Bicara mengenai Bogor selalu identik dengan tahun Yunyi, tahu khas Bogor. Makanya begitu melihat salah satu resto di Botani Square Bogor bernama Resto Yunsin aku langsung berpikir ini pasti identik dengan tahun yunyi. Ternyata kayaknya beda.hehehe. Tempatnya luas dan nyaman. Pelayan berbaju batik langsung memberiku daftar menu saat aku duduk di salah satu kursi. Saat kutelusuri daftar menu aku tak menemukan berbagai macam makanan dengan bahan dasar tahu. wah salah. Tapi tak apa. Menunya mirip bakmi GM, berbagai macam mi. Mulai mi ayam, mi bakso, mi tahu bakso, mi pangsit, mi babat dan sebagainya. Tenang makanan halal. Kasirnya aja pakai jilbab.
Bakmi ayamnya lumayan enak. Bakminya kecil-kecil tipis. Rasanya guriih. DIberi taburan garam dan ayam kecil-kecil. Dimakan dengan kuah dan sambal lebih enak lagi. Anda mesti mecoba tahu baksonya. Tahunya kenyal dengan potongan daging bakso yang gurih. Nikmat.
Makan mi dengan tahu bakso jelas lebih maknyus. Tapi jika Anda tak suka tahu bakso, Anda bisa memesan mi pangsit kuah. Pangsitnya lembut dan enak. Takkalah dengan pangsit resto lainnya. Untuk kudapan juga bisa pesan pangsit tanpa kuah tapi dengan bumbu. Hm uenaaak.
Oya di resto Yun Sin ini Anda bisa memilih porsi makanan sesuai keinginan. Ada porsi kecil dan besar. Jadi bisa menyesuaikan kantong juga. hihihi. Untuk minumannya ada beranekaragam. Tapi kalau yang khas Bogor jelas es Pala. Rasanya perpaduan manis dan asem. Hm segar . Ayo dicoba kalau ke Bogor. Tapi minimal siapin uang sekitar 50 ribu/orang ya, daripada kurang.
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Selasa, Desember 18, 2012
Senin, Februari 20, 2012
Asinan Sayur dan Bir Kocok
Berkali-kali ada urusan ke kota Bogor, aku masih saja belum sempat wisata kuliner keliling kota. Turun kereta api di stasiun Bogor, aku cuma hapal angkot 03 jurusan baranang siang dan kemudian mampir ke Botani Square. Botani Square adalah nama salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota Bogor. Lokasinya tak jauh dari kampus pasca sarjana IPB, dekat dengan terminal Baranangsiang juga.
Terus terang kadang bingung, mau makan apa di sini. Kemarin aku kembali masuk ke foodcourt yang ada dilantai atas Botani Square. Kupelototi beragam nama menu yang dijual distan stan yang ada di sini. Akhirnya pilihanku jatuh ke salah satu stand. Kedai uleg. Mereka menjual aneka makanan seperti gado-gado, karedok, ketoprak dan sebagainya. Aku coba pilih yang beda dan terdengar agak berbau khas Bogor. Ya akupun akhirnya pilih asinan sayur.
Memang asinan itu salah satu makanan tradisional di Bogor. Tapi biasanya orang memilih membeli asinan buah untuk oleh-oleh. Kalau asinan sayur kayak apa ya? Wow asinan sayur ini disajikan dengan cantiknya. Isinya mentimun yang diiris dan ditata memutari piring. Didalamnya ada irisan taoge, daun selada dan kubis/kol. Semuanya dalam bentuk mentah. Emang orang Sunda suka makan sayur mentah yo.hehehe. Dan untuk pemanis, diatas sayuran ini ditaburi kacang goreng. Pingin tahu bagaimana rasa saus asinannya? hm amat sangat asam dan pedas. Tapi perpaduan sayur mentah, kacang dan kuah asinan ini enak banget. Sayangnya tanpa kerupuk mi, jadi serasa kurang lengkap. Sepiring harganya sekitar 11 ribu perak.
Sebagai teman makan asinan sayur ini, aku sengaja memesan minuman khas Bogor yang bernama bir kotjok di salah satu stan minuman. Beneran baru sekali ini aku dengar nama bir kotjok. Kalau bir pletok yang khas betawi udah pernah dengar. Ternyata bir kotjok ini terbuat dari berbagai bumbu dapur. Yaitu dibuat dari jahe,cengkeh dan kayu manis serta gula aren. Karena cara membuatnya dengan cara dikocok maka ada buihnya. Makanya tampak seperti bir. Dan dinamakan bir kocok. Bir kocok ini sepertinya hanya ada di Bogor. Bisa diminum dalam keadaan panas atau dingin. Rasanya perpaduan manis dan pedas. Tapi enak kok. Segelas harganya 8 ribu rupiah. Ayo dicoba kalau ke Bogor. Ada beberapa tempat pedagang bir kocok yang tersebar di kota Bogor. Silakan mencari.hehhehe
Terus terang kadang bingung, mau makan apa di sini. Kemarin aku kembali masuk ke foodcourt yang ada dilantai atas Botani Square. Kupelototi beragam nama menu yang dijual distan stan yang ada di sini. Akhirnya pilihanku jatuh ke salah satu stand. Kedai uleg. Mereka menjual aneka makanan seperti gado-gado, karedok, ketoprak dan sebagainya. Aku coba pilih yang beda dan terdengar agak berbau khas Bogor. Ya akupun akhirnya pilih asinan sayur.
Memang asinan itu salah satu makanan tradisional di Bogor. Tapi biasanya orang memilih membeli asinan buah untuk oleh-oleh. Kalau asinan sayur kayak apa ya? Wow asinan sayur ini disajikan dengan cantiknya. Isinya mentimun yang diiris dan ditata memutari piring. Didalamnya ada irisan taoge, daun selada dan kubis/kol. Semuanya dalam bentuk mentah. Emang orang Sunda suka makan sayur mentah yo.hehehe. Dan untuk pemanis, diatas sayuran ini ditaburi kacang goreng. Pingin tahu bagaimana rasa saus asinannya? hm amat sangat asam dan pedas. Tapi perpaduan sayur mentah, kacang dan kuah asinan ini enak banget. Sayangnya tanpa kerupuk mi, jadi serasa kurang lengkap. Sepiring harganya sekitar 11 ribu perak.
Sebagai teman makan asinan sayur ini, aku sengaja memesan minuman khas Bogor yang bernama bir kotjok di salah satu stan minuman. Beneran baru sekali ini aku dengar nama bir kotjok. Kalau bir pletok yang khas betawi udah pernah dengar. Ternyata bir kotjok ini terbuat dari berbagai bumbu dapur. Yaitu dibuat dari jahe,cengkeh dan kayu manis serta gula aren. Karena cara membuatnya dengan cara dikocok maka ada buihnya. Makanya tampak seperti bir. Dan dinamakan bir kocok. Bir kocok ini sepertinya hanya ada di Bogor. Bisa diminum dalam keadaan panas atau dingin. Rasanya perpaduan manis dan pedas. Tapi enak kok. Segelas harganya 8 ribu rupiah. Ayo dicoba kalau ke Bogor. Ada beberapa tempat pedagang bir kocok yang tersebar di kota Bogor. Silakan mencari.hehhehe
Rabu, Januari 20, 2010
Laksa
Seminggu lalu (13/1) aku diundang main ke rumah salahsatu relasi di kawasan Caringin Bogor. Dari Jakarta aku sengaja naik kereta api Pakuan jurusan Bogor. Dari stasiun aku naik angkot hijau03 turun terminal Baranangsiang dan lanjut naik kendaraan umum ke Sukabumi. Lokasi Caringin cukup jauh, sesudah Ciawi dan sebelum Cicurug. Jalanannya padat alias sempit sehingga macet. Mobil mesti berjalan pelan-pelan. Sesudah urusan pekerjaan selesai aku kembali ke Jakarta. Tetapi sebelumnya kusempatkan mampir ke Botani Square Bogor. Maklum perut keroncongan karena sedari siang belum diisi. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku pun langsung menuju foodcourt di lantai atas. Nama foodcourtnya De'oryza Foodcentre. Aku bingung mau makan apa. Akhirnya aku menuju salah satu stan bernama Dapoer Graha. Mereka menyediakan berbagai menu khas Bogor atau Sunda seperti taoge goreng, soto mi, tutug oncom, nasi timbel dan nasi bakar. Minuman yang dijual ada bandreg, bajigur dan aneka juice. Aku sengaja pilih Laksa. Di menunya tertulis Laksa Cibinong. Entah apa makanan Laksa itu asalnya dari Cibinong atau ada warung laksa yang terkenal di Cibinong dan yang ini cabangnya. Pokoknya aku pingin ngerti seperti apa Laksa Cibinong. Aku ingat dulu semasa aku masih kos di jalan Kalasan Surabaya, ibu kosku sering memasak Laksa dan aku sering dapat bagian. Rasanya lumayan enak. Makanya aku berharap Laksa Cibinong ini akan seperti itu. tak berselanglama pelayan menyajikan menu yang kupesan ini. Semangkuk laksa dengan kuah panas mengepul (maklum sebelumnya aku sudah pesan mesti panas kuahnya pada pemilik stannya). Aku mencoba mengamati isinya sebelum mulai menyantap Laksa Cibinong ini. Isi Laksa ini hanya beberapa iris lontong atau ketupat, beberapa suwir daging ayam, separo telur ayam rebus, dan banyak bihun. Untuk pemanis ditaburi bawang goreng dan daun kemangi. Warna kuahnya kuning. Kuah ini terbuat dari santan yang sangat kental mirip kari. Rasanya agak manis, tidak asin. Sambalnya sambal dari cabe rawit hijau yang dihaluskan dan diberi air sehingga tak terlalu pedas. Menurutku rasanya biasa banget. Maaf lebih enak Laksa bikinan bu kosku. Tapi tak apa, yang penting udah mencicipi dan bisa untuk mengganjal perut yang sedang kelaparan.
Langganan:
Postingan (Atom)












