bisa membantu meredakan flu. Kalau merasa kurang puas, pesan jahe panas juga. Jahe panas bu Yasin langsung dibuat dari jahe asli dan gula merah yang diseduh dengan air panas. Diminum setelah makan sop panas wow pasti bisa menghangatkan badan. Paduan sop dan jahe panas ini juga cocok disantap saat musim penghujan deh biar badan tak kedinginan. Tak percaya? Silakan coba.    

Rabu, Desember 23, 2009

Chinesse Food Model Kediri


Pernahkah Anda punya pengalaman buruk saat antri makanan di warung kali lima/depot ataupun resto? kalau jawabannya pernah berarti sama denganku. Aku sudah beberapa kali dibuat dongkol penjual makanan. Salahsatunya di warung Chinesse Food spesial ayam di Kediri. Meski kejadiannya sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun yang lalu tapi tetap teringat sebab ngeselin. Bayangin aku dan saudaraku sudah capek-capek antri tapi penjualnya curang. Dia bolakbalik duluin pelanggannya yang datang belakangan daripada pembeli lain yang udah antri lama. Hingga akhirnya habis kesabaranku, begitu selesai giliran makanan pesenanku dijual langsung kusemprot penjualnya. "Pak, lainkali kalau jualan yang benar dong. Mestinya harus nurut antrian," semprotku sembari ngeloyor pergi. Mungkin pedagangnya ga ngira ada juga pembeli yang berani memarahinya. Tapi itu mesti dilakukan supaya dia tak seenakperut mentang-mentang laris. Bahkan karena kejadian itu aku sudah berjanji tak bakal mau datang ke warung itu lagi. Ga apa-apa makan masakannya asal bukan aku sendiri yang berangkat ke warung itu daripada bete. Lama sudah berlalu tiba-tiba omku memberi kami sebungkus mi goreng capcay yang uenak. Saat ditanya beli dimana ia bilang di tempat pak Yen. Aku jadi ingat itulah nama penjual chinese food yang bikin aku sewot dulu. Tiba-tiba beberapa hari berikutnya kakakku menawarkan diri untuk berangkat membeli makanan di warung mi pak yen. Aku bilang terserah asal bukan aku yang berangkat. Ternyata sekarang warungnya sudah tidak berada di tempat yang lama/depan bank Danamon HOS Cokroaminoto. Kini pak Yen membuka depot Chinesse Food di jalan Halim Perdana Kusuma atau utara Pasar pahing Kediri. Depotnya sudah permanen tak seperti dulu yang hanya merupakan warung kecil. tapi soal antri tetap panjang dan lama. Waktu pertama beli makanan di tempat tersebut, kakakku sempat marah sepulang dari sana. Sebab ia mengalami kejadian sama denganku yaitu bolakbalik diduluin pelanggannya. Tapi beberapa hari berikutnya ia menawarkan diri kembali membelikan makanan di depot tersebut. Akhirnya kami tahu rahasianya supaya bisa dapat giliran cepat alias tak perlu capek-capek antri demi sebungkus bakmi/capcay. " Ternyata semua sms dulu makanya begitu datang langsung dimasakkan."   Kakakku pun jadi menirunya, selalu SMS dulu menu makanan yang dipesan ke no hp  pemilik depot Chinesse food itu sebelum berangkat kesana. Jadi begitu datang udah tinggal ambil. Enak kan. Depot Chinesse Food milik Pak Yen ini menyajikan berbagai menu seperti bakmi goreng, nasi goreng, capcai, koloke, puyunghai. Semuanya lezat alias enak. Jangan khawatir Halal kok. Selain lezat, harganya murah, porsinya besar. Satu porsi mi/nasi goreng hanya 7000 perak dan bisa dimakan 2-4 orang.  Kolokenya juga maknyus. Seporsi cuma 10000 rupiah. Buanyak banget bola-bola daging ayam dan kuahnya. Rasa manis, asin dan asamnya pas menggoyang lidah. Dimakan dengan nasi dan acar tambah uenak.  Makanya buat penghobi Chinese Food bisa coba makan koloke di depot ini jika lewat di kediri. Tapi mesti sabar antri ya.hehehe

Senin, Desember 21, 2009

Sate Ayam Patimura


Minggu lalu ada undangan reuni teman-teman alumni SMAku di Surabaya lagi. Nggak enak bolak-balik aku selalu bilang, "Sorry aku absen, lagi di Jakarta." Maka kali ini kusempatkan diri untuk hadir karena kebetulan tiap menjelang natal dan tahun baru pekerjaanku agak longgar dan aku lebih banyak berada di kantor Surabaya  daripada di luarkota. Karena waktu itu Surabaya abis diguyur hujan deras aku mesti hati-hati sebab mesti menerobos kemacetan jalanan dan sisa-sisa banjir yang masih menggenang dimana-mana. Sesampainya di Tenggilis, basecamp teman-temanku di Surabaya aku sudah disambut teman-teman yang sudah berkumpul disana. Rencana semula kami akan menengok teman yang istrinya baru melahirkan di Sidoarjo tetapi karena jalanan banjir dan macet maka kami memutuskan untuk konkow-konkow saja di Tenggilis. Kebetulan salah seorang teman yang hadir dari Jakarta bertindak sebagai bos kali ini dan mentraktir kami makan sate ayam. Kami dipersilakan menyantap sate ayam dan lontong/nasi. Rasanya enak rek, gratis pisan.hehehe. Bicara mengenai sate ayam, aku jadi ingat kalo itu merupakan salah satu makanan kegemaran ibuku. Jika aku pulang ke Kediri dan bertanya pada beliau "Ingin dibelikan makanan apa,Ma?" Lebih sering jawabnya "Sate ayam Patimura ae." Sate Ayam Patimura itu maksudnya sate ayam yang dijual di jalan Patimura Kediri yaitu sate ayam khas Ponorogo. Sebenarnya di Kediri cukup banyak pedagang sate ayam Ponorogo. Yang paling terkenal  adalah Sate Ayam Pak Siboen di jalan Panglima Sudirman  Kediri. Sate Ayam Pak Siboen sudah ada sejak dahulu kala. Kini buka 24 jam dan sudah buka cabang di beberapa kota besar seperti di Jakarta, Malang dan Tuluang Agung. Bahkan dengar-dengar baru buka cabang lagi di Royal Plaza Surabaya. Selain sate ayam Siboen, di Kediri juga ada sate ayam cak Man dan sate ayam cak Ran di jalan Panglima Polim, sate ayam pak Rizal di Patimura dan dibeberapa tempat lainnya. Sekarang ini keluargaku lebih suka membeli sate ayam ponorogo di tempat pak Rizal. Lokasinya di jalan Patimura Kediri tepatnya di barat deretan toko oleh-oleh tahutakwa dan getuk pisang khas Kediri yang cukup terkenal itu. Sate ayam Patimura ini dijual di sebuah gerobak dorong. Gerobak dorongnya di letakkan di tepi jalan. Jadi pak Rizal memanggang satenya di tepi jalan. Bila pembeli ingin makan di tempat, sudah disediakan tikar lesehan di emperan toko. Pembelinya bisa makan sembari melihat mobil dan motor yang lewat di depannya. Sate ayam buatan pak Rizal maknyus. Kita bisa memilih daging, kulit atau rempeloati. Semuanya dipanggang dengan api sedang jadi tetap matang dan lunak meski tidak sampai gosong. Bumbunya bumbu kacang sama seperti bumbu khas sate Ponorogo. Rasanya pas, manis dan asinnya. Bila tak suka terlalu manis jangan minta tambah kecap di bumbunya. Irisan brambang dan sambal cabenya membuat sate yang kita makan tambah terasa lezat. Harga seporsinya hanya 9 ribu perak. Jika ingin menu lain, pak Rizal juga menjual ayam bakar yang mantap pula. Sembari menunggu sate siap dihidangkan kita bisa membeli dan minum es degan yang dijual pedagang es disebelahnya. Sip to. Kalau pingin sate ayam Ponorogo di Kediri bisa langsung menuju sate ayam patimura deh.

Kamis, Desember 03, 2009

Camilan




Sekarang aku lagi ngebut kerjaan kantor karena besuk udah harus berangkat tugas ke Jakarta lagi. Di saat sibuk seperti ini, kok perutku terasa keroncongan. Padahal tadi udah makan siang. Sekarang juga masih jam 3 sore, kalau nunggu waktu jam makan malam mana tahan.hehehe. Tiba-tiba aku bayangin andaikan sekarang ini ada yang berbaikhati ngirimin makanan ke kantor pasti seneng bangeet. Martabak telur panas,omelet mie, risoles, atau onion ring tak bakal ditolak dan langsung dimakan. Maunya tuh. Aku jadi ingat semasa kecil dulu, biasanya aku nunggu penjual jajanan kalau sore-sore begini. Di Kediri biasa ada penjual jajanan keliling. Ada yang jual lupis, cenil, gatot dan berbagai jajanan pasar yang uenak. Sepertinya sekarang penjual jajan gendong seperti itu sudah tak ada. Kita mesti pergi ke pasar pahing dulu bila pingin jajan. Di sepanjang jalan pasar pahing/HOS Cokroaminoto Kediri memang ada beberapa penjual jajanan ndeso itu. Kalau malam, selain jajanan itu juga ada penjual puthu, dan gethuk. Keduanya dimakan dengan parutan kelapa. Berhubung rasane muanis aku jarang mau makan banyak-banyak. Ada juga penjual terang bulan/martabak manis. Yang lucu isi dari terangbulan itu kita boleh pilih. Mau isi parutan kelapa, kacang ijo, kacanghitam, selai, kacang, coklat atau keju, terserah. Harganya juga tidak mahal cukup 5000 perak dan bisa disantap sekeluarga. Pingin berbeda, bisa pilih roti bakar dengan berbagai rasa atau jagung bakar. Atau beli berbagai macam gorengan seperti tahu isi, ote-ote dan telo keju yang asin dan gurih. Pokoke semuanya enak dimakan panas-panas. Waduh ngomongin jajanan aku jadi tambah lapar nih. hehehe

Selasa, Juni 02, 2009

Tahu Telor, Tahu Thek atau Tahu Lontong


Masakan khas Jawa Timuran sangat beragam. Salah satunya adalah tahu telor atau tahu tek. Entah sebenarnya yang uasli tahu tek itu dari mana aku tidak tahu. Hampir setiap kota di Jawa Timur punya tahu telor khas masing-masing. Contohnya saja di Surabaya, sebagai ibukota Jawa Timur, pedagang tahu tek atau tahu telornya saja memiliki resep dan rasa masakan yang berbeda-beda. Hal ini bisa dimaklumi karena pedagangnya ada yang berasal dari Lamongan, Jombang, Malang yang biasa masak tahu telor dengan cara sendiri-sendiri.
Di Surabaya ada beberapa warung Tahu Thek yang cukup laris seperti Tahu Thek pak Ali di jalan Dinoyo (tapi maaf beribu maaf aku kurang cocok dengan tahu thek bikinan warung ini karena menurutku terlalu banyak petisnya), lalu ada Tahu Thek warung rujak Delta, depot Tunjungan. Tapi semua rata-rata sama, lebih banyak terasa petisnya, persis seperti yang biasa disajikan pedagang tahu thek keliling yang biasa lewat di perumahan rumahku.
Terus terang aku lebih suka tahu thek atau tahu telur model kediri. Di Kediri orang biasa menyebutnya Tahu Lontong karena biasa disajikan dengan lontong. Tahu lontong di kediri lebih sedikit petisnya. Rasanya jelas lebih nikmat menurutku. Di kediri cukup banyak penjual tahu thek yang luaris dan uenak rasanya. Salahsatunya adalah Tahu lontong di jalan Monginsidi. Warung tahu lontong Monginsidi sangat laris, enak dan lebih banyak kecap dan kacangnya dibanding petisnya. Tapi buat yang lebih suka memakan tahu telor tanpa lontong tidak kusarankan makan di warung ini karena penjualnya agak judes dan selalu menolak menjual tahu telor tanpa nasi/lontong.
Salah seorang teman menyarankan membeli tahu lontong yang uenak di barat dealer Aries Motor jl. Untung Suropati Kediri. Katanya uenak tapi sorry aku belum pernah coba. Di sepanjang jalan Hos Cokroaminoto jugabanyak penjual tahu lontong ini seperti di depan ponpes LDII dan di sebrang Candra Motor (lemah duwur). Rasanya tentu lumayanlah. Pembeli bisa meminta cabe yang diuleg sebanyak yang ia mau. Mau pedas ya minta aja cabe yang banyak. Lebih nikmat lagi dimakan dengan kerupuk.
Sebenarnya soal tahu telur aku lebih suka tahu telur buatan mamaku sendiri. Sebab tahunya jelas pilihan sebab membeli tahu putih yang uenak di Sari Lezat Poo atau LTT2. Dengan bumbu yang pas rasanya, dan taburan bawang goreng serta kacang goreng yang banyak tentu lebih lezat. Kadang-kadang bila sedang tidak malas aku mau juga masak tahu telur sendiri sebab tidak sulit. Andapun bisa mencobanya.

Tahu Telor

Bahan : - Tahu putih
- Telur ayam
- garam dan merica
- Taoge
- Seledri
- Bawang merah goreng
- kerupuk

Bumbu : - cabe rawit (sebaiknya direbus dulu)
- garam gula
- petis udang,
- kecap manis
- bawang putih
- kacang tanah yang sudah digoreng

Cara memasaknya :
- Tahu putih dipotong dadu dan dimasukan kedalam kocokan telur yang sudah dibmbui garam dan merica bubuk secukupnya. Aduk secara hati-hati dan goreng dengan minyak goreng hingga matang atau setengah matang (sesuai selera)
- Rebus taoge hingga masak
- Haluskan bumbu, tambahkan petis dan kecap secukupnya saja
- Penyajian siapkan piring, atur tahu, pasang taoge rebus, guyur dengan bumbu. Tambahkan rajangan seledri, daun bawang, kacang goreng dan bawang goreng. Terakhir tambahkan kerupuk.
-Bisa dimakan dengan nasi atau lontong sesuai selera

Selamat memasak

Bothok


Aku tidak tahu sejak kapan aku menyukai makanan yang namanya Bothok. Semenjak aku kecil makanan tersebut sudah biasa dihidangkan di rumah dan entah mengapa aku begitu menyukainya. Dulu saat masih duduk di taman-kanak-kanak, aku ingat punya pembantu rumah tangga yang namanya mbok Yem. Ia sangat mahir masak apapun. Ia pintar pula masak botok dan aku sangat menggemari masakannya itu. Tetapi sayangnya ia hanya sebentar ikut pada keluarga kami. Karena ia ingin kembali kerja di asrama dimana ia bisa mengekspresikan memasak dalam jumlah banyak. Kalau keluargaku setiap hari disuruh memasak dalam jumlah besar bisa tekor dong hehehe.
Untungnya mamaku bisa pula memasak botok yang enak. Hanya saja seiring semakin tua usianya, mama sudah jarang memasak botok. Bisa dimaklumi karena perlu waktu lama dan agak ribet dalam memasak botok itu. Tapi tak perlu khawatir bila pulang ke kediri aku gampang bisa berburu makanan yang berbahan kelapa ini. Hampir setiap penjual masakan rumahan menyediakan menu botok sebagai salah satu andalannya. Tetapi terus terang tidak semua bisa menjual botok sesuai seleraku.
Dari berbagai penjual botok di Kediri aku hanya punya beberapa orang saja yang bisa memasak botok seenak yang kumaksud. Yang pertama tentu Depot Bu Rahmat. Depot Bu Rahmat yang berada di daerah Pocanan Kediri sebenarnya menjual berbagai menu masakan rumah seperti urap, ayam bakar, sayur bening, lele bumbu dan sebagainya. Tetapi ia juga menjual aneka botok seperti botok kemangi, botok tahu/tempe, sembukan dan sebagainya. Rasanya pedas asin, dan uenak. Hanya saja setelah kutelusuri botok yang dijual di depot itu bukan dimasak sendiri mereka tapi merupakan titipan tetangganya. Kapan hari aku membeli botok di warung nasi di kawasan jl.Ronggowarsito kediri. Bentuk dan rasanya persis seperti yang dijual di depot bu Rahmat. Jadi bisa disimpulkan botok itu bikinan warga pocanan yang entah siapa namanya. Pokoke mantap. Harganya kalau dulu masih dibawah 1000 perak. Entah sekarang. Aku suka pula dengan bothok yang dijual pedangan sayur kakilima di depan toko jamu dua putri dewi/jl. Hos Cokroamintoto Kediri. Harganya hanya 750 rupiah tapi rasanya uenak, pedes asinnya pas. Pokoke bikin ketagihan deh. Walaupun begitu sebenarnya pada dasarnya bothok bikinan orang Kediri masih tetap lebih enak dibanding daerah lain (couvinisme banget)hehehe. Mungkin karena menggunakan kelapa muda yang menambah lezat rasa botok ini.
Di Surabaya aku agak kesulitan berburu botok yang enak. Aku sudak mencoba berbagai botok yang dijual di warung-warung nasi di Surabaya tapi rasanya mesti kurang nikmat. Selain kelapa parutnya sedikit, juga selalu tua (biasa disebut kerasah). Ga enak banget. Tapi beberapa waktu yang lalu aku tak sengaja menemukan botok enak di Surabaya. Di warung Mejoyo tempat sarapan favoritku sebenarnya sudah lama menjual botok tapi botok tahu tempe buatannya menurutku kurang makyus.
Tiba-tiba baru-baru ini mereka menjual botok daun sembukan yang merupakan titipan salah satu rekannya. Rasanya uenak banget. Dengan harga 1000 perak saja itu botok sudah bikin kita puas. Asin, pedasnya pas. Jan uenak pol. Baru-baru ini aku menemukan lagi botok enak di penjual gorengan yang biasa mangkal di depan depot Rejeki jl. Karah Agung. Botok onthong buatan penjual ini haujek. Bikin aku ketagihan deh. Aduh jadi pingin buru-buru makan botok lagi deh. Botok biasa dimakan dengan nasi putih saja sudah enak. Tapi lebih lengkap bila ditambah sayur bening. Jadi tambah segar. Sebenarnya jika mau kita bisa memasak botok kemangi sendiri. Bahan dan cara membuatnya sebagai berikut :

Bothok Kemangi

Bahan : Parutan kelapa muda (dari 1 buah kelapa yang besar)
Daun kemangi, Daun pisang (untuk membungkus), bithing
Bumbu, 5 butir bawang putih, 1 iris terasi, 10 biji cabe rawit, 2 cm laos, gula dan garam putih secukupnya.
Cara membuat : - uleg semua bumbu hingga halus.
- campur bumbu dan parutan kelapa muda serta daun kemangi
- bungkus dalam daun pisang dan ditutup dengan biting (kira-kira jadi 10 bungkus)
- kukus dalam dandang hingga masak dan kemudian siap disajikan. (Lebih enak jika dimakan dalam keadaan panas).

Silakan mencoba

Kamis, April 16, 2009

Mi Kediri


Sabtu besuk aku sudah mesti berangkat tugas ke Jakarta lagi. Tapi aku sempatin pulang sebentar ke Kediri. Selain melepas kangen dengan mama, tentunya rindu pula akan makanan makanan khas kediri yg udah agak lama terlupakan selama aku di Surabaya. Salah satu menu yang kali ini ingin kusantap adalah mi tektek.Aku tak tahu mulai kapan menu mi goreng jadi terkenal di kota kediri. Mi goreng made ini kediri tuh emang lain daripada yang lain. Mi nya digoreng dengan menggunakan arang. Dimasak dengan menggunakan telur dan irisan ayam.Terkadang juga dengan irisan tomat. Yang bikin lezat adalah menggunakan kaldu daging ayam pula. Sebenarnya ada tiga versi mi yang tersedia yaitu mi goreng biasa, rebus dan nyemek (setengah goreng setengah rebus). Umumnya penjual mi goreng di Kediri tak hanya menjual menu mi goreng saja meski itu yang paling di gemari tapi juga menjual nasi goreng, nasi mawut (mi campur nasi), sop dan krengsengan ayam. Rasanya tentu sama enaknya dengan mi goreng. Takheran jadi makanan kebanggaan kota kediri. Sekarang ini cukup banyak penjual mi tektek di kediri. Di sepanjang jalan utama, seperti jalan doho, patimura, hayam wuruk hingga pasar pahing banyak berjejer penjual mi tektek ini. Tentunya setiap orang punya langganan sendiri-sendiri. Jika sedang musim,liburan hampir sebagian besar pedagang mi ini rame dikerumi pembeli. Berdasarkan survey beberapa penjual mi tektek yang paling laris di kediri diantaranya adalah Mi tektek pak Man jalan setasiun, mi pak No depan kantor telkom jl. Hayam Wuruk, mi Pendek jl Hasanudin, Mi pakTemon Gudang Garam Dandangan dan mi mbah Riman di Sersan KKO Usman. Harga mi/nasi goreng tersebut bervariasi mulai 5000 perak hingga 8000 perak. Terus terang aku tidak terlalu fanatik makan mi pada satu tempat sebab menurutku sebagian besar mi kediri enakrasanya. Aku sekarang paling suka nongkrong makan mi di depan hotel penataran jalan doho. sebab selain karena tempatnya asyik buat ngobrol ama teman2 juga bisa sekalian minum es degan yang dijual di sebelahnya. Atau jika pingin takut ga kehujanan nongkrong di warung mi mbah riman di sersan KKAO Usman. Kalo disini lebih nyantai lagi buat ngobrol lama2, sekalian ikut nonton TV sambil makan mi dan minum jahe panas. Nikmat. Saking terkenalnya mi kediri, sekarang sudah banyak pedagang mi kediri ini yang membuka gerai atau cabang dikota-kota besar seperti Malang, Surabaya dan Jakarta. Pokoke soal makanan kediri top abis.

Senin, Maret 02, 2009

Mr. Huh Hah



Dua minggu lalu saat kebetulan aku lewat di sekitar daerah Bendon Kediri aku melihat sebuah kedai makan baru. Warung spesial sambal, sedia 23 jenis sambal, 14 jenis lauk, 8 sayuran. Melihat propaganda itu bikin aku kepengin, tapi karena saat itu perutku lagi error maka ga berani mampir. Dua hari lalu saat aku kembali mudik di Kediri, aku ajak mbakku untuk nyobain makan di warung spesial sambal itu. Lokasi warung ini di jalan Kusumabangsa Kediri dekat warung Bakso Raja yang lebih dulu terkenal. Begitu masuk ke warung spesial sambal ini, aku melihat jajaran meja kursi kayu seperti gaya rumah makan tradisional umumnya orang Jawa. Warung ini juga menyediakan kaos-kaos yang ada tulisannya macam-macam kayak model Dagadu. Pelayannya pun mengggunakan kaos oblong yang ada tulisannya juga. Aku jadi terpikir mungkin warung ini cabang warung sambal yang ada di jl.kaliurang Jogya atau yang di Foodcourtnya SGM Solo. Begitu kami duduk kami diminta memilih menu yang tersedia, beragam jenis sambal seperti sambal teri, sambal tempe, sambal tahu, sambal bawang, sambal lombok hijau, sambal terong, sambal trasi dijual dengan harga relatif murah seribu rupih hingga 2000. Sedangkan beragam lauknya seperti tahu, tempe gorengm telur dadar, telur ceplok, lele, cumi, nila, harganya mulai 200 perah hingga 6000 rupiah. Trus nasinya perporsi cuma 2000. Beragam minuman yang dijual seperti es teh hingga bermacam juice harganya juga masih dibawah 5000. Pokoke kesanku satu, murah. Kami sengaja pesan sambal tempe, sambal tahu, sambal terong, cumi goreng tanpa nasi dan es coklat. Begitu menu datang terlihat cukup untuk kami karena ukurannya mungil-mungil. Tapi begitu kami mencoba makan sambal tempe dan sambal tahunya kami langsung berkata puedas buanget. Gila. Benar jika di dinding warung ini ada tulisan Mr. Huh Hah. Aku yang demen sambal aja langsung ampun-ampun. Sambal terangnya juga pedas banget. Kami langsung minta tambah tahu goreng untuk hilangkan pedas tapi tetap ga kuat dengan pedasnya. Makan sambil meringis ringis kepedesan dan pingin ketawa. Minta tambah air mineral sayangnya warung ini tak menyediakan jadi terpaksa tambah es jeruk nipis. Karena kami sebelum makan udah terlanjur pesan sambal tempe dan sambal tahu lagi terpaksa kami bungkus bawa pulang daripada tambah kepedesan. Mungkin kalo pake nasi tak bakal sepedas ini. Lebih baik lain kali pesan satu jenis sambal aja, lainnya yang banyak lauknya jadi ga terlalu kepedasan. Tapi enak juga kok.Makanya kusaranin bagi yang pingin cobain makan super pedes layak datang ke warung ini saja.Tapi bagi yang ga doyan jangan nekat nyobain. Mungkin komentarnya seperti kakakku. "Ini makanan atau Racun" hahaha Wis pancen Mr.Huh Hah tenan.

Kamis, Desember 18, 2008

Bakso pak sari

Liburan di kediri tentu tidak asyik jika tidak dilengkapi dengan acara berburu makanan. Salahsatu menu yang kujadwalkan pingin dimakan adalah baksonya pak sari. Warung bakso pak sari memang lumayan ngetop di kediri. Warung bakso ini sudah ada sejak jaman bahuela. Dulu letaknya di timur SMA 1 kediri depan taman sekartaji. Kalau sekarang lokasinya sudah pindah, masih tetap di jalan veteran juga tapi di depan SMA 1.sejak masih SMA aku sudah ngefan baksonya pak Sari.Dulu penjualnya pak Sari sendiri bersama istrinya tetapi sekarang pak Sari sudah tiada sehingga istri dan anaknya yang meneruskan usaha baksonya.Tetapi jangan khawatir soal rasa masih tetap seenak yang dulu, pokoknya beda banget dengan bakso-bakso lainnya di kediri deh. Kuahnya itu rasanya enak banget, apalagi jika diberi tambahan jeruk nipis. Baksonya kecil-kecil, tapi tetap lezat rasanya. Salah satu menu andalan warung bakso pak sari lainnya adalah gorengan bakso. Jangan bayangin kayak gorengan bakso biasa. Beda banget. Sepertinya bahan dasarnya ada campuran sayur-sayuran dan daging. Murah dan enak.Aku paling suka gorengannya ini.Seringnya aku makan gorengan bakso ini dengan kuah saja, sip nikmat.Gorengan ini enak juga dibawa pulang buat camilan di rumah.Pokoe rasanya ngangeni deh. Aduh lapar. mau makan bakso pak Sari deh, moga aja ga lagi libur.

Becak


Aku sedang menikmati liburan di kota asalku, kediri. Setelah hampir dua bulan disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan menghadapi ruwetnya kota besar macam surabaya dan Jakarta, rasanya senang banget melihat suasana kediri yang aman tentram dan damai.Jalan-jalan di kota kediri memang menyenangkan.Meski sekarang sudah ada angkot yang melintasi dalam kota tetapi becak tetap jadi kendaraan favoritku di kediri.Sejak kecil aku terbiasa naik becak jika bepergiaan kemana-mana.Bahkan saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar aku pernah langganan becak untuk pulang pergi ke sekolah.Bagiku Becak merupakan salah satu kendaraan beroda tiga yang paling menyenangkan.Yang jelas ga bikin polusi udara.Selain diJakarta, di berbagai kota becak masih tetap dipertahankan sebagai transortasi umum dalam kota. Tiap kota biasanya memiliki tipe atau model becak sendiri-sendiri. Tapi menurutku becak di kediri yang bentuknya paling pas sebab longgar tempat duduknya.Makanya aku sangat menikmati duduk diatas becak dan berjalan pelan-pelan.Pernah suatu waktu seorang teman dari luarkota berkunjung ke kediri dan mengaku sebenarnya agak keberatan ketika akan aku ajak bepergian dengan menggunakan kendaraan becak. Alasannya bisa dimengerti, katanya kasihan melihat pengemudi becak yang harus mengayuh becaknya dengan susah payah.Sebab terkadang memang ada seorang pria yang sudah sangat tua tapi masih berprofesi sebagai pengayuh becak. Tetapi bukankah lebih kasihan lagi jika dia tidak bisa memperoleh penumpang hingga tak bisa mendapat penghasilan untuk menafkahi keluarganya.Bagaimanapun sudah resiko dari suatu pekerjaan, mesti berpeluh keringat demi mendapat penghasilan.Meski sering dipandang sebelah mata tetapi profesi tukang becak tidaklah seburuk yang dibayangkan.Cukup banyak tukang becak yang bercerita dengan bangga bahwa ia telah sukses menyekolahkan anaknya hingga bergelar sarjana dari hasil jerihpayahnya mengayuh becak seharian.Suatu prestasi yang patut dipuji.asalkan halal suatu profesi pekerjaan layak dihargai.

Minggu, Desember 14, 2008

Soto kediri


Salah seorang teman lama yang sedang bertugas di Chennai India menulis pesan singkat lewat facebook bila ia sangat ingin bisa makan makanan khas kediri. Ia menyebut soto sebagai salah satu makanan yang ingin dimakannya. Bicara mengenai soto, sudah tentu termasuk salah satu menu favoritku. Bisa dimaklumi sedari kukecil soto menjadi menuku sehari-hari. Kebetulan nenekku punya depot soto yang lumayan laris di jalan doho  kediri dan sudah berdiri sejak jaman perang. saat aku masih anak-anak setiap hari aku mesti makan soto ceker. Soto ceker buatan nenekku uenak tenan. cekernya benar-benar empuk dan bumbunya meresap banget. Soto ceker seperti ini sulit bisa didapat lagi. Sejak nenekku tiada, om dan tanteku (salah satu adik mama) yang meneruskan usahanya, tapi jangan tanya soto ceker lagi sebab mereka sudah tidak menjual yang seperti itu. kalau soto ayamnya masih tetap ada dan jadi salah satu tempat wisata kuliner di kediri. Di kediri yang namanya penjual soto memang banyak. mereka punya ciri khas sendiri sendiri. Jika di depot soto ayam "pojok" milik omku menyajikan yang khas dan beda, dimana kuahnya agak kental, dengan potongan ayam suwir. Jika mau bisa ditambah bagian ayam yang dinginkan semacam rempelo ati atau uritan. Selain itu yang lain daripada yang lain adalah bisa dimacam bareng tahu goreng. tahu goreng di tempat ini beda sebab guede banget dan enak. jadi orang sering ketagihan makan tahu panas di tempat ini. kalau banyak-banyak ngomongin tempat itu entar dibilang promosi. Sudah mending ngomongin tempat yang lain saja. Selain depot soto omku, di kediri ada satu depot soto lagi yang lumayan negtop di untung suropati. enak juga sih, cuma jelas modele agak berbeda.Kalau dibilang depot pasti harganya sudah gak terlalu murah untuk orang kediri. Jika mau berburu soto murah, di kediri ada tempat yang namanya bok ijo. Soto bok ijo itu bukan nama satu warung aja. tapi nama pusatnya soto ayam di kediri. Di tempat ini beberapa penjual soto ayam berjejer membuka stan dengan menu yang sama. Sebenarnya dulunya lokasinya di sekitar bisterminal bis tamanan kediri, tetapi lama kelamaan lokasinya ada yang masuk juga ke pelataran halaman terminal tamanan kediri. Varian soto di tempat ini lebih ringan. Kuahnya tidak terlalu kental.Biasanya orang bisa memesan pula ayam bakar entah sayap, atau kepala sebagai teman makan soto.Yang menarik dari soto bok ijo adalah murahnya. harga perporsinya masih murah, cocok untuk ukuran anak sekolah.makanya banyak pelajar yang suka juga jajan di sana.Sampai saat ini aku belum menemukan sebenarnya penjual yang mana yang sotonya paling enak di tempat ini sebab menurutku, mirip-mirip aja.Selain bok ijo, di kawasan branggahan, (antara ngadiluwih -keras), ada pula tempat pedagang-pedagang soto ayam hampir sama seperti ini.Bedanya di tempat ini ada yang mangkuknya lebih kecil.jadi orang bisa makan lebih dari satu porsi. Yang jelas bicara soto ayam, kediri tidak akan kalah.