Rabu, Desember 15, 2010
Welcome @ Makassar
Sudah sejak bertahun-tahun yang lalu aku terobsesi bisa jalan-jalan ke Makassar. Kebetulan beberapa teman baikku tinggal di kota ini. Tetapi sepertinya sulit banget kesampaian. Sampai akhirnya dengan penuh tekat dan setengah memaksa, akhirnya aku dapat acc juga dari kantor untuk berangkat ke Makassar. Kebetulan tanggal 11-12 Desember lalu memang ada even di sana. Jadi bisa tugas sembari jalan-jalan. Karena sebagian temanku yang tinggal disana udah balik ke Jawa maka aku hanya bisa mengandalkan satu teman baikku saja, Susi. Berbekal nekat, aku pesan tiket pulang pergi Surabaya Makassar. Karena pesan sebulan sebelumnya aku bisa dapat harga tiket 634 ribu dengan pesawat citilink pulang pergi. Alhamdulillah.
Tanggal 8 Desember lalu aku berangkat dari bandara Juanda pukul 10.20. Sampai di Makassar sudah pukul 12.45. Rasanya senang banget saat pesawatku mendarat di Makassar. Menurutku Bandara Sultan Hassanudin ternyata lebih luas dan megah dibandingkan Juanda. Sesuai petunjuk Susi, setelah antri mengambil bagasi, aku sengaja mencari jalur bus damri begitu turun di bandara Sultan Hassanudin Makassar. Sebenarnya ada shutlle bus bandara ke jalan perintis kemerdekaan yang gratis. Tetapi bila ingin mendekati kota lebih baik baik bus damri jurusan karebosi. Kita hanya harus membayar 15 ribu rupiah. Lebih murah dibandingkan taxi yang rata-rata kata orang-orang dipatok harga seratus ribuan.
Aku menikmati sekali naik bus damri dari bandara menuju karebosi. Kami meluncur melalui jalan perintis kemerdekaan yang membujur panjang. Di sisi kanan jalan ini ada pintu gerbang menuju kampus Univesitas Hasanudin yang cukup terkenal itu. Selanjutnya saat memasuki jalan Urip Sumoharjo saya melihat jejeran beberapa kampus Universitas Swasta seperti Universitas Muslim Indonesia, Universitas Islam Makasar, dan Universitas 45. Kampus-kampus ini sering disorot televisi nasional karena memang memiliki banyak aktivis demonstran. Saat aku berada di Makassar (9/12) pun sempat terjadi demo mahasiswa yang berakhir bentrok dengan polisi di sepanjang jalan Urip Sumoharjo Makassar ini.
Sesuai instruksi Susi, aku berhenti di pojok Jl. AR Petarani dan naik taxi menuju mall Panakukkang. Mall Panakukkang ini merupakan mall terbesar di Makassar. Disini lengkap mulai Carefour, Hypermart, Ramayana hingga Diamond ada disini.Aku menunggu Susi pulang kantor dengan duduk di foodcourt depan swalayan Diamond dan minum es pisang ijo. Sempat makan nasi campur paket tapi rasanya ga karuan.hehehe ngacau.
Selama di Makassar aku 3 hari bermalam di rumah Susi di kawasan Antang. Sedangkan sisanya aku tinggal di penginapan di jalan Nusantara atau depan Pelabuhan Makassar. Namanya Hotel Bandar Makassar. Sebuah hotel melati berlantai 5 yang biasa digunakan untuk transit penumpang dan juga merupakan agen travel (Agus Travel). Kebetulan fasilitas hotel ini aku dapatkan secara free berkat kebaikan salah satu relasi di Makasar.
Banyak tempat yang sempat aku kunjungi selama di Makassar. Aku menikmati naik pete-pete (angkot) putar-putar kota Makassar. Kita dipatok harga 3000 perak sekali naik. Selain mall Panakukkang ada beberapa pusat perbelanjaan lagi di sana seperti mall Ratu Indah di jalan Ratulangi, mall Karebosi link di kawasan Karebosi/jl. Ahmad Yani, mall GTC Tanjung Bungo yang berada di kawasan Tanjung Bungo. Jika ingin belanja murah bisa belanja di Pusat Grosir Butung atau pasar Butung. Disini kita bisa dapat beragam barang mulai kaos, baju, jilbab, tas dengan harga miring. Sedangkan untuk pasar tradisional yang terbesar adalah pasar Central.
Pingin bersantai, bisa jalan-jalan dari kawasan pelabuhan (jalan Nusantara) hingga pantai Losari.Menyusuri jalan ini dengan berjalan kaki kita bisa bertemu benteng Rotterdam. Bila mau Anda bisa masuk dan menikmati cerita sejarah Fort Rotterdam. Tapi jika tidak, cukup berfoto di depan pintu gerbang Fort Rotterdam. Ada taman bunga dan patung Pangeran Diponegoro di halaman depan Fort Rotterdam yang bagus untuk berfoto. Di sebrang jalannya ada pinggir pantai Kayangan. Dimana dari sini kita bisa naik kapal boat menuju pulai Kayangan. Di tempat ini pula biasanya banyak orang yang berenang di laut.
Selanjutnya jika memasuki kawasan pantai Losari, kita bakal melihat pemandangan yang lebih bagus lagi. Kawasan pantai losari sekarang tertata dengan rapi. Terkadang digunakan untuk acara -acara disini. Beberapa pedagang kaki lima yang dulunya banyak tersebar di tepi pantai sudah dipindahkan ke tempat lain sehingga tidak semrawut lagi. Tetapi jika sore hari tetap ada pedagang pisang epe khas Makassar dipinggir jalan Penghibur/pantai Losari.
Salah satu tempat wisata kebanggaan Makasar jelas Trans Studio. Sebuah wahana indoor terbesar di Indonesia. Di tempat ini kita bisa mencoba beragam permainan tanpa takut kehujanan. Biaya masuknya sekitar 150 ribuan. Jam bukanya mulai jam 10 pagi. Tetapi karena kesibukan yang padat, aku tak sempat masuk ke Trans Studio. Sayang banget ya. hiks hiks.
Seorang temanku dari Bandung, Sari yang juga ikut jalan ke Makasar malah yang lebih menikmati trip ke Makasar kali ini. Selain ke Trans Studio, ia sempat pula ke Air Tejun Bantimurung yang berada di kabupaten Maros dan ke kawasan wisata Malino di kabupaten Gowa. Banyak cerita seru dan foto-foto yang dibagikannya padaku. Jadi iri deh.
Untungnya aku masih sempat wisata kuliner makanan -makanan khas Makassar selama seminggu disini. Aku coba cicipi sop konro, kapurung, es pisang ijo, jalangkote, palu basa, palu mara dan sebagainya. Yang pasti rasanya menantang. Yang jadi ciri khas makanan Makassar adalah jeruk nipis. Sebab masakannya umumnya menggunakan jeruk nipis alias kecuuut. Tapi bagaimanapun itu memang sudah jadi pembeda. Tak bisa dicela.hehehe.
Yang jelas aku merasa senang bisa berlibur ke Makassar. Naik pete-pete, naik becak kayuh, naik becak motor, sangat mengesankan. Meski sempat nyasar tak mengapa. Tapi jika ditanya satu kata untuk gambarkan kota Makassar aku akan katakan "macet". Sebab kemacetan di kota Makasar sangat parah menyaingi Jakarta, Surabaya dan Bandung. Mungkin ini karena penataan kota, jalanan yang sempit, terlalu banyak pete-pete.
Tetapi satu hal yang sering memperparah kemacetan di Makassar adalah demo mahasiswa. Andai tak terlalu sering ada demo anarkies di makassar mungkin kemacetan tak terlalu mengkhawatirkan. Saat terjadi demo di Makassar (9/12), aku sempat menempuh perjalanan dari kawasan Urip Sumoharjo hingga Antang selama hampir 1,5 jam dengan sepeda motor berhujan-hujan dengan jarak sekitar 20 km hanya demi mencari jalanan yang bebas macet parah. Padahal di hari biasa seharusnya bisa ditempuh kurang dari setengah jam karena hanya berjarak sekitar 5-7 km. Benar-benar tak terlupakan.
Walaupun begitu tak membuatku kapok untuk datang ke Makassar di lain waktu. Kemarin aku sempat membeli beragam oleh-oleh di kawasan jalan Somba Opu. Kacang disko, kripik jinten, kopi toraja, kacang telur, krupuk dibawa untuk buah tangan teman-teman. Selain itu oleh2 yang tak boleh lupa dibawa adalah otak-otak. Otak-otak ibu Elly di jalan Kijang yang terkenal sejak tahun 1905 memang luezat dan wajib dicoba. Tak percaya? Silakan datang ke Makassar.
Minggu, November 28, 2010
Pepes Ibu Suwarti
Bila jam makan siang tiba biasanya karyawan kantor di Jakarta beramai-ramai menyerbu tempat makan. Buat yang berkantong tebak jelas larinya ke cafe dan resto. Tapi yang merasa uang saku pas-pasan lebih nyaman mencari warung kaki lima dekat kantor. Untuk pegawai yang berkantor di kawasan Blok M dan Raden Patah Jakarta Selatan tentu tak akan kesulitan mencari makan siang sebab di kawasan tersebut berjajar deretan warung kaki lima. Mereka bisa memilih makanan sesuai keinginan. Mulai nasi padang, mi ayam, siomay, dimsum, roti bakar, soto ayam dan sebagainya.
Beberapa waktu yang lalu aku coba ikut-ikutan makan siang di kawasan Raden Patah Jaksel. Aku pingin tahu seperti apa sih suasana di sana. Ternyata memang ramai banget. Maklum selain pusat perkantoran disana juga dekat dengan sekolah dan kampus Al Azhar. Para pegawai dan mahasiswa ikut memadati warung-warung kaki lima yang menjual makanan disini.
Temanku yang sudah sangat familiar dengan daerah ini langsung membawaku ke warung nasi langganannya. Namanya pondok makan Ibu Suwarti. Lokasinya di belakang kantor Menpera. Tempatnya sih tidak terlalu besar tapi cukup menampung 10-15 orang. Warung nasi bu Suwarti ini menjual beberapa makanan khas Jawa Timuran. Beragam penyet dijual sini seperti tempe penyet, ayam penyet hingga lele penyet. Ia juga menjual aneka sayur dan lauk.
Salah satu menu andalan warung bu Warsi adalah sayur asem dan pepes ikan mas. Makanya kemarin aku coba memesan nasi sayur asem dan pepes ikan mas. Nasinya disajikan dalam bungkusan daun. Pulen dan enak. Sedangkan sayur asemnya cukup maknyus. Berisi beragam sayuran seperti labu, jagung, daun so. Kuahnya bening dengan rasa asam dan asin.Uenak.
Pepes ikannya jangan ditanya. Enak banget. Tetapi tak seperti pepes ikan jawa timuran yang bumbunya didominasi kemiri dan tomat. Pepes ikan mas di warung bu Suwarti lebih mirip pepes ikan mas rumah makan Sunda. Dimasak dengan bumbu lengkap, ikannya berduri lunak dan enak sekali rasanya. Manis, asin dan pedasnya pas di lidah.
Jika merasa pepes tersebut kurang pedas, kita tinggal menambahkan sambal yang sudah tersedia di meja. Aku paling acung jempol dengan sambel trasinya. Maknyos. Puedes banget tapi nikmat. Entah berapa puluh biji cabe rawit yang diuleg untuk bikin sambel ini. Yang jelas jika kita menyantap nasi sayur plus sambelnya bisa bikin kita langsung keringetan. Yang pasti bisa diulang jika ke Jakarta lagi. Apalagi harganya sesuai kantong. Tak percaya? silakan coba sendiri.
Jumat, November 26, 2010
Lezatnya Bakmi GM
Untuk pemuja bakmi pangsit rasanya masih kurang greget jika belum mencoba bakmi GM. Bakmi GM punya citarasa yang sensasional yang membuat banyak orang menyukainya. Makanya bila sedang berada di Jakarta dan ingin makan mi maka aku langsung cari counternya bakmi GM. Bakmi GM sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Rumah makan pertamanya jelas yang berada di jalan Gajah Mada Jakarta makanya disebut Bakmi GM. Hingga kini rumah makan tersebut masih ada. Bahkan kini sudah membuka cabang di beberapa tempat. Sebut saja diantaranya di Pondok Indah Mall, Kelapa Gading Mall, Taman Anggrek, Jl. Thamrin dan sebagainya.
Awalnya sepertinya menu utamanya bakmi ayam, bakmi spc pangsit, bakmi spesial dan bakso campur. Tetapi seiring dengan jalannya waktu kini mereka menyediakan beragam makanan, seperti Yi fu Mi ni, Bakmi Ayam Lada Cha Cha, Nasi Ayam Lada, Nasi Aya Ca Jamur, Nasi Goreng, Ayam Ca Jamur, Daging Sapi Lada Hitam,Udang Tahu Pedas,Cap Cay, dan sebagainya. Jika ingin bakso, mereka sediakan bakso kuah, bakso goreng, pangsit kuah, pangsit goreng, tahu bakso dan sebagainya.
Menu favoritku jika makan di bakmi GM tetap bakmi spesial pangsit rebus. Bakminya memang beda dengan bakmi bikinan rumah makan lain. Ukurannya sedang dan pipih. Rasanya gurih dan lezat. Potongan ayamnya dimasak dengan kecap jadi rasanya sedikit manis tapi enak. Pangsit rebusnya sangat maknyus. Perpaduan kulit pangsit dan isinya pas dan rasanya menggoyang lidang. Kuahnya juga enak sekali. Tidak terlalu asin. Selain itu juga menggunakan daun sawi rebus sebagai sayurnya. Dimakan dengan sambal dan saos makin mantap. Yang pasti semuanya bakal bikin ketagihan. Makanya dimanapun ada rumah makan bakmi GM tak pernah sepi pengunjung. Soal harga masih bisa dibilang standard untuk ukuran rumah makan.
Kini dengan semakin banyaknya pelanggan mereka juga menyediakan layanan delivery. Jadi begitu ingin makan bakmi GM tinggal angkat telepon dan menunggu berapa saat maka bakmi GM siap di depan mata. Sayangnya hingga sekarang bakmi GM belum membuka cabang di kota lain. Semoga manajemen rumah makan ini mau memikirkan ulang untuk membuka waralabanya di kota-kota besar lainnya. Jadi tak perlu harus ke Jakarta jika kangen bakmi GM.
Roti Bakar Edi
Bila sedang berada di Jakarta, aku suka mencoba makanan pinggir jalan. Sebab kadang malah lebih nikmat dibandingkan makanan restoran. Bulan lalu temanku mengajakku makan malam di warung roti bakar edi yang berada di kawasan blok M. Lokasi tepatnya di belakang masjid agung Al Azhar Blok M. Meski warung kaki lima tapi roti bakar edi sudah terkenal dan banyak pelanggannya. Makanya waktu aku masuk ke warung ini agak kebingungan cari tempat duduk sebab kebetulan banyak karyawan pulang kantor yang langsung makan dan nongkrong disana. Untungnya akhirnya kami dapat tempat duduk juga.
Sesudah duduk kami disodori daftar menu. Dalam bayanganku semula di warung roti bakar edi ini aku cuma bisa pesan roti bakar dengan beragam rasa, pisang bakar, roti bakar dan indomi telur. Ternyata meleset. Sebab disini mereka menyediakan beragam menu seperti bakso, siomay, mi ayam, sate padang dan sebagainya. Minumannya juga macem2, mulai es teh, es campur, hingga juice juga ada. Pokoknya komplit plit. Semua makanan ini disiapkan/dimasak dalam beberapa gerobak dorong sendiri sendiri.
Warung roti bakar edi ini sudah berdiri sejak lama. Pemiliknya berasal dari Wonogiri makanya tak heran jika
pelayannya sebagian besar berasal dari daerah yang sama. Mereka biasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa makanya buat kami yang juga orang Jawa jadi sangat familiar. Mereka juga cukup ramah dan cekatan dalam melayani pembeli.
Akhirnya kami memilih menu roti bakar keju, pisang coklat dan siomay. Setelah menunggu beberapa saat menupun disajikan. Hm asyik. Rotinya dibakar garing dengan taburan keju diatasnya. Rasanya gurih dan nikmat. Porsinya juga besar dan bikin kenyang. Pisang bakarnya juga lezat. Pisangnya agak keras jadi tak lembek saat dipotong sebelum dikunyah. Taburan keju coklatnya menggoda selera dan bikin tambah enak. Rasa manis dan asinnya pas di lidah. Siomaynya juga lumayan. Makanya kami puas menyantap makanan ini. Selain itu harga makanannya ditanggung tak mahal. Jadi bisa diulang.
Hingga kini roti bakar edi sudah membuka cabang di beberapa tempat di Jakarta. Jadi bisa segera meluncur ke tempat yang terdekat dengan Anda. Moga juga bisa segera membuka cabang di Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Makanan kaki lima ok juga tuh.
Selasa, Oktober 19, 2010
Soto Sulung Setasiun Tugu
Berjalan-jalan keluarkota dengan menggunakan kereta api memang menyenangkan buatku. Maklum Ka mania. Meski beberapa waktu belakangan ini ada berita kecelakaan keretaapi tak menyurutkan tekatku untuk setia menggunakan jasa angkutan kereta api. Bila dari Jogya ke Solo atau sebaliknya aku senang sekali menggunakan kereta api Pramex atau Prambanan Express. Dengan tarif 9 ribu rupiah sudah bisa sampai tujuan dengan selamat. Yang jelas aman dan nyaman.
Saat bertugas ke Jogya akhir September lalu aku sempat naik Prameks Jogya Solo pulang pergi dalam satu hari karena ada pekerjaan yang mesti kukerjakan di Solo. Berangkat pagi dari Jogya ke Solo dan siang harinya sudah kembali ke Jogya. Turun dari kereta di setasiun Tugu Jogyakarta bertepatan dengan waktu makan siang. Makanya aku mulai berpikir enaknya makan apa. Aku pun keluar melalui pintu selatan setasiun Tugu. Beberapa supir taxi, tukang ojek dan tukang becak saling berebut menawarkan diri. Tapi aku tetap santai melangkah saja ke barat.
Di halaman belakang setasiun Tugu ( jalan Pasar Kembang) kulihat deretan kios yang menawarkan jasa espedisi menggunakan kereta api. Tapi selain itu juga ada kios yang menjual makanan. Hups aku pun langsung ingat bahwa teman-teman pernah mengatakan kalau ada soto yang enak di sini. Makanya akupun mencari warung soto yang dimaksud. Ternyata memang ada warung soto sulung. Aku pun masuk ke warung tersebut.
Warung Soto Sulung ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Pemiliknya namanya pak Malik. tetapi saat aku mampir ke warung ini kemarin, yang melayani dua orang lelaki. Yang pasti bukan pak Malik. Entah anaknya, atau pegawainya. Aku duduk di bangku yang tersedia. Warungnya sederhana. Ia menggunakan pikulan sebagai tempat menempatkan panci soto dan pernak perniknya. Aku lihat di papan yang terpasang di tembok ada tulisan soto daging, soto campur, telur, nasi. Aku memesan soto campur dan telur. Setelah menunggu sebentar soto pesenanku segera terhidang. Wow kuahnya tampak mengepul. Di dalamnya berisi jerohan (babat, paru, iso) , wah kolesterol tinggi nih. Tapi sekali-sekali tak apa-apa deh. (ngeles dotcom). hehehe.
Aku mengambil satu dari tumpukan beberapa nasi putih yang dibungkus kertas koran di atas meja. Porsinya kecil. Cocok buatku. Buat yang doyan makan nasi putih banyak bisa ambil dua atau tiga. Jangan khawatir, murah.hehehe. Hanya saja nasi putihnya tak panas. Tetapi jika dimakan dengan kuah soto yang panas kan sama saja. Kuah soto sulung setasiun tugu ini sungguh nikmat. Bumbunya meresap. Perpaduan gurih dan asin. Jika suka yang lebih asin tinggal trambah garam yang sudah tersedia di atas meja. Dagingnya lunak dan tak alot. Jadi bisa nyaman menyantapnya. Dimakan dengan telur rebus tambah enak lagi.
Tak salah promosi temanku kalau soto sulung setasiun tugu memang sedap. Takkalah dengan soto madura di Surabaya. Harganya murah lagi. Seporsi soto campur hanya 6 ribu perak. Kalau soto daging dipatok harga 8 ribu perak. Bisa Anda coba deh jika ke Jogya.
Senin, Oktober 11, 2010
Lumpia Express
Jalan-jalan ke Semarang, rasanya kurang afdoll bila tak pulang membawa oleh-oleh khas Semarangan. Makanya ketika berkunjung ke Semarang hari Minggu yang lalu, aku dan temanku menyempatkan diri mampir ke kawasan jalan Panandaran. Di sepanjang jalan Pandanaran kami menyusuri satu persatu toko. Ada toko roti Dryna yang menjual beranekaragam roti, proltape, cake, kue basah. Lalu ada bandeng juwana yang sudah terkenal sejak lama menjual aneka ragam bandeng presto, otak-otak, bandeng duri lunak dan sebagainya. Serta ada pula toko yang menjual lumpia, bakso tahu goreng. Aku tak tahu yang mana lumpia yang paling enak di Semarang. Tapi aku ingat salah seorang teman pernah merekomendasikan aku untuk mencoba lumpia Express. Akhirnya kami pun naik becak menuju resto Lumpia Express yang berada di Jalan Gajah Mada 1 42 AA Semarang.
Sebenarnya resto Lumpia Express ini baru berdiri sejak tahun 2004 tetapi jadi yang paling ngetop sekarang. Hal ini karena mereka berani membuat konsep baru dalam menyajikan lumpianya. Tak lagi dibungkus dalam besek tetapi di kotak (karton) dan bisa bertahan selama beberapa hari. Pemilik Lumpia Express ini yaitu Max Sugi Winarso mengklaim Lumpia Express ini merupakan keturunan ketiga dari Lumpia Mataram dan keturunan ke 5 dari Lumpia Semarang. Tak heran meski sudah modern dalam penyajian tapi soal rasa berani diadu. Yaitu tetap tradisional dan khas.
Kami pun memesan lumpia untuk dimakan di sana. Mereka menyediakan beberapa meja dan kursi sehingga kami bisa menyantapnya disana dengan nyaman. Kami boleh memilih lumpia basah atau goreng sesuai selera. Isinya boleh original atau crab (kepiting). Yang pasti rasanya sedap. Isinya rebung, ayam, mi dengan bumbu yang pas sehingga nikmat di lidah. Kulitnya tak terlalu asin jadi cocok dan bisa disantap buat penderita darah tinggi. Lumpia basah jelas lebih nikmat menurutku. Tapi buat yang suka lumpia goreng juga lumayan gurih kok. Saosnya juga enak. Disajikan dengan cabe dan daun bawang. Wow mantap. Harga perbijinya sekitar 9 -12 ribu rupiah. Hm mahal juga tapi sepandan dengan rasa enaknya. Sembari menyantap lumpia semarang aku
Bila mau dibawa ke luar kota jika dibeli dalam bentuk mentah bisa bertahan 12 jam tanpa di kulkas. Kalau di simpan di kulkas bisa tahan lama. Cocoklah dibawa ke luarkota. Tak heran bila salah seorang relasi dari Jakarta bela-belain beli 3 kardus seharga 1,5 juta untuk dibawa pulang ke Jakarta. Jadi silakan mampir kesana jika ingin membeli oleh-oleh lumpia Semarang dan rasakan bedanya.
Sabtu, Oktober 09, 2010
Nikmatnya Brongkos Alkid
Salah satu menu favorit keluargaku adalah sayur brongkos. Sayur brongkos ini adalah sayur dengan bahan dasar kacang panjang dengan tetelan serta dimasak dengan menggunakan bumbu rawon tetapi ditambah cabe dan santan. Rasanya perpaduan gurih, asin dan manis. Yang jelas kami menggemarinya. Makanya saat jalan-jalan ke Jogyakarta kemarin aku tertarik mendengar ada warung makan yang spesialnya menjual menu makanan brongkos.
Oleh karena itu minggu lalu aku dan kawan baikku mencoba mampir di warung nasi di dekat alun-alun kidul Jogyakarta. Lokasinya persis di selatan gapura alun-alun kidul atau di jalan Gading Jogyakarta. Namanya sebenarnya warung Handajani. Warung ini sudah didirikan pasangan Adijo dan Sardijem sejak tahun 1960-an. Kini anak-anaknya yang meneruskan usahanya tersebut.
Mereka sebenarnya menjual beragam makanan mulai nasi pecel hingga soto. Tetapi salah satu menu makanannya yang banyak dicari orang adalah brongkos. Hari masih pagi saat aku masuk ke dalam warung sederhana ini. Tanpa memperhatikan daftar menu aku langsung memesan nasi brongkos. Aku sudah membayangkan sepiring nasi dengan sayur brongkos kacang panjang yang bakal segera terhidang. Kulihat di sekeliling warung itu, kursi dan meja kayunya masih kuno. Di dinding terpasang beberapa kliping koran yang memuat mengenai brongkos alkid. Ada gambar Bondan Winarno, tokoh wisata kuliner favoritku. Wah fotonya masih muda sekali berarti waktu ia datang kesini sudah bertahun-tahun yang lalu.
Tak berselanglama nasi brongkos pesananku siap di atas meja. Wow ternyata aku salah. Yang keluar memang nasi brongkos berwarna hitam mirip rawon tetapi isinya beda. Nasi brongkos alkid ini berisi nasi, kacang tolo, tahu, dan telur rebus serta krupuk. Walaupun begitu rasanya tidak mengecewakan. Kuahnya yang berwarna hitam terasa gurih dan asin. Tahunya yang satu digoreng dahulu dan yang satunya direbus. Telurnya juga hanya direbus. Kacangtolonya empuk. Perpaduan semuanya dengan nasi benar-benar mantap. Jika kita ingin berasa pedas tinggal menambahkan sambal yang sudah di depan meja. Mantap deh.
Temanku lebih memilih nasi pecel. Nasi pecelnya juga tampak menarik dengan lauk tempe goreng dan kerupuk. Kami berdua memesan lauk tambahan tetelan bacem. tetelan bacem ini adalah tetelan daging yang dimasak dengan menggunakan gula merah dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih , laos ,salam dan garam. Penyajiannya ditaburi bawang goreng. Rasanya enak banget karena dagingnya tidak alot dan bumbunya meresap. Harga makanan di sini juga tidak mahal sehingga bisa diulang kesini jika ke Jogya lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)


