Selasa, Januari 19, 2010

Soto Mie



Alhamdulillah aku sudah bisa kembali ke Surabaya setelah sepuluh hari travelling ke beberapa kota. banyak cerita jalan-jalan dan makan-makan yang bisa jadi bahan tulisan. Moga menarik dan bermanfaat untuk para pembaca setia blog kluyuran ini. Waktu di Jakarta kemarin aku sempat mencoba makanan namanya soto mie. Setahuku Soto Mie sebenarnya makanan khas dari kota Bogor. Kita bakal menemui banyak penjual soto mie mulai di pinggir-pinggir jalan hingga foodcourt dan resto. Di Jakarta yang notabene berdekatan dengan Bogor,juga tak sulit mencari penjual soto mie. Salah satu depot Soto Mie yang cukup populer di Jakarta adalah Soto Mi Lautze. Entah kenapa disebut soto mie lautze aku tak tahu. Sebab aku belum pernah langsung datang ke depotnya yang asli. Apa mungkin memang tempat aslinya di sekitar jalan Lautze (dekat kawasan Kartini/Karang Anyar Jakarta). Aku malah pernah makan soto mie lautze ini di foodcourt Golden Truly Gunung Sahari Jakarta. Aku penasaran seperti apa rasa Soto Mie Lautze ini. Aku sudah membayangkan pasti lebih enak daripada soto mie yang kumakan di pedagang kaki lima di Bogor. Sebenarnya stan Soto Mie Lautze di Golden Truly ini menawarkan berbagai menu. Ada soto mie lautze lisol, lisol kuah, bakmi kol, sop daging. Tapi aku sengaja pilih menu lisol kuah. Hal ini karena waktu itu lagi malas makan daging. Waktu mereka sajikan ternyata isinya mi/bihun, potongan tomat, kul/kobis, sledri, bawang goreng, irisan jeruk limau dan lisol yang dipotong-potong. Kuahnya bening tanpa santan dan berwarna kuning kecoklatan karena  sepertinya banyak sekali kecapnya. Rasa kuahnya asin dan asam. Terus terang aku tak begitu suka. Mungkin karena kuahnya terlalu asam dan kurang panas saat disajikan . Lisol yang dimaksud disini sekilas mirip sosis dalam kuah timlo tapi berisi bihun dan sedikit potongan wortel. Rasa lisolnya juga kurang yummy menurut lidahku sebab belum seenak sosis timlo. Harga lisol kuah ini Rp. 12.500,- tapi jika komplit alias dengan daging Rp. 15 ribu. Mungkin kekurangannya bisa ditutupi jika kita memesan emping untuk pelengkapnya deh. Tapi semua itu tergantung selera. Jika Anda penasaran silakan mencoba. Mungkin akan lebih puas jika mencoba membeli di warung soto mie lautze yang asli alias bukan di cabangnya.    

Selasa, Januari 12, 2010

Tahu Gejrot


Tidak terasa udah beberapa hari aku di Jakarta. Kesibukan yang padat  bikin aku jarang nulis blog. Makanya kangen banget. Sekarang di sela-sela waktu luang kusempatkan mampir ke warnet dan menambah tulisan di blogku biar Anda semua tak bosan untuk mengunjungi blogku ini. Kali ini aku sengaja pingin bercerita mengenai tahu gejrot. Awalnya aku tidak mengetahui seperti apa tahu gejrot itu. Setiap kali aku berjalan-jalan di Jakarta aku sering melihat pedagang pikulan yang menjual tahu gejrot. Ada juga yang menjual tahu gejrot ini dengan membawa sepeda. Terus terang aku belum pernah membeli makanan ini di pedagang keliling itu. Mohon maaf agak takut kalau kurang higienis. Yang kutahu Tahu Gejrot ini makanan khas dari Cirebon. Meski sering lewat tapi kan aku belum pernah jalan-jalan ke Cirebon makanya beli tahu gejrot di tempat yang benar masih mimpi. Kebetulan kemarin aku sempat makan siang dengan teman di salah satu foodcourt di Jakarta Pusat. Melihat berbagai menu yang dijual aku bingung milih makan apa. Akhirnya aku sengaja milih makan pempek kulit saja. Tapi karena kurasa masih kurang kenyang aku sengaja beli Tahu Gejrot Cirebon. Aku penasaran pingin memperhatikan seperti apa sih tahu gejrot ini sebenarnya. Saat memesan di stan tahu gejrot, kulihat selain tahu ada bawang merah, bawang putih yang ditempatkan di dalam kotak kacanya. Tak berselanglama mereka pun menyajikan tahu gejrot pesananku. Keunikannya mereka tempatkan tahu gejrot ini dalam cowek (bahasa jawa) jadi lain daripada yang lain. Penampilannya menarik karena ditata secara rapi. Tahu putih goreng (sumedang) yang dipotong tipis-tipis diguyur sausnya dan diberi tusuk gigi untuk memudahkan memakannya. Aku mulai menyantap tahu gejrot ini. Ternyata uenak. Sepertinya bumbunya adalah bawang merah, bawang putih, cabe hijau rawit, gula merah,air asam, kecap manis, dan garam. Semua bumbu itu diuleg kasar jadi serat bawang dan cabenya masih terlihat jelas. Rasanya manis, asin tapi juga asam atau kecut. Selain itu juga puedes. Bumbu/kuahnya banyak jadi puas. Mungkin kalau ada krupuk bisa lebih sip lagi. Tahu gejrot ini cocok sebagai makanan selingan sebab porsinya kecil dan tidak mengenyangkan tapi puas sebab maknyus. Coba belinya di Cirebon pasti rasanya lebih lezat lagi. Wah jadi ingin main ke Cirebon deh.

Rabu, Januari 06, 2010

Soto Air Mancur


Orang sering bilang Januari sama dengan hujan tiap hari. Meski itu cuma sekedar kiasan tetapi kenyataannya memang lebih sering hujan daripada tidak di bulan Januari ini. Tak peduli pagi, siang atau malam kalau mau hujan ya hujan. Kadang pagi-pagi sudah mendung seperti pagi ini. Kalau mendung cuacanya dingin dan jadi pingin sarapan yang panas-panas. Kayaknya enak ya makan soto ayam lamongan panas biar badan agak sedikit hangat. Di Surabaya untungnya bertebaran penjual soto ayam lamongan yang lezat-lezat. Seperti soto pak Sadi di Ambengan, soto pak Jayus di Manyar. Soto cak Pardi di Embong Malang, soto cak Riban di Genteng dan masih banyak lagi. Kalau Anda dari arah Rungkut sedang menuju ke kawasan Bandara atau sebaliknya dan ingin makan soto ayam bisa membelokkan kendaraan masuk ke wilayah perumahan Pondok Candra Indah. Di sana ada salah satu warung soto ayam yang terkenal murah meriah namanya warung soto ayam lamongan Air Mancur. Soto ayam Air Mancur ini sudah ada sejak dulu kala. Sebelum ada proyek pembangunan jalan tol Waru Juanda yang melintasi perumahan Pondok Candra, warung Soto ayam ini berada di kawasan jalan raya Taman Asri atau jalan utama masuk perumahan Pondok Candra. Kini pemiliknya yaitu cak Budi memindahkan tempat jualannya di pojok jalan KH. Zainal Abidin atau tepat di barat kawasan jalan Jeruk Pondok Candra. Walaupun begitu tak membuat pelanggannya kabur. Meski warungnya kecil, tapi selalu penuh  terisi pelanggan. Dalam melayani pembeli cak Budi hanya dibantu oleh istrinya saja. Seporsi nasi soto ayam di warung ini hanya 5000 perak. Kita boleh milih daging, kulit, sayap tetap segitu harganya dan buanyak banget isinya. Jika suka boleh tambah ceker, kepala, atau rempelo ati. Kuahnya bening, ditambah suun dan daun bawang yang yummi, rasanya tak terlalu asin dan gurih. Jika suka poyah bisa menambah poyah sendiri lagi yang sudah disediakan di meja. Bila suka pedes bisa nambah sambal banyak. Lebih sip lagi jika makan dengan krupuk dan minum es teh. Yang jelas maknyus deh.  

Selasa, Januari 05, 2010

Pecel Tumpang Kediri



Rasanya tak ada kata bosen makan pecel tumpang untuk orang asli Kediri. Meski sudah sarapan pecel tumpang, malamnya makan dengan menu yang samapun tak bermasalah. Hal ini karena cukup mudah mencari penjual peceltumpang di Kediri. Lain masalahnya jika kemudian kita tinggal di kota lain. Seorang teman di Jakarta sempat mengaku pingin banget makan tumpang tapi kesulitan mencari penjual nasi tumpang di sekitar tempat tinggalnya. Alhamdulillah di Surabaya aku tak serepot itu. Bila aku lama tak pulang ke Kediri dan kangen makan nasi pecel tumpang maka aku langsung menuju warung nasi pecel tumpang langgananku. Kebetulan di kawasan jalan Kendangsari Industri  ada penjual nasi pecel tumpang khas Kediri. Lokasi tepatnya di seberang kantor BNI Kutisari. Ciri khas dari warung kakilima ini ada spanduknya yang berwarna kuning dan bertuliskan Nasi Pecel Tumpang Kediri. Yang ini tak bohong sebab penjualnya memang asli orang Kediri. Pemilik warung pecel tumpang kediri ini namanya bu As. Perempuan berjilbab ini mengaku berasal dari Bandar Kidul Kediri. Ia sudah membuka warung pecel tumpang ini selama 13 tahun. Wow cukup lama juga ya. Nasi pecel tumpang kediri buatan bu As lumayan enak dan mirip seperti yang biasa di jual di Kediri makanya banyak banget pelanggannya. Terkadang saat makan disana aku sering ketemu dengan orang-orang Kediri yang sama-sama mencari rejeki di Surabaya dan kangen makan pecel tumpang. Warung pecel tumpang bu As yang buka mulai jam setengah enam sore hingga malam ini tidaklah terlalu besar. Ia hanya menyediakan dua meja panjang dengan beberapa bangku plastik untuk pembeli. Sedangkan perlengkapannya seperti tempat nasi, sayur, sambal ia taruh di meja tersendiri. Aku liat setiap waktunya bu As menyediakan nasi dalam termos besar, sambal tumpang dalam panci besar dan sayur-sayuran dalam jumlah banyak dalam tompo rotan. Nasi pecel tumpangnya rasanya maknyus deh. Isi sayurannya boleh milih, ada kangkung, timun rebus/ndoyo, kacang panjang, buah pepaya muda, daun ketela pohon, dan kecambah/capar. Sambalnya selalu dikasih banyak jadi kelihatan lekoh. Sambalnya asin, pedes, uenak. Bila kita beli nasi pecel tumpang mesti diberi rempeyek kacang kedelai dan teri serta kerupuk puli warna kuning. Meski agak keras, tapi peyeknya uenak kok. Jika suka boleh minta lalapan timun dan kemangi. Harga sepiringnya hanya 4 ribu perak, jika tanpa nasi hanya 3 ribu perak.  Bila ingin lauk tambahan bisa memilih, sate telur puyuh, atiampela dan ayam goreng, telur asin,tempe dan tahu bacem, serta dadar jagung. Sedangkan jika kepedesan bisa minum es teh dan es jeruk yang juga dijual disana. Pokoke layak dicoba deh buat kalian yang hobi pecel tumpang tapi belum sempat ke Kediri.

Senin, Januari 04, 2010

Bebek HT


Bicara mengenai makanan-makanan khas Surabaya pastilah nasi bebek termasuk salah satu diantaranya. Cukup banyak warung bebek yang terkenal disini. Ada bebek kayu tangan di bratang, cak yudi di perak, palupi di rungkut dan masih banyak lagi. Kali ini aku pingin membahas mengenai bebek HT. Bebek goreng HT termasuk salah satu warung nasi bebek yang ngetop dan sudah lama ada di Surabaya. Karena lokasinya di kawasan Karang Empat besar yang bisa dibilang amat sangat jauh dari rumah dan kantor maka aku belum pernah kesana. Tetapi sejak beberapa tahun belakangan mereka sudah membuka cabang di beberapa tempat. Gara-gara terprovokasi melihat teman-teman menyantap nasi bebek HT saat kami makan rame-rame di Giant Diponegoro minggu lalu maka kemarin aku memutuskan mampir beli bebek goreng HT di salah satu cabangnya. Kebetulan tempatnya hampir tiap hari kulewati bila pulang kantor yaitu di jalan Tenggilis Barat atau belakang Superindo Jl. Jemur Sari. Warungnya tak terlalu besar. Di spanduk yang terpasang di depannya tertulis Bebek Goreng HT Cabang Asli Karang Empat besar. Apa ada tempat lain yang tidak asli ya? aku tidak tahu. Begitu aku masuk dan duduk, salah seorang pelayan wanita berseragam merah menghampiri dan menyodorkan daftar menu. Aku lihat selain paha, dada, juga ada kepala, hati ampela, jantung, usus dan tahu. Aku sengaja memesan paha bebek super sebab yang biasa tak ada. Kuperhatikan pelayannya menggoreng. Ada dua wajan besar yang disediakan untuk menggoreng bebek. Sebuah kipas angin besar sengaja dipasang menghadap ke arah kompor dan penggorengan. Fungsinya untuk apa tidak jelas, mungkin agar pelayan yang goreng bebek tidak kepanasan. Sembari menunggu salah satu pelayan mengantarkan nasi putih yang diguyur sedikit bumbu kuning dengan lalapan seiris timun, seiris jeruk nipis dan sedikit kemangi. Karena bumbunya dikit banget maka aku meminta tambah. "Boleh tambah bumbunya, mbak," pintaku pada pelatan itu. "Boleh," katanya sambil membawa kembali nasi putih tersebut. Tapi saat balik kulihat tak banyak perubahan alias hanya ditambah sedikit sekali. Tak berselang lama bebek gorengnya disajikan dalam piring. Ukuran bebeknya lumayan besar dan kering. karena aku malas cuci tangan maka aku sengaja menggunakan sendok dan garpu untuk memakannya. Bebek gorengnya lunak dan mudah dipotong dengan sendok dan garpu. Bagian luarnya asin dan gurih. Hanya saja bumbunya kurang meresap ke bagian dalamnya. Sambalnya disajikan dalam wadah kecil. Rasanya uenak, pedes, asin tapi sayangnya sedikit banget. Kulihat di meja mereka hanya menyediakan kecap dan tak menyediakan sambal dan bumbu tambahan yang biasa khusus disediakan cuma-cuma jika orang menginginkan seperti di warung lainnya. Jadi mesti pasrah saja. Sebenarnya jika doyan, mereka juga menjual pete untuk lalap. Tapi karena tak suka aku memilih tak membelinya. Selain es teh, sebetulnya mereka juga menjual minuman es teh susu, es milo, es cao, es milo cao,  es jeruk, soft drink  dan sebagainya. Tetapi aku sengaja memilih es teh tawar untuk menghilang pedas. Sesudah kenyang aku pun membayar dan lanjut pulang. Ternyata untuk nasi bebek dan es teh tawar itu aku mesti membayar 19 ribu perak. Ya lumayan meski tak terlalu murah.hahaha. Bila tertarik silakan mencobanya. Warung ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Selain itu kelebihannya, bisa delivery order.

Jumat, Januari 01, 2010

Gado-Gado Arjuno


Menikmati libur tahun baru, aku dan keluarga memilih jalan-jalan ke Tunjungan Plasa. Tempat yang bikin kami betah berlama-lama tentunya hanya Studio Foorcourt yang terletak di lantai 5 TP 1. Sebab disana kami bisa duduk-duduk sembari mencoba makanan yang jadi pilihan kami. Dari beragam tempat yang ada memang Warung TP yang jadi tempat paling oke sebab di tempat ini menjual berbagai makanan khas Surabaya (mirip resto Piring Surabaya). Kali ini aku sengaja memilih makanan yang tidak terlalu mengenyangkan yaitu gado-gado. Kebetulan di sana, yang memiliki stan di warung TP adalah gado-gado Arjuno. Gado-gado Arjuno termasuk salah satu dari beberapa warung gado-gado yang terkenal di Surabaya. Awalmulanya mereka membuka warung gado-gadonya di jalan Arjuno makanya dinamakan gado-gado arjuno. Kinipun warung gado-gado tersebut masih tetap berada di sana bahkan sudah lebih besar tempatnya. Seiring dengan bertambahnya pelanggang, mereka juga melebarkan sayap dengan membuka cabang di beberapa foodcourt yang ada di Surabaya. Salahsatunya di warung TP tersebut. Begitu makanan disajikan, aku langsung perhatikan dulu isinya sebelum menyantapnya. Kulihat ada kentang rebus yang diiris tebal-tebal, kecambah dan kubis rebus, mentimun dan selada mentah serta potongan tahu tempe goreng dan telur rebus. Dibagian atasnya tampak krupuk udang dan belinjo yang menggoda selera untuk segera menyantapnya. Aku mencoba menikmati makan gado-gado ini. Bumbu kuah kacangnya yang sepertinya dari kacang dan santan lumayan meski menurutku kurang halus gerusan kacangnya. Sedangkan menurutku rasanya kurang manis sedikit. Kalau asinnya udah pas. Tapi jika dicampur dan dinikmati pelan-pelan enak juga. Apalagi jika dimakan dengan sambal cabe halus, cukup deh. Bisa jadi makanan pilihan jika berkunjung ke Surabaya.

Jangkang


Sebelumnya kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Semoga kebahagiaan, kesehatan dan kesuksesan senantiasa menyertai langkah kita semua. amin. Aku berharap di tahun 2010 ini bisa berbagai lebih banyak cerita yang bermanfaat bagi kita semua. Demi memenuhi permintaan salah satu sahabatku yang ingin aku membahas mengenai Jangkang maka kali ini aku coba untuk menulis soal Jangkang. Apakah Anda sudah pernah tahu seperti apa jangkang dan pernah memakannya? Mungkin sebagian berkata iya tetapi pasti sebagian bilang tidak. Sebab jangkang memang bukan makanan yang umum bisa diperoleh di sembarang kota. Hewan air ini sepertinya ada pada musim-musim tertentu. Bila sedang musim, jangkang ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Surabaya. Bahkan sesekali tampak pula di beberapa swalayan.  Jangkang ini sebenarnya bentuknya mirip kepiting kecil yang masih muda. Mungkin bisa dibilang seperti yuyu. Warnanya hitam, lunak dan berukuran mini. Jangkang ini bukan binatang laut tetapi sungai. Biasanya jangkang ini dimasak dalam bentuk pepes ataupun digoreng dengan telur/dadar jangkang. Kita bisa membeli pepes atau dadar jangkang ini di beberapa warung makan di Surabaya. Aku biasa makan dadar jangkang dan pepes jangkang ini bila kebetulan sarapan di warung Mejoyo Rungkut. Rasa dadar jangkang gurih dan krius krius. Hal ini karena perpaduan antara telur, jangkang, tepung terigu dan bumbu-bumbu yang meresap membuat dadar jangkang ini terasa sedap. Sedangkan untuk pepes jangkang dimasak dengan menggunakan bumbu seperti kemiri, bawang putih, dan cabe merah. Takkalah rasanya dengan pepes udang. Uenak pol. Kini bila Anda ingin makan jangkang, selain di warung-warung, Anda bisa membeli pepes jangkang di resto Ria Corner yang ada di Studio Foodcourt Tunjungan Plasa. Harganya tak mahal sebungkus pepes jangkang hanya sekitar 4000 rupiah. Untuk penggemar masak memasak, tentu lebih menyenangkan bila membeli jangkang mentah dan memasaknya sendiri. Sebab dengan begitu jangkang ini bisa dikreasikan dalam berbagai bentuk masakan yang lain. Tentunya bakal lebih lezat dan menarik.