Travelling adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Alhamdulillah aku bekerja yang di bidang yang membuatku harus sering travelling. Meski lelah tapi aku menyukainya. Beberapa kota dan pulau yang sudah pernah kukunjungi bisa Anda ketahui dari membaca artikel-artikel di blogku. Kebanyakan isinya wisata kuliner. Sebab aku tugas luarkota sembari travelling, dan wisata kuliner yang selalu kusempatin. Kalau yang lainnya belum tentu mengingat kadang jadwal kerjaku di kota yang kukunjungi sangat padat. Bahkan seorang teman pernah mengeluhkan itu karena sulit menemuiku meski aku sedang berada di kota yang sama dengannya. "Sekali-sekali ke sini jangan kerja dong tapi jalan-jalan,". Aku cuma meringis. Ya mau gimana lagi. Selama ini acaranya tour of duty, tugas kantor sembari jalan-jalan. Terkadang ingin juga bisa benar-benar liburan tanpa mikir urusan kantor. Dan biasanya aku hanya mau lakukan itu untuk pulang ke kampung halamanku di Kediri. Tak apa keluarkan ongkos sendiri kalau ke Kediri. Kalau ke kota-kota yang lain, tunggu dulu.
Tapi memang semua itu ada masanya. Sebulan belakangan ini salah seorang sahabat mengajakku travelling di kota-kota yang tak ada hubungannya dengan pekerjaanku. Akhirnya kuputuskan menerima tawaran itu. Tak main-main bukan hanya ke luar kota tapi keluar negeri. Awalnya keluargaku agak khuwatir tapi akhirnya mengijinkan aku pergi traveling ke luar negeri seminggu. Ijin sudah didapat, tinggal persiapan untuk pergi backpackeran ke luarnegeri
1, Pertama yang harus sudah punya adalah pasport.
Jika Anda urus sendiri perlu waktu sekitar 1-2 minggu untuk mengurus pasport. Kalau mau cepat bisa pakai biro jasa. Tapi ya itu tadi, mahaaal. Sayangkan, uangnya bisa dipakai untuk lainnya.Urus pasport sendiri hanya bayar 255 ribu, sedangkan pakai birojasa bisa 3-5 kali lipat.
2. Tentukan tujuan
Anda mesti tentukan kota atau negara mana yang hendak Anda kunjungi. Cari tahu infonya dari internet dan beli buku mengenai negara yang akan Anda kunjungi. Baik tempat wisata, lokasi hotelm transpotasi lokal hingga tempat makan dan karakter masyarakatnya. Sesuaikan tujuan dengan budget Anda. Jangan sampai Anda bisa beli tiket tapi di negeri orang tak bisa makan.
3, Cari Tiket
Kalau Anda merencanakan pergi tahun depan, Anda bisa hunting tiket jauh-jauh hari supaya dapat tiket paling murah. Tapi jika Anda hanya punya waktu sebulan, maka berusaha cari tiket paling murah untuk tanggal pulang dan pergi. Kalau Anda ingin pergi ke Singapura, Malaysia, Thailand, AirAsia dan Mandala sering menawarkan tiket dengan harga promo.
4. Cari penginapan
Sebaiknya Anda cari tahu penginapan di kota yang akan Anda datangi. Sesuaikan dengan budget Anda. Jika Anda pergi sendiri aku saranin lebih baik cari tahu dulu hotelnya daripada Anda kebingungan di negara asing. Saat ini ada beberapa web travel yang tawarkan harga promo untuk hotel. Anda bisa pilih model hotel, hostel, guest house atau dormitory yang akan Anda gunakan. Meski pilih harga murah tapi sebaiknya cari di lokasi yang aman. Daripada Anda paranoid di negeri orang.
5. Cari teman jalan
Kalau Anda ingin jalan-jalan sendiri ke luar negeri tak masalah. Tapi jika pertama kali ke luar ngeri kusarankan ajak teman. Sebab ada yang bisa diajak ambil keputusan dan bicara saat Anda kebingungan mencari jalan, atau transportasi. Tetap lebih enak jalan berdua atau ramai-ramai ke luarnegeri. Walaupun begitu jika Anda ingin bebas sendiri tak masalah. Untuk teman jalan sebaiknya pilih yang sudah Anda kenal dan tahu karakternya, jadi bisa nyambung. Kalaupun kadang ada kekurangcocokan bisa dicari jalan tengahnya.
6. Perlengkapan Travelling
Jika Anda ingin travelling ke luarnegeri sebaiknya sesuaikan dengan budget Anda. Kalau budget Anda banyak memang lebih enak bawa koper yang bisa diseret dan kemana-mana naik taxi. Tapi kalau Anda berencana kemana-mana jalan dan naik kendaraan umum serta, berpindah-pindah kota kusarankan lebih baik bawa tas ransel atau backpack saja. Sebab lebih nyaman dan praktis.
Apasaja yang mesti dibawa saat bepergian ke luar negeri?
1. baju dan celana panjang
2. dalaman
3. baju tidur
4. jaket
5. obat-obatan
6. sepatu kets
7. peralatan ibadah
8. alat tulis dan peta
9. payung
Kalau mau backpackeran, jangan bawa barang terlalu banyak. Sebab Anda akan keberatan jika harus naik turun tangga dan jalan jauh. Lebih baik bawa barang sesuai kebutuhan saja. Ok ayo siap-siap untuk backpackeran ke luarnegeri.
Rabu, Mei 08, 2013
Rela Antri Demi Pasport
Setiap kali lewat jalan raya Waru aku selalu menggerutu. Sebab depan kantor imigrasi selalu macet. Banyak mobil dan motor antri mau masuk parkiran. Belum lagi jika ada taxi juga mendadak berhenti menurunkan penumpang. Yang pasti bikin macet. Sampai sempat terpikir di benakku kenapa pemerintah propinsi Jawa Timur tak memindahkan kantor imigrasi ke tempat yang lebih luas dan strategis.
Meski seringkali lewat jalan itu tapi belum terpikir di benakku untuk sekali-sekali memasuki gedung imigrasi. Padahal sudah beberapa kali kakakku menyuruhku mengurus paspor. Pikirku buat apa. Toh aku tak keluar negeri. Meski kepingin juga. Membaca buku jilbab traveler karya Asma Nadia dan TNT karya Trinity sebenarnya sudah membuatku ngiler untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi sepertinya hanya impian. Aku jadi ikut-ikutan jadi senang ngumpulin tempelan kulkas oleh-oleh kakakku yang pulang jalan-jalan dari beberapa negara. Sedang aku sendiri kalau pas jalan-jalan ke luar pulau (Sulsel dan Bali) juga niat cari tempelan kulkas. Siapa tahu sewaktu-waktu kesampaian jalan-jalan ke luarnegeri.hehehe.
Sebulan yang lalu aku nekat cari pasport. Kebetulan ada sedikit uang lebih yang cukup untuk urus pasport. Katanya murah tak sampai 300 ribu. Ya udah aku bela-belain berangkat. Tanggal 27 Maret aku berangkat jam 5.10 pagi ke kantor imigrasi di Waru Sidoarjo. Perjalanan tak sampai 20 menit sudah sampai kantor imigrasi. Kupikir masih sepi ternyata sudah banyak yang antri di depan pintu gerbang kantor imigrasi. Dan begitu jam stengah 6 pintu gerbang dibuka orang-orang langsung lari. Aku pun ikut-ikutan lari. Ternyata mereka langsung duduk mengambil posisi. Aku diam sambil memperhatikan sekeliling.Ternyata semua mesti duduk menunggu pintu kantor dibuka dan antri ambil no antrian. Akhirnya jam 7.30 kantor dibuka, aku dapat nomer antrian no 13. Aku mesti ambil blangko/form isian imigrasi. Lalu antri fotokopi. Sebab ternyata semua dokumentasi mulai KTP,KSK,Ijasah harus difotokopi dalam ukuran A4. Kemudian antri lagi ambil form dan beli materai. Aku keluarkan uang 10 ribu untuk fotokopi dan beli materai.
Selanjutnya aku masuk gedung dan isi form yang sudah disediakan. Untuk siap diserahkan ke loket 2. Yang asli mesti dibawa. Ternyata cepat hingga aku hampir kelewatan. Beruntung pegawainya baik dan memperbolehkan serahkan data meski telat. (aku maju saat sudah dipanggil no 18). Setelah dataku diperiksa dan diberi bukti prapermohonan pasport, aku disuruh pulang dan diminta kembali keesokan harinya. Jam setengah 9 aku udah ngacir dari kantor imigrasi Waru.
Tanggal 28 Maret aku datang lagi pagi-pagi. Jam 6 pagi, ternyata antrian sudah panjang. Sempat terjadi keributan gara-gara rebutan mau masuk dan ada yang menerobos antrian. Tapi akhirnya bisa diselesaikan. Kali ini aku menuju loket 5 dan menyerahkan bukti prapermohonan dan dapat nomer 18. Selanjutnya antri untuk dipanggil di loket pembayaran, Aku mesti bayar 255 ribu rupiah. Dan kemudian antri lagi untuk pemotretan dan cek biometric. Sesudah mendapat giliran pemotretan dan cap jari aku diperbolehkan pulang dan diminta datang hari kamis/seminggu berikutnya.
Sebenarnya kita mesti sms sebelum ambil pasport. Supaya tak salah waktu. Meski tahu hari kamis itu pasportku belum jadi aku nekat datang. Dan benar, ditolak. Sedih deh mesti datang keesokan harinya lagi. Hari Jumatnya aku antri datang jam 8 pagi. Dan hanya butuh waktu setengah jam pasportku sudah siap jadi. Hm senang sekali akhirnya punya pasport. Bisa jalan-jalan ke luarnegeri. Buat yang mau urus pasport saranku lebih baik di kantor imigrasi daerah/kabupaten atau kotamadya saja. Sebab kata teman-temanku antriannya tak sepanjang di kantor imigrasi waru. Tapi jika terpaksa tetap mau urus di kantor imigrasi Waru/kota besar sebaiknya datang pagi-pagi. Sebab jika siang hari isinya biro jasa. Ok come on, segera urus pasport ya.
Meski seringkali lewat jalan itu tapi belum terpikir di benakku untuk sekali-sekali memasuki gedung imigrasi. Padahal sudah beberapa kali kakakku menyuruhku mengurus paspor. Pikirku buat apa. Toh aku tak keluar negeri. Meski kepingin juga. Membaca buku jilbab traveler karya Asma Nadia dan TNT karya Trinity sebenarnya sudah membuatku ngiler untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tapi sepertinya hanya impian. Aku jadi ikut-ikutan jadi senang ngumpulin tempelan kulkas oleh-oleh kakakku yang pulang jalan-jalan dari beberapa negara. Sedang aku sendiri kalau pas jalan-jalan ke luar pulau (Sulsel dan Bali) juga niat cari tempelan kulkas. Siapa tahu sewaktu-waktu kesampaian jalan-jalan ke luarnegeri.hehehe.
Sebulan yang lalu aku nekat cari pasport. Kebetulan ada sedikit uang lebih yang cukup untuk urus pasport. Katanya murah tak sampai 300 ribu. Ya udah aku bela-belain berangkat. Tanggal 27 Maret aku berangkat jam 5.10 pagi ke kantor imigrasi di Waru Sidoarjo. Perjalanan tak sampai 20 menit sudah sampai kantor imigrasi. Kupikir masih sepi ternyata sudah banyak yang antri di depan pintu gerbang kantor imigrasi. Dan begitu jam stengah 6 pintu gerbang dibuka orang-orang langsung lari. Aku pun ikut-ikutan lari. Ternyata mereka langsung duduk mengambil posisi. Aku diam sambil memperhatikan sekeliling.Ternyata semua mesti duduk menunggu pintu kantor dibuka dan antri ambil no antrian. Akhirnya jam 7.30 kantor dibuka, aku dapat nomer antrian no 13. Aku mesti ambil blangko/form isian imigrasi. Lalu antri fotokopi. Sebab ternyata semua dokumentasi mulai KTP,KSK,Ijasah harus difotokopi dalam ukuran A4. Kemudian antri lagi ambil form dan beli materai. Aku keluarkan uang 10 ribu untuk fotokopi dan beli materai.
Selanjutnya aku masuk gedung dan isi form yang sudah disediakan. Untuk siap diserahkan ke loket 2. Yang asli mesti dibawa. Ternyata cepat hingga aku hampir kelewatan. Beruntung pegawainya baik dan memperbolehkan serahkan data meski telat. (aku maju saat sudah dipanggil no 18). Setelah dataku diperiksa dan diberi bukti prapermohonan pasport, aku disuruh pulang dan diminta kembali keesokan harinya. Jam setengah 9 aku udah ngacir dari kantor imigrasi Waru.
Tanggal 28 Maret aku datang lagi pagi-pagi. Jam 6 pagi, ternyata antrian sudah panjang. Sempat terjadi keributan gara-gara rebutan mau masuk dan ada yang menerobos antrian. Tapi akhirnya bisa diselesaikan. Kali ini aku menuju loket 5 dan menyerahkan bukti prapermohonan dan dapat nomer 18. Selanjutnya antri untuk dipanggil di loket pembayaran, Aku mesti bayar 255 ribu rupiah. Dan kemudian antri lagi untuk pemotretan dan cek biometric. Sesudah mendapat giliran pemotretan dan cap jari aku diperbolehkan pulang dan diminta datang hari kamis/seminggu berikutnya.
Sebenarnya kita mesti sms sebelum ambil pasport. Supaya tak salah waktu. Meski tahu hari kamis itu pasportku belum jadi aku nekat datang. Dan benar, ditolak. Sedih deh mesti datang keesokan harinya lagi. Hari Jumatnya aku antri datang jam 8 pagi. Dan hanya butuh waktu setengah jam pasportku sudah siap jadi. Hm senang sekali akhirnya punya pasport. Bisa jalan-jalan ke luarnegeri. Buat yang mau urus pasport saranku lebih baik di kantor imigrasi daerah/kabupaten atau kotamadya saja. Sebab kata teman-temanku antriannya tak sepanjang di kantor imigrasi waru. Tapi jika terpaksa tetap mau urus di kantor imigrasi Waru/kota besar sebaiknya datang pagi-pagi. Sebab jika siang hari isinya biro jasa. Ok come on, segera urus pasport ya.
Kamis, Maret 28, 2013
Berlibur ke Mangrove Wonorejo Surabaya
Besuk libur long weekend. Udah gitu tanggal tua pula. Tentu mikir-mikir jika mau liburan ke luar kota. Untuk warga Surabaya yang mau menghabiskan libur akhir pekan tanpa mudik, Anda bisa memilih mengisi liburan di sekitar Surabaya saja. Sekarang ini Surabaya punya banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Jika Anda suka dengan tempat berair, silakan mencoba kunjungi Mangrove Wonorejo Surabaya. Dermaga Ekowisatam Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya memiliki pemandangan alam yang bagus untuk dijelajahi. Aneka pepohonan, burung ada disini. Anda bisa menikmati berjalan di jembatan kayu yang membelah sungai. Bagus untuk foto-foto.
Jika Anda ingin menjelajahi sungai, bisa menyewa kapal dan berkeliling sungai. Hm menyenangkan. Silakan mencobanya jika ke Mangrove Wonorejo. Mangrove Wonorejo ini lokasinya di timur Surabaya. Dari arah Wonokromo ke timur, lewati kampus Stikom dan STIE Perbanas yang baru lurus ke timur. Jalanan agak jelek ketika Melewati perumahan Grand Semanggi karena saat ini sedang dalam pembangunan sehingga banyak truk keluar masuk. Baru beberapa ratus meter selanjutnya ketemu pintu masuk Mangrove.
Untuk yang suka mancing, di dekat situ juga ada Mangrove Fishing Wonorejo. Tempatnya asyik untuk penghobi mancing. Berbagai jenis ikan bisa dipancing disini. Kalau udah dapat harus dibayar. Jika mau menikmati hasilpancingan secara langsung bisa meminta mereka memasakkannya. Kalau tidak kita bisa memesan makanan. Kapan hari makan ikan bakar berdua harga paketnya 25 ribu. Terjangkau kan.
Jika Anda ingin menjelajahi sungai, bisa menyewa kapal dan berkeliling sungai. Hm menyenangkan. Silakan mencobanya jika ke Mangrove Wonorejo. Mangrove Wonorejo ini lokasinya di timur Surabaya. Dari arah Wonokromo ke timur, lewati kampus Stikom dan STIE Perbanas yang baru lurus ke timur. Jalanan agak jelek ketika Melewati perumahan Grand Semanggi karena saat ini sedang dalam pembangunan sehingga banyak truk keluar masuk. Baru beberapa ratus meter selanjutnya ketemu pintu masuk Mangrove.
Untuk yang suka mancing, di dekat situ juga ada Mangrove Fishing Wonorejo. Tempatnya asyik untuk penghobi mancing. Berbagai jenis ikan bisa dipancing disini. Kalau udah dapat harus dibayar. Jika mau menikmati hasilpancingan secara langsung bisa meminta mereka memasakkannya. Kalau tidak kita bisa memesan makanan. Kapan hari makan ikan bakar berdua harga paketnya 25 ribu. Terjangkau kan.
Rabu, Maret 27, 2013
Sup dan Selat PDAM Solo
Beberapa waktu yang lalu aku pindahin foto dari BB ke komputer. Tapi aku lupa menyimpan filenya dimana. Padahal kebanyakan foto-foto jalan-jalan dan wisata kuliner belakangan ini ada disana. Sayang banget belum sempat kubagi ceritanya ama para penggemar kluyuran dan wiskul. Beruntung ada beberapa yang kufoto pakai kamera SLR kantor, jadi itulah yang bisa dibagi pada smuanya.
Kali ini aku kembali berbagi cerita kuliner di Solo. Solo memang gudangnya makanan enak. Jika ditanya 3 kota besar yang kusuka selain Kediri dan Surabaya, jelas Solo menempati peringkat ke 3. Kotanya nyaman, makanannya lezat-lezat dan sesuai selera lidahku. Mungkin karena aku pernah tinggal di sana jadi serasa kotaku sendiri. Bulan lalu aku ke Solo lagi. Ambar, (sahabatku yang berdomisili di Solo) yang menjemputku turun dari KA Prameks langsung mengajakku makan siang. Dibilang makan siang sebenarnya kurang tepat karena masih jam 10 pagi tapi dibilang sarapan udah agak siang. Entahlah pokoknya makaaan.
Kami sengaja mencari menu makanan yang tak terlalu mengenyangkan. Pilihan kami pada sup dan selat. Ternyata Ambar tak membawaku ke Kusumasari atau Warung Selat mbak Lies, malah ke arah jalan Adisucipto. Di samping kantor PDAM Jl.Adisucipto ternyata ada sebuah warung kakilima pakai keber warna merah bertuliskan nama makanan yang dijualnya.
Sebenarnya warung sup dan selat PDAM ini belum lama berdiri, belum sampai 10 tahun. Tapi sudah banyak yang tahu. Sebab meski warung kaki lima tapi tempatnya bersih. Buka dari pagi, siang udah habis. Penjualnya ramah, pelanggannya banyak. Bukan hanya pegawai PDAM Solo saja tapi juga banyak dari luar. Beberapa menu yang djual antara lain selat segar, sup matahari, sup galantin dan timlo solo. Kemarin kami sengaja memilih sup matahari dan selat segar.
Dilihat dari penampilannya saja sup mataharinya sudah menarik hati. Rasanya sayang disantap, bentuk mataharinya bagus.hehehehe. Ternyata rasanya memang uenak. Isi mataharinya macem-macem mulai ayam, jamur, telur dan sebagainya. Dalam kuah sup itu juga ada potongan wortel dan jamur kuping. Rasa kuahnya uenaaak, gurih pas di lidah. Ditambah sambal tambah mantappp.
Selatnya juga enak. Isinya selada, potongan telur rebus, buncis dan wortel, bistik daging,tomat dan acar mentimun. Dagingnya tanpa lemak. Bagus itu aman untuk yang kolesterol tinggi. (meski sebenarnya aku lebih suka yang agak berlemak xixixi). Perpaduan telur, daging dan sayur ini rasanya mantap. suegeeer banget. Harganya juga tak mahal. Ayo dicoba kalau ke Solo. Makanan kaki lima Solo pancen uenaaak uenaaak.
Kali ini aku kembali berbagi cerita kuliner di Solo. Solo memang gudangnya makanan enak. Jika ditanya 3 kota besar yang kusuka selain Kediri dan Surabaya, jelas Solo menempati peringkat ke 3. Kotanya nyaman, makanannya lezat-lezat dan sesuai selera lidahku. Mungkin karena aku pernah tinggal di sana jadi serasa kotaku sendiri. Bulan lalu aku ke Solo lagi. Ambar, (sahabatku yang berdomisili di Solo) yang menjemputku turun dari KA Prameks langsung mengajakku makan siang. Dibilang makan siang sebenarnya kurang tepat karena masih jam 10 pagi tapi dibilang sarapan udah agak siang. Entahlah pokoknya makaaan.
Kami sengaja mencari menu makanan yang tak terlalu mengenyangkan. Pilihan kami pada sup dan selat. Ternyata Ambar tak membawaku ke Kusumasari atau Warung Selat mbak Lies, malah ke arah jalan Adisucipto. Di samping kantor PDAM Jl.Adisucipto ternyata ada sebuah warung kakilima pakai keber warna merah bertuliskan nama makanan yang dijualnya.
Sebenarnya warung sup dan selat PDAM ini belum lama berdiri, belum sampai 10 tahun. Tapi sudah banyak yang tahu. Sebab meski warung kaki lima tapi tempatnya bersih. Buka dari pagi, siang udah habis. Penjualnya ramah, pelanggannya banyak. Bukan hanya pegawai PDAM Solo saja tapi juga banyak dari luar. Beberapa menu yang djual antara lain selat segar, sup matahari, sup galantin dan timlo solo. Kemarin kami sengaja memilih sup matahari dan selat segar.
Dilihat dari penampilannya saja sup mataharinya sudah menarik hati. Rasanya sayang disantap, bentuk mataharinya bagus.hehehehe. Ternyata rasanya memang uenak. Isi mataharinya macem-macem mulai ayam, jamur, telur dan sebagainya. Dalam kuah sup itu juga ada potongan wortel dan jamur kuping. Rasa kuahnya uenaaak, gurih pas di lidah. Ditambah sambal tambah mantappp.
Selatnya juga enak. Isinya selada, potongan telur rebus, buncis dan wortel, bistik daging,tomat dan acar mentimun. Dagingnya tanpa lemak. Bagus itu aman untuk yang kolesterol tinggi. (meski sebenarnya aku lebih suka yang agak berlemak xixixi). Perpaduan telur, daging dan sayur ini rasanya mantap. suegeeer banget. Harganya juga tak mahal. Ayo dicoba kalau ke Solo. Makanan kaki lima Solo pancen uenaaak uenaaak.
Sarapan Gudeg Yu Djum
Hai para penggemar kluyuran. Kangen juga lama ga berbagi cerita soal jalan-jalan dan makan-makan. Biasa ribet ama kerjaan kantor. Kali ini aku mau cerita soal jalan-jalan ke Jogya. Akhir Maret lalu aku menghadiri even di JEC Jogya. Sempat ketemu dan ngobrol ama GKR Maduretno, putri ketiga Sultan Hamengkubuwono X. hm senengnya, sampai pamer.hehehe. Dan tak ketinggalan aku juga wisata kuliner ama teman-teman di Jogya. Kemarin dari Jakarta aku berangkat ke Jogya bareng teman lama, Ira. Dari awal dia udah ngotot minta ditemenin ke gudeg yu Djum. Makanya turun dari KA Taksaka kami langsung ke wijilan. Naik becak 15 ribu dari stasiun Tugu ke jalan Wijilan.
Jam baru menunjukkan pukul setengah 7 pagi ketika kami sampai di kawasan Wijilan. Jalanannya sudah mulai rame. Widjilan kan memang terkenal sebagai pusatnya gudeg. Di sepanjang jalan Wijilan yang tak jauh dari alun-alun utara Jogyakarta itu berjejer penjual gudeg. Ada beberapa nama. Tapi kami tetap masuk ke warung gudeg Yu Djum. Karena memang dianggap kuno dan mengandung sejarah. Berdiri sejak tahun 1946 alias masih jaman perang.
Tempatnya tak terlalu besar. Kami duduk lesehan sembari menunggu makanan siap disajikan.Menu utama disini jelas gudeg. Yang komplit isinya gudeg, sambel goreng krecek kacang tolo, opor ayam kampung dan telur itik dan areh. Juga ada tahu dan tempe. Mereka mempersiapkan pesanan pembeli di bagian depan warung. Bisa dimakan di tempat, atau dibawa pulang. Bawa pulang pun bisa gunakan kotak, besek atau kendil. Tergantung permintaan pembeli. Harganya jelas berbeda-beda.
Aku memesan gudeg krecek tanpa nasi sedang ira memesan nasi gudeg telur suwir. Rasa gudeg ini manis. Kalau pingin pedes tinggal haluskan cabenya. Jangan cari sambel karena gudeg jogya tanpa sambel. Enak untuk penggemar gudeg. Berhubung aku tak suka gudeg manis maka kubilang lumayan saja. Aku lebih suka gudeg solo atau semarang yang lebih basah dan gurih. Yang jelas harganya standard. Bisa memilih sesuai ukuran kantong. Mulai sekitar 8 ribuan. Silakan mencoba jika ke Jogya. Selain di Wijilan, gudeg yu Djum juga buka cabang di jalan Dagen. Tempatnya malah lebih enak dan nyaman.
Jam baru menunjukkan pukul setengah 7 pagi ketika kami sampai di kawasan Wijilan. Jalanannya sudah mulai rame. Widjilan kan memang terkenal sebagai pusatnya gudeg. Di sepanjang jalan Wijilan yang tak jauh dari alun-alun utara Jogyakarta itu berjejer penjual gudeg. Ada beberapa nama. Tapi kami tetap masuk ke warung gudeg Yu Djum. Karena memang dianggap kuno dan mengandung sejarah. Berdiri sejak tahun 1946 alias masih jaman perang.
Tempatnya tak terlalu besar. Kami duduk lesehan sembari menunggu makanan siap disajikan.Menu utama disini jelas gudeg. Yang komplit isinya gudeg, sambel goreng krecek kacang tolo, opor ayam kampung dan telur itik dan areh. Juga ada tahu dan tempe. Mereka mempersiapkan pesanan pembeli di bagian depan warung. Bisa dimakan di tempat, atau dibawa pulang. Bawa pulang pun bisa gunakan kotak, besek atau kendil. Tergantung permintaan pembeli. Harganya jelas berbeda-beda.
Aku memesan gudeg krecek tanpa nasi sedang ira memesan nasi gudeg telur suwir. Rasa gudeg ini manis. Kalau pingin pedes tinggal haluskan cabenya. Jangan cari sambel karena gudeg jogya tanpa sambel. Enak untuk penggemar gudeg. Berhubung aku tak suka gudeg manis maka kubilang lumayan saja. Aku lebih suka gudeg solo atau semarang yang lebih basah dan gurih. Yang jelas harganya standard. Bisa memilih sesuai ukuran kantong. Mulai sekitar 8 ribuan. Silakan mencoba jika ke Jogya. Selain di Wijilan, gudeg yu Djum juga buka cabang di jalan Dagen. Tempatnya malah lebih enak dan nyaman.
Rabu, Januari 30, 2013
Sehari di Magelang
Halo para penggemar wisata kuliner. Kali ini aku mau berbagi cerita perjalanan wisatakulinerku ke Magelang (26-27/1) kemarin. Kebetulan aku mesti menghadiri even yang diadakan di GOR Tribakti Magelang. Tentunya takkulewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan khas magelang. Tetapi karena waktu terbatas aku tak bisa seenaknya jalan-jalan. Tanggal 26 Januari siang, aku cuma bisa makan siang di warung samping GOR Tribakti. Namanya warung mbak Nanik. Warungnya kecil tapi bersih. Mereka jual nasi rames, ayam goreng dan sebagainya. Nasi rames harganya cuma 3000 perak. Ayam goreng 5000 perak. Murah kan. Aku makan bareng teman sekantorku. Dia malah milih nasi dengan sayur jengkol dan lauk lele goreng. Sedangkan aku memilih sayur oseng pepaya, sambal goreng krecek dan kikil. Meski sederhana tapi enak menurut lidahku. Jawa banget.hehehe
Malamnya sebenarnya aku ingin banget mencoba mi goreng atau nasi goreng magelangan. Tapi aku mesti ke Artos (Armada Town Square). Jadinya mesti pasrah makan di foodcourt. Banyak menu ditawarkan. Aku sengaja cari yang beda dan belum pernah kucoba. Pilihanku jatuh pada mi ongklok dan tempe kemul khas Wonosobo. Mungkin karena Wonosobo dekat dengan Magelang maka tak sulit cari makanan khas Wonosobo disini. Mi Ongklok ini warnanya coklat, dalam kuahnya terasa ada rasa udang. Mienya lunak, ada taburan ayam,bawang merah didalamnya. Rasanya manis gurih. Lumayan enak. Sebaai teman makan mi ongklok seharusnya sate sapi dan tempe kemul. Aku cuma milih tempe kemul. Tempe kemul itu tempe goreng yang digoreng pakai tepung banyak dan warnanya kuning. Rasanya gurih. Dimakan pake irisan cabe dan kecap..
Sedangkan Arce, malah milih makan bakso campur babat khas Salatiga. Bakso campur ini isinya macam-macam, mulai bakso kasar, siomay, baso tahu, gorengan, hingga irisan babat. Kuah kaldunya gurih. Baksonya juga lumayan. Porsinya besar. Kenyanglah pasti. Begitu kenyang kami pun balik hotel. Kami menginap di hotel Catur yang berada di kawasan Mertoyudan. Tarifnya 285 ribu semalam. Tempatnya bersih dan nyaman. Pelayannya baik dan ramah. Breakfastnya juga tak terlalu mengecewakan. Ada nasi rawon, ayam goreng, telur asin, sayur oseng kacang nasi goreng, roti selai plus buah.
Sesudah sarapan aku kembali ke GOR Tribakti meneruskan pekerjaan. Semula aku bayangin tak bisa kemana-mana mengingat sore harinya selesai pameran aku mesti langsung balik ke Jogya. Ternyata ada salah seorang teman lama yang tinggal di Magelang yang berbaikhati menemuiku dan mengantarku jalan-jalan sebentar keliling kota Magelang. Aku jadi tahu berbagai pojok kota Magelang, mulai akmil, alun-alun, kawasan pecinan dan sebagainya. Kotanya menyenangkan, hawanya dingin. Tapi satu yang perlu Anda catat, meski kota kecil tapi jarang ada becak disini. Kalau pagi sampai sore masih ada angkot, kalau malam, terpaksa andalkan taxi.
Di Magelang aku sempat melihat warung pecel mbok Joyo yang terkenal dekat Akmil tapi aku ga mampir. Mau beli sop senerek di kawasan Jendralan ternyata juga ga buka. Padahal sop senerek ini khas Magelang banget. Ga bisa cerita karena belum lihat wujudnya. Tahun depan kalau ke Magelang lagi aku harus mencobanya. Makanan lain yang paling banyak direkomendasikan orang untuk kota Magelang adalah kupat tahu. Katanya yang paling terkenal kupat tahu p slamet di Blabak Magelang. Tapi ada yang bilang Kupat Tahu pak Pangat juga enak. Aku tak mencoba dua-duanya malah mampir makan di Warung Tahu Pojok.
Warung Tahu Pojok Magelang ini sudah berdiri sejak tahun 1942. Modelnya masih kuno. Disamping-sampingnya juga berderet penjual tahu kupat lainnya. Tetapi karena Tahu Pojok sudah lawas makanya tetap rame diserbu pelanggannya. Penataannya masih jadul banget. Satu meja bentuk u untuk tempat wedang dan satu tempat untuk kupat dan goreng tahu. Pembeli makan di depan yang masak kupat dan bikin wedang. Hm mengingatkanku pada warung makan kuno di kediri.
Sembari menunggu kupat tahu pesananku aku nyamil. Ada bakwan dan sate udang di depanku.Hm enakkk. Sebenarnya aku pingin minum wedang ronde ternyata belum ada. Adanya sekoteng. Akhirnya aku terima saja minum sekoteng. Sekotengnya isinya irisan roti tawar dan kolang kaling. Kuahnya encer. Rasanya manis pedas. Kayak ada santannya tapi entah benar entah salah.
Sebenarnya ditembok tertulis ada menu lain seperti mangut nila, tapi saat kutanyakan ternyata masih belum ada. Jadi mesti pasrah dengan satu menu, kupat tahu. Semula aku bayangin kupat tahu kayak di Solo. bumbunya kecap, dan itu aku ga suka. ternyata bedaaa. Lebih mirip kupat tahu bandung. Isinya tahu goreng panas, irisan ketupat, bakwan, taoge rebus, kubis mentah, kacang goreng dan diguyur pake bumbu sambal kacang yang encer. Jika mau pedas mereka kasih cabe yang diuleg tersendiri dalam piring. Sure, uenaaaaak. Ga salah aku makan ini.
Sepulang dari Tahu Pojok Aku mampir beli oleh-oleh. Icuk mengantarkanku ke sentraoleh-oleh Toko Endang Jaya. Buka cabang di banyak tempat di Magelang. Disini kita bisa beli getuk magelang, slondok, tape ketan, wajik, jenang dan sebagainya. Harganya jelas sudah harga toko. Sebungkus slondok saja 16 ribu. Makanya aku beli lagi 2 bungkus kecil yg 5 ribuan di mbok2 depan toko oleh2 itu. Murah meriah.hehehe. Yang jelas aku masih ingin ke Magelang lagi. Siapa mau ikut.
Malamnya sebenarnya aku ingin banget mencoba mi goreng atau nasi goreng magelangan. Tapi aku mesti ke Artos (Armada Town Square). Jadinya mesti pasrah makan di foodcourt. Banyak menu ditawarkan. Aku sengaja cari yang beda dan belum pernah kucoba. Pilihanku jatuh pada mi ongklok dan tempe kemul khas Wonosobo. Mungkin karena Wonosobo dekat dengan Magelang maka tak sulit cari makanan khas Wonosobo disini. Mi Ongklok ini warnanya coklat, dalam kuahnya terasa ada rasa udang. Mienya lunak, ada taburan ayam,bawang merah didalamnya. Rasanya manis gurih. Lumayan enak. Sebaai teman makan mi ongklok seharusnya sate sapi dan tempe kemul. Aku cuma milih tempe kemul. Tempe kemul itu tempe goreng yang digoreng pakai tepung banyak dan warnanya kuning. Rasanya gurih. Dimakan pake irisan cabe dan kecap..
Sedangkan Arce, malah milih makan bakso campur babat khas Salatiga. Bakso campur ini isinya macam-macam, mulai bakso kasar, siomay, baso tahu, gorengan, hingga irisan babat. Kuah kaldunya gurih. Baksonya juga lumayan. Porsinya besar. Kenyanglah pasti. Begitu kenyang kami pun balik hotel. Kami menginap di hotel Catur yang berada di kawasan Mertoyudan. Tarifnya 285 ribu semalam. Tempatnya bersih dan nyaman. Pelayannya baik dan ramah. Breakfastnya juga tak terlalu mengecewakan. Ada nasi rawon, ayam goreng, telur asin, sayur oseng kacang nasi goreng, roti selai plus buah.
Sesudah sarapan aku kembali ke GOR Tribakti meneruskan pekerjaan. Semula aku bayangin tak bisa kemana-mana mengingat sore harinya selesai pameran aku mesti langsung balik ke Jogya. Ternyata ada salah seorang teman lama yang tinggal di Magelang yang berbaikhati menemuiku dan mengantarku jalan-jalan sebentar keliling kota Magelang. Aku jadi tahu berbagai pojok kota Magelang, mulai akmil, alun-alun, kawasan pecinan dan sebagainya. Kotanya menyenangkan, hawanya dingin. Tapi satu yang perlu Anda catat, meski kota kecil tapi jarang ada becak disini. Kalau pagi sampai sore masih ada angkot, kalau malam, terpaksa andalkan taxi.
Di Magelang aku sempat melihat warung pecel mbok Joyo yang terkenal dekat Akmil tapi aku ga mampir. Mau beli sop senerek di kawasan Jendralan ternyata juga ga buka. Padahal sop senerek ini khas Magelang banget. Ga bisa cerita karena belum lihat wujudnya. Tahun depan kalau ke Magelang lagi aku harus mencobanya. Makanan lain yang paling banyak direkomendasikan orang untuk kota Magelang adalah kupat tahu. Katanya yang paling terkenal kupat tahu p slamet di Blabak Magelang. Tapi ada yang bilang Kupat Tahu pak Pangat juga enak. Aku tak mencoba dua-duanya malah mampir makan di Warung Tahu Pojok.
Warung Tahu Pojok Magelang ini sudah berdiri sejak tahun 1942. Modelnya masih kuno. Disamping-sampingnya juga berderet penjual tahu kupat lainnya. Tetapi karena Tahu Pojok sudah lawas makanya tetap rame diserbu pelanggannya. Penataannya masih jadul banget. Satu meja bentuk u untuk tempat wedang dan satu tempat untuk kupat dan goreng tahu. Pembeli makan di depan yang masak kupat dan bikin wedang. Hm mengingatkanku pada warung makan kuno di kediri.
Sembari menunggu kupat tahu pesananku aku nyamil. Ada bakwan dan sate udang di depanku.Hm enakkk. Sebenarnya aku pingin minum wedang ronde ternyata belum ada. Adanya sekoteng. Akhirnya aku terima saja minum sekoteng. Sekotengnya isinya irisan roti tawar dan kolang kaling. Kuahnya encer. Rasanya manis pedas. Kayak ada santannya tapi entah benar entah salah.
Sebenarnya ditembok tertulis ada menu lain seperti mangut nila, tapi saat kutanyakan ternyata masih belum ada. Jadi mesti pasrah dengan satu menu, kupat tahu. Semula aku bayangin kupat tahu kayak di Solo. bumbunya kecap, dan itu aku ga suka. ternyata bedaaa. Lebih mirip kupat tahu bandung. Isinya tahu goreng panas, irisan ketupat, bakwan, taoge rebus, kubis mentah, kacang goreng dan diguyur pake bumbu sambal kacang yang encer. Jika mau pedas mereka kasih cabe yang diuleg tersendiri dalam piring. Sure, uenaaaaak. Ga salah aku makan ini.
Sepulang dari Tahu Pojok Aku mampir beli oleh-oleh. Icuk mengantarkanku ke sentraoleh-oleh Toko Endang Jaya. Buka cabang di banyak tempat di Magelang. Disini kita bisa beli getuk magelang, slondok, tape ketan, wajik, jenang dan sebagainya. Harganya jelas sudah harga toko. Sebungkus slondok saja 16 ribu. Makanya aku beli lagi 2 bungkus kecil yg 5 ribuan di mbok2 depan toko oleh2 itu. Murah meriah.hehehe. Yang jelas aku masih ingin ke Magelang lagi. Siapa mau ikut.
Minggu, Januari 06, 2013
Kisi Khas Depot Sriwijaya Kediri
Halo, para penggemar wisata kuliner, Selamat Tahun Baru 2013. Semoga kebahagiaan, kesehatan, kesuksesan menyertai langkah kita semua. aamiin. Kemana nih acara liburan akhir tahunnya? Kalau aku seperti biasa,menghabiskan libur akhir tahun dengan mudik ke kampung halamanku Kediri. Sebab selain libur lebaran memang hanya pada akhir tahun seperti ini aku baru bisa berlama-lama di Kediri. Karena di hari biasa mesti udah disibukkan dengan aktivitas di Surabaya dan tour of duty ke berbagai kota.
Pulang ke kediri memang momen yang paling mengasyikkan untukku. Karena aku bisa menyantap makanan kesukaanku khas Kediri. Kali ini aku mau share salah satu tempat makan yang jadi favorit keluargaku. Namanya Depot Sriwijaya. Meski namanya Depot Sriwijaya tapi lokasinya bukan di jalan Sriwijaya Kediri lho melainkan di jalan Gunungsari Kediri. Sebuah jalan kecil yang menghubungkan antara jalan Patimura dan jalan Sriwijaya Kediri.
Memang sebelumnya depot ini berlokasi di jalan Sriwijaya. Setelah 2 kali berpindah tempat, kini menetap di ruko milik sendiri yang berlokasi di jalan Gunungsari Kediri ini. Setiap aku datang ke depot ini, tante pemilik depot Sriwijaya selalu menyapaku dengan ramah. Maklum ia sudah mengenal kami lama. Makanya kalau aku datang berdua dengan kakakku ia akan menanyakan keadaan mamaku. "Ibue sehat to. Salam yo," katanya dengan medok kedirian.
Menurut tante pemilik Depot Sriwijaya, ia sudah membuka depot ini sejak tahun 1992. Depotnya tak terlalu besar tapi bersih. Pelanggannya banyak meski tak berjubel. Hanya bergantian. Menunya tetap Nasi rawon,nasi soto dan nasi campur. Nasi rawon versi depot Sriwijaya ini agak beda karena kuahnya bening. Dagingnya boleh memilih daging rawonan atau empal suwir. Dimakan dengan taoge mentah, sambal dan kerupuk udang. Soal rasa, standardlah.
Kalau mampir kesini, aku lebih suka memesan soto ayamnya. Ini yang menurutku mantap. Lebih kusuka daripada soto Tamanan khas Kedirian. Sotonya memakai kuah bening. Penyajiannya pakai suun,telur rebus, keripik kentang, kubis. Ayamnya boleh memilih, bagian sayap,dada,paha, atau kulit. Dimakan dengan sambal. Wow enak sekali.Perpaduan gurih dan pedasnya pas di lidah. Wajib dicoba untuk penggemar soto.
Nasi campurnya juga enak. Biasanya selain nasi, isinya sambal goreng kentang ati, mi goreng, tahu/telur/ayam /daging bumbu merah. Dimakan dengan sambal dan kerupuk udang. Hm mantap deh. Manis,asin,gurih dan pedasnya pas. Satu porsi makanan disini sekitar 12-15 ribu rupiah. Tapi ini sebanding dengan rasanya yang memang menggoda selera.
Sebelum pulang, biasanya kami memesan menu untuk oleh-oleh bagi mama di rumah. Menu ini adalah khas depot Sriwijaya ini. Namanya Kisi. Kisi ini adalah bagian daging sapi yang ada sedikit lemaknya. Dimasak bumbu pedas. rasanya perpaduan manis, asin, dan pedas. Maknyus. Enak dimakan dengan nasi panas. Selain itu kadang juga memesan empal suwir. Empal suwirnya empuk dan manis gurih.Mantaplah untuk lauk. Silakan mencobanya kalau ke Kediri.
Pulang ke kediri memang momen yang paling mengasyikkan untukku. Karena aku bisa menyantap makanan kesukaanku khas Kediri. Kali ini aku mau share salah satu tempat makan yang jadi favorit keluargaku. Namanya Depot Sriwijaya. Meski namanya Depot Sriwijaya tapi lokasinya bukan di jalan Sriwijaya Kediri lho melainkan di jalan Gunungsari Kediri. Sebuah jalan kecil yang menghubungkan antara jalan Patimura dan jalan Sriwijaya Kediri.
Memang sebelumnya depot ini berlokasi di jalan Sriwijaya. Setelah 2 kali berpindah tempat, kini menetap di ruko milik sendiri yang berlokasi di jalan Gunungsari Kediri ini. Setiap aku datang ke depot ini, tante pemilik depot Sriwijaya selalu menyapaku dengan ramah. Maklum ia sudah mengenal kami lama. Makanya kalau aku datang berdua dengan kakakku ia akan menanyakan keadaan mamaku. "Ibue sehat to. Salam yo," katanya dengan medok kedirian.
Menurut tante pemilik Depot Sriwijaya, ia sudah membuka depot ini sejak tahun 1992. Depotnya tak terlalu besar tapi bersih. Pelanggannya banyak meski tak berjubel. Hanya bergantian. Menunya tetap Nasi rawon,nasi soto dan nasi campur. Nasi rawon versi depot Sriwijaya ini agak beda karena kuahnya bening. Dagingnya boleh memilih daging rawonan atau empal suwir. Dimakan dengan taoge mentah, sambal dan kerupuk udang. Soal rasa, standardlah.
Kalau mampir kesini, aku lebih suka memesan soto ayamnya. Ini yang menurutku mantap. Lebih kusuka daripada soto Tamanan khas Kedirian. Sotonya memakai kuah bening. Penyajiannya pakai suun,telur rebus, keripik kentang, kubis. Ayamnya boleh memilih, bagian sayap,dada,paha, atau kulit. Dimakan dengan sambal. Wow enak sekali.Perpaduan gurih dan pedasnya pas di lidah. Wajib dicoba untuk penggemar soto.
Nasi campurnya juga enak. Biasanya selain nasi, isinya sambal goreng kentang ati, mi goreng, tahu/telur/ayam /daging bumbu merah. Dimakan dengan sambal dan kerupuk udang. Hm mantap deh. Manis,asin,gurih dan pedasnya pas. Satu porsi makanan disini sekitar 12-15 ribu rupiah. Tapi ini sebanding dengan rasanya yang memang menggoda selera.
Langganan:
Postingan (Atom)






















