Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 03, 2014

Pondok Wong Palembang

Sudah beberapa bulan ini saya tidak nyanyi, "Ke Jakarta aku kan kembali. Walaupun apa yang telah terjadi". Rasanya kangen juga dengan hiruk pikuk ibu kota. Tapi mau bagaimana lagi, belum ada tugas yang mengharuskan saya ke Jakarta. Jadi santai saja di kantor. Namun rindu juga saya pada para sahabat di Jakarta. Mereka biasanya selalu saya todong menemani hang out, jalan-jalan dan wisata kuliner bila saya sedang berada di Jakarta. Trio Ting Tong, miss U.
Kalau sedang sama-sama punya waktu luang, kami suka bikin janji ketemu dan mencoba menu baru. salah satu tempat yang pernah kami kunjungi adalah Pondok Wong Palembang. Lokasinya di jalan Veteran, samping Ragusa Ice Cream. Tak jauh dari tempat kost saya di Pasar Baru. Saya naik bajaj dari Pasar Baru kesini.
Namanya juga Pondok Wong Palembang tentu menunya adalah makanan khas Palembang. Kami sengaja memesan beberapa macam menu yang berbeda supaya bisa mencobanya.
Pempek Palembang
Mi celor




Pindang patin

Kami tak memesan pempek kapalselam, hanya lenjer dan adaan. rasanya enak, bumbunya juga mantap. Pindang patinnya juga maknyus. Kuahnya asam tapi lezat. Mi celornya juga lumayan. Ga rugi deh makan disini. Harganya standard Jakarta, sekitar 25-30 rb an. Minumannya juga banyak pilihan, ada bermacam juice. Tapi yang paling khas jelas es kacang merah. wajib dicoba. Yang suka makanan Palembang, mesti mencoba kesini kalau ke Jakarta.


Selasa, September 02, 2014

Semalam di Cilegon dan Anyer

Hari ini saya baru sempat memindahkan file foto-foto di BB ke komputer dan baru tersadar ternyata banyak perjalanan wisata dan kuliner yang belum sempat saya tulis di blog ini. Meski udah lewat lama tapi tak apalah sebagai bukti oetentik bahwa saya pernah mengunjungi tempat-tempat ini. Salah satu lokasi yang sempat saya kunjungi tahun lalu adalah Anyer. Sebenarnya itu di luar rencana. Gara-gara kumpul-kumpul Taman Anggrek Jakarta, saya jadi berkesempatan menemani salah satu sahabat saya, Yusi pulang ke rumahnya di Cilegon. Kebetulan saat itu ia berkendara mobil sendiri. Kami pulang sudah malam dari Jakarta menuju Cilegon. Kami melewati tol dari Jakarta ke arah Merak sebelum akhirnya berbelok ke kota Cilegon. Hampir jam 10 malam ketika kami masuk kota Cilegon. Satu kata, jalanan di kota tersebut sudah lenggang. seperti umumnya kota kecil. Kami langsung beristirahat.

 Sesudah sholat Subuh kami sudah bangun dan mengantar Nanda, anak sulung Yusi yang kebetulan harus kembali masuk ke sekolah. Dia mendapat beasiswa di sekolah negeri berasrama di Pandeglang. Jadi judulnya mendadak ke Pandeglang. Saya sangat menikmati melewati tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi menuju Pandeglang. Mulai Cilegon, Serang hingga Pandeglang kehidupan mulai mengeliat. Orang-orang sudah tampak mulai berangkat ke pasar, bekerja atau sekolah. Di sepanjang jalan sempat melihat banyak warung duren, warung yang menjual buah duren maksud  saya. Tapi kami tidak mampir. Karena ga mungkin pagi-pagi makan duren. Sesudah menurunkan Nanda di sekolahnya, kami balik ke Cilegon. Karena masih pagi, beberapa warung makan khas Cilegon belum buka. Tapi akhirnya saya diajak sarapan ke warung emperan Damkar. Lokasinya tak jauh dari kompleks Krakatau Steel. Makanan khasnya soto mi, soto kepala sapi dan soto betawi. Kami makan soto kepala sapi. Rasanya enaaak. Potongan daging kepalanya empuk, lalu kuahnya sedap, plus ada kripik emping belinjonya yang bikin makin mantap.


Untuk minumannya, saya memesan es kopyor. Es kopyor di Cilegon benar-benar dari kelapa kopyor bukan es kopyor sintetis. Dicampur dengan sirup warna merah dan es batu. Dan diberi tambahan selasih di atasnya. Suegaaar dan enaaaak.
Setelah kenyang sarapan kami melanjutkan perjalanan ke pantai Anyer. Pantai Anyer memang merupakan salah satu primadona di Banten. Pantai Anyer memiliki panorama yang indah. Kami berhenti di halaman mercusuar Cikoneng anyer yang terkenal itu.Bangunan setinggi 60 m ini peninggalan jaman dahulu kala, Dari sana juga kami bisa berfoto dengan pemandangan laut yang indah. Meski tak sempat bermain di pantai pasirputih tak apa, asal sudah bisa melihat pantai Anyer.
Bila ingin lebih puas memang seharusnya menginap semalam di Anyer. disini banyak penginapan, mulai dari yang murah hingga mahal. Tempat makan juga banyak. Umumnya menjual menu seafood. Tapi lebih enak bila malam hari. Moga lain waktu bisa kesini lagi.  Sebab siang itu saya harus segera balik ke Jakarta karena ada pekerjaan. Tapi sebelumnya kami mampir makan bakso dan minum es campur Cilegonan di dekat sekolah di kompleks Krakatausteel.. Maknyus juga meski kelas kaki lima. Penjualnya pun kebanyakan orang Jawa. hehehe.Lupa, Cilegon kan juga pulau Jawa. Maksud saya pedagangnya dari Jawa Tengah/Timur. Dan kemudian Yusi pun mengantar saya ke terminal cilegon untuk bertolak balik ke Jakarta. Rasanya belum puas , kapan-kapan ingin main ke kota ini lagi. InsyaAllah

Kamis, Februari 23, 2012

Soto Kriuk

Kalau Anda sedang berada di stasiun Gambir dan merasa kelaparan maka aku rekomendasikan satu tempat makan yang menarik. Namanya Soto Kriuk. Lokasinya di stasiun selatan Gambir dekat kantor pusat informasi. Entah sejak kapan warung soto kriuk ini berdiri. Sepertinya sudah beberapa tahun yang lalu. Tempatnya tak terlalu besar tapi asyik buat nongkrong sembari menunggu keberangkatan kereta api atau setelah lelah berjam-jam duduk di kereta jarak jauh.

Pelayan berseragam merah akan menyapa jika kita masuk ke warung soto kriuk. Kita bisa memilih soto campur nasi, atau soto pisah atau soto saja. Sedangkan untuk minumannya lebih beragam, ada teh panas, es teh hingga beragam soft drink bisa kita pilih.

Aku biasa memilih soto saja kecuali jika sedang lapar banget baru pesan soto pisah. Varian soto kriuk ini lebih mirip soto solo. Jadi dihidangkan dalam mangkuk kecil, Kemudian menggunakan kuah soto bening. Dalam satu mangkoknya ada taoge suwiran ayam, seledri dan taburan bawang merah goreng. Yang membedakan ada taburan kremesan juga. Makanya dibilang soto kriuk sebab ada rasa kriuknya. Secara umum rasanya gurih. Tapi tak terlalu asin. Jika sudah pedes dan manis tinggal tambahkan kecap dan sambel.

Bila Anda ingin tambah lauk, bisa tambah aneka lauk yang tersedia di meja. Ada sate telur puyuh, sate usus, perkedel dan tahu bacem. Anda juga bisa menambah aneka macam krupuk yang Anda suka dan dijual disini. Hm mantap kan. Harga sepiring soto, plus lauk dan teh sekitar 20 ribu perak. Hm lumayan kan dibandingkan warung kaki lima di Gambir yang harganya kadang lebih mahal.

Kamis, Januari 19, 2012

Ayam Bakar Mas Mono

Pernah dengar kisah orang susah jadi orang sukses? Atau cerita orang miskin jadi orang kaya. Sepertinya mustahil tapi nyatanya banyak orang yang bisa berhasil melakukannya. Salah satu pengusaha muda yang benar-benar berangkat dari nol dan dari kehidupan bawah adalah Agus Pramono. Pemilik Ayam Bakar Mas Mono ini dulunya sekitar tahun 1999 memulai pekerjaannya jadi Office Boy. Lalu ia alih profesi jadi penjual Gorengan hingga jadi penjual ayam bakar Kalasan kaki lima di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

Bahkan kemudian karena sangat laris ia bisa membuka rumah makan Ayam Bakar Mas Mono. Tak berhenti di satu rumah makan saja, ia melebarkan sayapnya hingga di tahun 2012 ini punya sekitar 23 cabang rumah makan Ayam Bakar Mas Mono yang tersebar di seantero Jakarta. Hebat kan.Padahal semula ia tak punya bakat memasak tapi karena mau berusaha bisa jadi sesukses itu.

Kisah keberhasilan enterpreuner muda bernama mas Mono ini sudah sering aku dengar sejak lama. Bahkan aku pernah melihat ia berbagi cerita tentang kesuksesannya di salah satu acara TV, Nikmatnya Sedekah yang diasuh oleh KH Yusuf Mansyur. Menjadi seorang pengusaha muda yang sukses ini adalah suatu anugrah. Semoga keberhasilannya bisa kita ikuti. Aamiin.

Ngomong-ngomong soal warung ayam bakar Mas Mono, aku belum pernah mampir ke warungnya yang berada di kawasan Tebet Jakarta. Tetapi kapan hari aku sudah membeli di salah satu cabang Ayam Bakar Mas Mono yang berada di jalan Salemba Tengah Jakarta. Posisinya tak jauh di belakang Seven Eleven Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat. Gampang kok nyarinya, yang warna rumah makannya hijau pupus, jadi mencolok sekali.

Sama seperti yang di tempat lain, Ayam Bakar Mas Mono sengaja menata ruangannya santai sekali. Dengan gunakan meja dan bangku panjang aja ala kaki lima. Di dinding banyak dipasang hiasan, gambar, foto-foto artis yang pernah datang dan tulisan-tulisan yang seperti ingatkan kita sedang berada dimana. Meski tak ber-AC tapi mereka memasang kipas angin supaya pengunjung tak kepanasan.

Menu yang ditawarkan di Ayam Bakar Mas Mono sangat beragam.mulai ayam bakar, tahu tempe bacem , ca kangkung, juga ada ayam kremes sambel petir Sedangkan minumannya mulai es teler, es teh, es jeruk dan sebagainya. Aku udah pernah coba ayam kremes sambal petir dan ayam bakarnya. Wow untuk ayam bakarnya menurutku tak terlalu manis. Sambal petirnya pedes seperti sambal bawang cabe rawit yang biasa bikin di rumah itu. Dimakan dengan nasi, kremes dan lalap pas di lidah. Es telernya juga seger.

Karena berada di dekat kampus UI, BSI, YAI, maka rumah makan Ayam Bakar Mas Mono yang berada di Salemba Tengah seperti tak pernah sepi pengunjung. Apalagi mereka tawarkan harga paket sekitar 15-20 ribu untuk nasi ayam bakar, sambal dan minum. Jadi pas untuk kantong mahasiswa di Jakarta. Buat karyawan yang ngekos juga cocok. Hahaha kebetulan aku biasa ngekos di kawasan Salemba kalau pas tugas di Jakarta.

Secara keseluruhan makan di Ayam bakar Mas Mono jl Salemba Tengah Jakarta mantap. Hanya sayangnya....... terlalu banyak pengamen yang keluar masuk tempat ini. Jadi sangat mengganggu yang sedang makan. Andai dilarang masuk ke dalam tempat makan ini sepertinya lebih bagus. Semoga bisa jadi kritik saran yang membangun.

Rabu, Desember 14, 2011

Nasi Uduk Mas Miskun



Sebulan kemarin aku ngekost di Salemba Tengah. Sementara saja karena kebetulan bulan November Desember ini aku banyak kegiatan di Jakarta. Sepanjang jalan Salemba Tengah hingga Percetakan Negara tak pernah sepi. Soalnya memang lingkungan kampus sebut saja UI, YAI, BSI dan sebagainya. Tempat makan dan nongkrongnya juga seabreg, mulai Seven Eleven di Ujung Jalan Salemba Tengah, Ayam Bakar Mas Mono, Warung Kito, dan sebagainya. Di Percetakan Negara juga tak kalah ramainya. Salah satu warung makan yang sangat populer disana yaitu nasi uduk Mas Miskun.

Nasi Uduk Mas Miskun lokasinya di jalan Percetakan Negara atau di samping perlintasan kereta api Percetakan Negara. Tempatnya sangat nyaman. Bangunan rumahnya masih model rumah kuno. Bisa memilih tempat duduk di bagian dalam atau di halaman. Kalau di bagian dalam rumah banyak dipasang foto-foto artis yang pernah makan di sini. Di bagian luar lebih menyenangkan sebab bisa makan sembari menikmati live music. Kita bisa request penyanyi menyanyikan lagu yang kita inginkan. Bahkan kita juga diperbolehkan menyanyi bersama grup musik yang sedang manggung disana.


Menu yang ditawarkan bermacam-macam. Yang paling disukai jelas nasi uduk dan ayam bakar. Nasi uduknya pulen, Ayam bakarnya mantap, boleh pilih paha atau dada. Selain itu ada menu nasi putih, nasi bakar, ayam goreng, ikan gurami goreng, bermacam-macam pepes (tahu, jamur, ikan, telur ikan,ayam) serta sup buntut, sup ikan patin dan garang asem. Lumayanlah rasanya. Yang menarik, kita bisa memilih dan mengambil sendiri aneka sambel yang disediakan, ada sambel kacang, sambel terasi, sambel tomat, sambal oncom dan sebagainya. Minumannya juga beragam, mulai es tape, es teh, es jeruk dan sebagainya.

Semenjak beberapa tahun yang lalu mereka sudah membuka cabang di beberapa tempat yaitu di Raya Salemba dan di Puncak. Jadi tinggal memilih mana yang lebih dekat saja. Ingat jam bukanya dari jam 8 pagi sampai  malam. Lumayan panjang kan. Harganya harga kakilima meski tepatnya bak resto. Silakan mencoba.

Selasa, November 15, 2011

Pondok Mirah Tebet

Terinspirasi dengan tulisan dari Widi, salah satu teman di kompasiana beberapa waktu yang lalu mengenai daftar tempat makan di Tebet Jakarta membuatku ingin membuat tulisan mengenai salah satu tempat makan di kawasan Tebet Jakarta Selatan yang pernah kukunjungi. Kebetulan Ira, salah satu teman baikku di Jakarta memang sering makan di Tebet. Makanya sekali tempo ia ingin mengajakku mencoba wisata kuliner ke Tebet.

Menurut Ira, di Tebet banyak sekali tempat makan enak. Tapi karena saat itu aku ingin makan seafood maka ia mengajakku makan ke Pondok Mirah. Pondok Mirah ini berada di jalan Tebet Barat atau belakang pasar Tebet. Tempatnya tak terlalu besar tapi nyaman juga untuk makan dan ngobrol. Selama ini Pondok Mirah jarang sepi pengunjung karena sudah dikenal lama dan tak terlalu mahal harganya.

Saat aku sudah duduk, sempat kesulitan menu sebab beraneka ragam jenis makanan yang ditawarkan. "Ayam kremesnya enak" kata Widi saat membalas komentarku soal Pondok Mirah di tulisannya tentang daftar tempat makan di Tebet. Tapi karena saat itu aku belum tahu aku pilih seafood. Aku memilih menu udang bakar, ca kangkung, ikan bakar, cumi goreng tepung, dan cumi saos mentega.

Saat semua makanan semua dikeluarkan kami semua terbengong-bengong. Wow porsinya ternyata banyak banget. Kupikir porsi kecil seperti warung seafood kakilima yang biasa kukunjungi. Rasanya enak semua. Cumi saos menteganya mantap. Tak amis, tak terlalu asin ataupun pedas. Mantap pokoknya. Ikan bakarnya juga maknyus. Ca  kangkungnya enak. Udang bakarnya yang paling lezat. Dibakar matang dengan bumbu meresap. Sip pokoke. Karena sudah kekenyangan maka Cumi Goreng Tepungnya langsung kami bungkus untuk dibawa pulang tanpa sempat memakannya. Soal seafood, pondok mirah masih boleh dicoba lagi.

.

Selasa, Juni 14, 2011

Wisata Kuliner di Pecenongan

Jakarta punya banyak tempat yang jadi tujuan untuk berwisata kuliner. Bila di malam hari dan berada di kawasan Jakarta Pusat maka tak ada salahnya Anda meluncur ke jalan Pecenongan. Di jalan Pecenongan ini banyak berjejer warung tenda yang menjual aneka masakan. Mulai ayam goreng, nasi goreng, gingga seafood juga dijual. Tapi buat yang muslim Anda mesti hati-hati memilih. Supaya lebih aman cari yang memasang label halal saja.

Sehabis pulang tugas ke Tangerang bulan lalu aku dan temanku, Ari sempat mencoba makan malam di Pecenongan. Kami memilih makan di warung kakilima Seafood 88. Alasannya cuma satu disitu tertulis halal. Kalau yang lain aku agak khawatir. Kami masuk dan memilih menu. Seperti warung kaki lima lainnya, mereka menyediakan beberapa meja dan kursi. Tak terlalu sempit dan sudah ada beberapa orang yang duduk dan makan di situ.

Kebetulan aku lagi ingin makan cumi-cumi. Sedangkan Ari ingin makan sup asparagus. Jadilah kami memesan cumi-cumi masak rica dan sup asparagus serta sepiring nasi putih. Aku membayangkan yang bakal keluar tentu seperti di tempat lain, sepiring kecil cumi dan semangkuk kecil sup. Tapi ternyata salah. Sup asparagusnya disajikan dalam mangkuk besar sekali. Mereka sediakan 2 mangkuk kecil agar kami lebih nyaman memakannya. Wow sup asparagusnya nikmat. Tak terlalu asin. Perpaduan kepiting yang dihaluskan, telur dan daun pre menyatu jadi satu dan bikin lidah bergoyang.

Cumi ricanya juga banyak sekali. Cumi-cuminya digoreng tepung lalu dibumbu rica. Manis dan pedas. Memang lebih cocok dimakan dengan nasi. Yang jelas enak, enak, enak. Tapi sembari makan kami mesti  sediakan uang receh karena beberapa pengamen akan datang menghampiri. Tak apalah hitung-hitung berbagi rejeki. Resiko makan di warung kaki lima. Yang penting makanannya maknyus. Harganya masuk akal.

Senin, Juni 13, 2011

Sensasi Makan di Fish Market


Bulan Juni memang paling menyenangkan. Kebetulan aku lahir di bulan ini, jadi banyak ucapan selamat dan doa yang dipanjatkan oleh keluarga, sahabat hingga kawan-kawanku. Sebagai gantinya aku juga mesti berbaikhati mengeluarkan budget lebih untuk menyenangkan teman-teman dengan mentraktir beberapa dari mereka makan-makan.
Seperti saat aku baru turun dari bis bandara di setasiun gambir sabtu yang lalu, salah satu temanku,ira, sudah menungguku dan siap menodongku makan enak. Ia sudah menyiapkan nama sebuah rumah makan yang ingin dikunjunginya. "Ayo kita ke Ever Fresh". Aku sih mengiyakan saja saat kemudian ia menyetop taxi dan meluncur ke arah jalan Penjernihan Jakarta Pusat. Tak ada bayangan di benakku seperti apa rumah makan Ever Fresh yang dimaksudnya. Mungkin rumah makan sejenis All You Can Eat dimana kita bisa makan sepuasnya dengan membayar sejumlah uang. Tapi saat kami tiba di rumah makan yang terletak di samping Polsek Metropolitan Tanah Abang Jakarta itu ternyata beda.

Ever Fresh ini punya nama lengkap Ever Fresh Fish Market. Jadi sebenarnya tempat ini semacam swalayan yang menjual beranekaragam ikan. Mereka menjual beranekaragam ikan baik dalam bentuk hidup maupun sudah mati/ikan segar. Jenisnya macam-macam, ada bandeng, lele, patin, baronang, kerapu, gurami udang,kepiting,cumicumi, kepiting dan masih banyak lagi.Yang pasti sangat menyenangkan.  Pembeli bisa memilih ikan yang diinginkan. Ada yang di tempatkan di aquarium juga. Harga perkilonya bervariasi. Jadi mirip pasar ikan cuma tak berbau amis dan jorok seperti pasar ikan tradisional yang ada selama ini.
Tak hanya itu saja, mereka juga menjual aneka saus dan sambel, Pokoknya komplit.

Jika Anda ingin makan disini, Anda tinggal memilih jenis ikan yang Anda inginkan dan meminta mereka memasakkanya sesuai selera. Cara memasak ikannya bisa digoreng, dibakar, asam manis, saus padang, saus lemon dan lain-lain.

Salah satu menu yang paling disukai oleh pembeli disini adalah tom yam. Kemarin kami coba memesan tom yam patin. Wow rasanya uenaaaak. Tom yam patin disini sekilas mirip tom yam ikan pada umumnya. Tapi raanya lebih segar karena dimasak dengan beranekaragam bumbu seperti bawang putih, sere, daun jeruk purut, tomat. Rasanya asin, asam dan pedas. Isinya tak cuma patin yang dipotong menjadi beberapa bagian tapi juga ditambahi jamur. Top deh.

Sayangnya kemarin kami salah order ikan bakar. Sebenarnya aku sangat ingin memesan ikan bakar rica-rica. Hal ini mengingatkanku pada ikan rica-rica di Makassar yang top markotop itu. Tapi karena temanku tak begitu doyan pedas terpaksa kami ikan bakar saja. Ternyata saat keluar modelnya mengingatkanku pada bandeng bakar di Gresik dulu. Kurang terasa manis dan asin alias hambar. Mungkin harus diguyur kecap sendiri. Seharusnya kami pesan ikan bakar madu yang ada rasa manisnya. Tak apa deh sudah terlanjur. Toh ikan bakar itu juga dihabiskan oleh temanku.

Sebagai teman makan ikan bakar dan tom yam, kami pesan nasi putih, ca kangkung dan sambal terasi. Sambal terasinya lumayan enak. tak terlalu pedas tapi pas di lidah manis dan asinnya. Sedangkan ca kangkungnya juga sedap. Karena dimasak tanpa menggunakan kecap manis, jadi aku lebih suka. Usai makan kami minum es kelapa muda yang disajikan dalam batok. Wow segar. Mantap.  Kami jadi kekenyangan.

Yang jelas bisa diulang deh kesini lagi lain waktu. Beruntung kemarin sudah lewat jam makan siang jadi tak terlalu penuh ruangannya. Meski mereka menyediakan banyak kursi dan meja, kalau pas jam makan siang dan malam sangat ramai. Para karyawan kantor sering makan siang rame-rame di tempat ini. Jadi tak ada salahnya telepon dulu daripada jauh-jauh kesana dan harus menunggu giliran duduk dan makan. Yang pasti makan di Ever Fresh Market enaaak

Minggu, November 28, 2010

Pepes Ibu Suwarti


Bila jam makan siang tiba biasanya karyawan kantor di Jakarta beramai-ramai menyerbu tempat makan. Buat yang berkantong tebak jelas larinya ke cafe dan resto. Tapi yang merasa uang saku pas-pasan lebih nyaman mencari warung kaki lima dekat kantor. Untuk pegawai yang berkantor di kawasan Blok M dan Raden Patah Jakarta Selatan tentu tak akan kesulitan mencari makan siang sebab di kawasan tersebut berjajar deretan warung kaki lima. Mereka bisa memilih makanan sesuai keinginan. Mulai nasi padang, mi ayam, siomay, dimsum, roti bakar, soto ayam dan sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu aku coba ikut-ikutan makan siang di kawasan Raden Patah Jaksel. Aku pingin tahu seperti apa sih suasana di sana. Ternyata memang ramai banget. Maklum selain pusat perkantoran disana juga dekat dengan sekolah dan kampus Al Azhar. Para pegawai dan mahasiswa ikut memadati warung-warung kaki lima yang menjual makanan disini.

Temanku yang sudah sangat familiar dengan daerah ini langsung membawaku ke warung nasi langganannya. Namanya pondok makan Ibu Suwarti. Lokasinya di belakang kantor Menpera. Tempatnya sih tidak terlalu besar tapi cukup menampung 10-15 orang. Warung nasi bu Suwarti ini menjual beberapa makanan khas Jawa Timuran. Beragam penyet dijual sini seperti tempe penyet, ayam penyet hingga lele penyet. Ia juga menjual aneka sayur dan lauk.

Salah satu menu andalan warung bu Warsi adalah sayur asem dan pepes ikan mas. Makanya kemarin aku coba memesan nasi sayur asem dan pepes ikan mas. Nasinya disajikan dalam bungkusan daun. Pulen dan enak. Sedangkan sayur asemnya cukup maknyus. Berisi beragam sayuran seperti labu, jagung, daun so. Kuahnya bening dengan rasa asam dan asin.Uenak.

Pepes ikannya jangan ditanya. Enak banget. Tetapi tak seperti pepes ikan jawa timuran yang bumbunya didominasi kemiri dan tomat. Pepes ikan mas di warung bu Suwarti lebih mirip pepes ikan mas rumah makan Sunda. Dimasak dengan bumbu lengkap, ikannya berduri lunak dan enak sekali rasanya. Manis, asin dan pedasnya pas di lidah.

Jika merasa pepes tersebut kurang pedas, kita tinggal menambahkan sambal yang sudah tersedia di meja. Aku paling acung jempol dengan sambel trasinya. Maknyos. Puedes banget tapi nikmat. Entah berapa puluh biji cabe rawit yang diuleg untuk bikin sambel ini. Yang jelas jika kita menyantap nasi sayur plus sambelnya bisa bikin kita langsung keringetan. Yang pasti bisa diulang jika ke Jakarta lagi. Apalagi harganya sesuai kantong. Tak percaya? silakan coba sendiri.

Jumat, November 26, 2010

Lezatnya Bakmi GM


Untuk pemuja bakmi pangsit rasanya masih kurang greget jika belum mencoba bakmi GM. Bakmi GM punya citarasa yang sensasional yang membuat banyak orang menyukainya. Makanya bila sedang berada di Jakarta dan ingin makan mi maka aku langsung cari counternya bakmi GM. Bakmi GM sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Rumah makan pertamanya jelas yang berada di jalan Gajah Mada Jakarta makanya disebut Bakmi GM. Hingga kini rumah makan tersebut masih ada. Bahkan kini sudah membuka cabang di beberapa tempat. Sebut saja diantaranya di Pondok Indah Mall, Kelapa Gading Mall, Taman Anggrek, Jl. Thamrin dan sebagainya.

Awalnya sepertinya menu utamanya bakmi ayam, bakmi spc pangsit, bakmi spesial dan bakso campur. Tetapi seiring dengan jalannya waktu kini mereka menyediakan beragam makanan, seperti Yi fu Mi ni, Bakmi Ayam Lada Cha Cha, Nasi Ayam Lada, Nasi Aya Ca Jamur, Nasi Goreng, Ayam Ca Jamur, Daging Sapi Lada Hitam,Udang Tahu Pedas,Cap Cay, dan sebagainya. Jika ingin bakso, mereka sediakan bakso kuah, bakso goreng, pangsit kuah, pangsit goreng, tahu bakso dan sebagainya.

Menu favoritku jika makan di bakmi GM tetap bakmi spesial pangsit rebus. Bakminya memang beda dengan bakmi bikinan rumah makan lain. Ukurannya sedang dan pipih. Rasanya gurih dan lezat. Potongan ayamnya dimasak dengan kecap jadi rasanya sedikit manis tapi enak. Pangsit rebusnya sangat maknyus. Perpaduan kulit pangsit dan isinya pas dan rasanya menggoyang lidang. Kuahnya juga enak sekali. Tidak terlalu asin. Selain itu juga menggunakan daun sawi rebus sebagai sayurnya. Dimakan dengan sambal dan saos makin mantap. Yang pasti semuanya bakal bikin ketagihan. Makanya dimanapun ada rumah makan bakmi GM tak pernah sepi pengunjung. Soal harga masih bisa dibilang standard untuk ukuran rumah makan.

Kini dengan semakin banyaknya pelanggan mereka juga menyediakan layanan delivery. Jadi begitu ingin makan bakmi GM tinggal angkat telepon dan menunggu berapa saat maka bakmi GM siap di depan mata. Sayangnya hingga sekarang bakmi GM belum membuka cabang di kota lain. Semoga manajemen rumah makan ini mau memikirkan ulang untuk membuka waralabanya di kota-kota besar lainnya. Jadi tak perlu harus ke Jakarta jika kangen bakmi GM.

Roti Bakar Edi



Bila sedang berada di Jakarta, aku suka mencoba makanan pinggir jalan. Sebab kadang malah lebih nikmat dibandingkan makanan restoran. Bulan lalu temanku mengajakku makan malam di warung roti bakar edi yang berada di kawasan blok M. Lokasi tepatnya di belakang masjid agung Al Azhar Blok M. Meski warung kaki lima tapi roti bakar edi sudah terkenal dan banyak pelanggannya. Makanya waktu aku masuk ke warung ini agak kebingungan cari tempat duduk sebab kebetulan banyak karyawan pulang kantor yang langsung makan dan nongkrong disana. Untungnya akhirnya kami dapat tempat duduk juga.

Sesudah duduk kami disodori daftar menu. Dalam bayanganku semula di warung roti bakar edi ini aku cuma bisa pesan roti bakar dengan beragam rasa, pisang bakar, roti bakar dan indomi telur. Ternyata meleset. Sebab disini mereka menyediakan beragam menu seperti bakso, siomay, mi ayam, sate padang dan sebagainya. Minumannya juga macem2, mulai es teh, es campur, hingga juice juga ada. Pokoknya komplit plit.  Semua makanan ini disiapkan/dimasak  dalam beberapa gerobak dorong sendiri sendiri.

Warung roti bakar edi ini sudah berdiri sejak lama. Pemiliknya berasal dari Wonogiri makanya tak heran jika
pelayannya sebagian besar berasal dari daerah yang sama. Mereka biasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa makanya buat kami yang juga orang Jawa jadi sangat familiar. Mereka juga cukup ramah dan cekatan dalam melayani pembeli.

Akhirnya kami memilih menu roti bakar keju, pisang coklat dan siomay. Setelah menunggu beberapa saat menupun disajikan. Hm asyik. Rotinya dibakar garing dengan taburan keju diatasnya. Rasanya gurih dan nikmat. Porsinya juga besar dan bikin kenyang. Pisang bakarnya juga lezat. Pisangnya agak keras jadi tak lembek saat dipotong sebelum dikunyah. Taburan keju coklatnya menggoda selera dan bikin tambah enak. Rasa manis dan asinnya pas di lidah. Siomaynya juga lumayan. Makanya kami puas menyantap makanan ini. Selain itu harga makanannya ditanggung tak mahal. Jadi bisa diulang.

Hingga kini roti bakar edi sudah membuka cabang di beberapa tempat di Jakarta. Jadi bisa segera meluncur ke tempat yang terdekat dengan Anda. Moga juga bisa segera membuka cabang di Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Makanan kaki lima ok juga tuh.

Jumat, Agustus 13, 2010

Ayo Ngopi Ngopi




Kalau bulan puasa begini mata rasanya ngantuk melulu. Pinginnya tidur aja. Meski tidur itu ibadah tapi kalau jam kantor kan gak lucu kan.hehehe. Coba kalau bukan bulan puasa, begitu ngantuk bisa langsung minum kopi. Meski sebenarnya aku bukan penggemar kopi tapi sekali tempo aku mau juga diajak teman-temanku ngopi. Minggu lalu aku juga ngopi bareng teman-temanku di Jakarta. Rencananya sih mau makan malam di cafe dua nyonya milik Dana Iswara dan istrinya Andi Malarangeng tetapi akhirnya malah ngeloyor masuk cafe Bakoel Koffie yang ada di sebelahnya. Cafe ini lokasinya di kawasan Cikini Raya Jakarta Pusat. Tempatnya tak terlalu besar. Tetapi lumayan asyik buat nongkrong. Mereka sengaja memisahkan area buat perokok dan non perokok, jadi gak saling mengganggu.

Bakoel Koffie ini sudah berdiri sejak dulu kala. Sebenarnya yang di Cikini ini bukan tempat satu-satunya karena mereka sudah membuka cabang di beberapa tempat seperti di Bintaro dan Kebayoran. Kami tertarik mencoba masuk ke dalam cafe ini karena sepertinya tampak ramai. Kami pun duduk di kursi kayu yang tersedia. Modelnya jelas kuno. Seperti gaya cafe peninggalan jaman Belanda. Ada mini bar tempat membuat kopi dan etalase tempat kue-kue.

Sembari menunggu pesanan kami disiapkan aku mengamati sekeliling. Kulihat seorang bapak sedang asyik membaca koran sembari sesekali meminum kopi pesanannya. Di ruang lain tampak dua remaja sedang bahu membahu mengerjakan tugas di laptop sedangkan di depan mejanya tampak dua gelas es kopi dan roti bakar. Kulihat di dinding di pasang gambar-gambar pajangan etnik sedangkan lampunya juga agak kuno. Makanya aku langsung ingin memotretnya. Cuma sekali dua kali jepretan saja di dalam, sebab kemudian aku pun melangkah keluar cafe dan langsung memotretnya dari luar. Tapi tak berselang lama seorang pelayan cafe melangkah menemui kami. "Maaf tidak boleh mengambil gambar disini" katanya dengan galak. Ops "Maaf mbak, nggak tau," jawabku. Aku jadi membandingkan dengan cafe Kopi Tiam Oey milik Bondan Winarno. Sepertinya disana aku bebas bolak balik membidikkan kamera. Mungkin kebijakannya beda. Dan disini ingin terkesan lebih eksklusif. Wow sayang banget.

Tak berselanglama pesanan kami datang. Vocado fresh dan Ice Koffie Latte. Vocado fresh ini lebih mirip es kopi dicampur juice avocad dan es cream diatasnya. Bisa bayangin kan gimana rasanya. Sedangkan es koffie latte lebih mirip es kopi susu. Disini susunya lebih banyak. Tapi kalau langsung diminum rasanya jelas agak pahit. Sebab gulanya (gula encer) sengaja dipisahkan di dalam gelas tersendiri. Kita bisa menambahkan gulanya sesuai selera.

Kami menikmati kopi ini sembari menghabiskan macaroni schotel dan mozarella mushroom. Kalau macaroni schotelnya memang enak. Gurih seperti macaroni panggang khas Bogor itu. Sedangkan Mozarela mushroomnya aku tak begitu suka. Bagian isinya memang jamur dan mozarela tetapi roti bagian luarnya mirip kulit panada yang setengah matang. Lidah Jawaku kurang cocok mencobanya. Yang jelas harga makanan dan minuman ini tak murah. Sekelas starbuck. Tetapi buat penggemar kopi sepertinya memang tak ada salahnya mencoba. Mereka punya beragam menu kopi andalan seperti Coffe latte, Cappucino, dan sebagainya.    

Selasa, Juni 22, 2010

Warung Tekko

Setiap 3 bulan sekali aku biasa reunian dengan Naning, temanku SMA yang bekerja di kawasan Kebun Jeruk Jakarta. Minggu lalu kami kembali bertemu. Yang bikin tambah seru, teman kami yang lain, Farida ikut bergabung. Jadilah kami bertiga reunian sembari makan siang. Tempat yang kami pilih untuk makan siang bareng adalah warung Tekko. Warung Tekko ini berada di kawasan jalan Pesanggrahan Jakarta Barat. Tempatnya lumayan luas dan berlantai dua. Kami memilih makan di lantai dua sebab lebih nyaman. Makanan spesialnya adalah serba iga. Ada iga penyet, sup iga, otot penyet, sup otot, iga bumbu kacang, bebek penyet, ayam penyet, sup buntut dan sebagainya. Setelah berunding kami memesan iga penyet, otot penyet dan sup iga. Meski warung Tekko ini menyediakan nasi merah tapi kami tetap memesan nasi putih. Iga penyet muncul pertama. Beberapa potongan iga ditata diatas sambal dengan lalap yang menarik. Rasanya jelas enak. Sambalnya pedas lagi. Hm mantap. Sedangkan otot penyet yang semula kupikir mirip paru ternyata daging tetapi agak berlemak (mungkin memang otot yang menempel di daging). Hm lunak jadi mudah dimakan. Dimakan dengan nasi putih panas jadi lezat. Tetapi kedua menu tersebut tak senikmat sup iganya. Sup iga warung tekko merupakan sup iga terenak yang pernah kusantap. Kuahnya itu benar-benar gurih. Kelihatan sekali menggunakan bawang yang banyak. Daging iganya juga lunak bange, mudah digigit. Pokoknya sup iga ini bikin ketagihan deh. Makanya jika ke Jakarta mesti coba makan sup iga warung tekko deh. Warung Tekko ini buka beberapa cabang di Jakarta. silahkan mencoba.