Selasa, Maret 24, 2009

Angkringan Lek Man


Rasanya belum ke Jogya kalo belum mampir ke Angkringan Lek Man. Angkringan Lek Man termasuk salah satu tujuan wisata kuliner yang di minati bila orang berkunjung ke Jogya. Bahkan saking banyaknya penggemarnya sampai sudah ada grup angkringan lek Man di facebook. Aku termasuk salah satu penggemar Lek Man. Setiap kali ke Jogya aku mesti menyempatkan diri mampir ke tempat ini. Angkringan Lek Man merupakan salah satu warung angringan yang berada di samping (utara) setasiun Tugu Jogyakarta. Waktu pertama kali aku makan di tempat ini bersama teman-temanku beberapa tahun yang lalu, langsung berkomentar satu kata. Muraaaaaah.hehehe. Menunya beragam mulai nasi kucing (sambal), nasi teri, nasi bihun/buncis, bihun, capcai dan lain-lain. Lauknya mulai sate usus, kulit, daging, ceker, hingga kepala ayam. Gorengannya pun mulai mendoan, tahu hingga tempe goreng juga ada. Yang bikin aku tambah suka selain bisa minum es teh juga ada es tape yang uenak itu. Pokoke enak tur murah. Kopi joss sepertinya yang paling banyak penggemarnya. Berhubung aku tak suka kopi ya maaf belum mencoba. Meski ada tempat di depan tungku pot air yang paling diminati tapi aku lebih suka sembari lesehan di sebrang jalannya. Tapi siap-siap uang receh sebab cukup banyak pengamen yang ikut nimbrung meminta belas kasihan. Walaupun begitu tak mengapa sebab makan di Angkringan Lek Man tetap nikmat. Pengunjunge kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Sejak buka sore hari sampai malam tak pernah sepi pengunjung. Hidup Angkringan Lek Man

Minggu, Maret 22, 2009

Mi Pele


Saat aku menulis status di fb jika habis makan mi pele, salah satu teman berkomentar apa sih Mi Pele. Sebenarnya Mi Pele itu adalah satu satu nama warung mi yang berada di kawasan alun-alun Jogyakarta. Warung ini sepertinya sudah berdiri sejak dahulu kala dan cukup ramai serta punya banyak pelanggan. Orang bisa memilih duduk di kursi atau makan di lesehan. Tapi aku menyarankan makan lesehan saja sebab lebih asyik. Sambil menunggu makan dan asyik makan kita bakal dihibur pengamen-pengamen bersuara merdu yang menyanyikan lagu-lagu yang sedang hit. Kadang kita bisa meminta atau request lagu yang kita ingin dengar. Menu yang ditawarkan di warung Mi Pele ini selain Bakmi goreng Bakmi Godog, juga ada Bakmi Nyemek. Bakmi yang ditawarkan ada bakmi kuning, dan bakmi putih (bihun). Jika tidak ngomong kadang dikasih campur dua2nya. Bakmi ini disajikan dengan kopyokan telur dan irisan ayam. Tapi terus terang sebenarnya rasanya standart, biasa saja. Karena aku penyuka mi, menurutku tetap jauh lebih enak Mi goreng kediri daripada ini. Selain mi ada pula nasi goreng magelangan. Magelangan ini kalo di Jawa Timur biasa disebut nasi mawut yaitu campuran nasi goreng dan bakmi goreng. Rasanya lumayan meski tetap kalah dibanding nasi mawut kediri. Sorry lah yaouw. Maklum tetap lebih mi kediri mania. hihihi. Lagipula menurutku harganya tidak bisa dibilang murah untuk ukuran warung kakilima di kota seperti Jogya. Dulu sih harganya 10 ribu perporsi tapi memang porsinya agak besar. Berapa harganya sekarang ini aku tak tahu sebab saat makan di warung mi pele baru-baru ini aku ditraktir teman. Sebenarnya yang paling kusuka di warung Mi Pele ini selain suasananya yang bikin kangen karena bisa makan lesehan sembari menyaksikan suasana Jogyakarta (khususnya di alun-alun di malam hari), adalah minumannya. Aku paling suka minum wedang tape atau es tape. Es tape memang menu andalan warung-warung di Jogya. Pokoke rasanya enak banget, campuran manis dan kecut. Makanya sembari makan nasi magelangan, es tape tak boleh dilewatkan. Buat penyuka Mi Jogya dan Magelangan, makan mi di tempat ini boleh dicoba dan rasakan sensasinya.

Sabtu, Maret 21, 2009

Steak Mun Mun

Hari Sabtu lalu aku reunian bareng sobat-sobatku di Solo. Meski udah makan berbagai camilan khas Solo macam Sosis Solo, risoles, lumpia dan lain-lain tapi saat jam makan siang kami tetap merasa kelaparan. Makanya kami memutuskan mencari makanan khas Solo yang lezat untuk disantap. Salah satu menu yang banyak kami incar adalah Steak. Dulu masa kuliah kami biasa makan steak di resto Kusumasari jika ada yang sedang berulangtahun. Tapi kali ini kami sengaja mencari yang baru. Salah satu sobatku yang asli Solo dan sekarang balik berdomisili di Solo mengusulkan kami mencoba makan di warung steak di kawasan Widuran Solo. Tentunya tawaran ini langsung kami terima. Kami pun meluncur bersama ke kawasan Widuran Solo. Ternyata tempat yang kami datangi bernama warung Steak Mun-Mun. Begitu masuk, kami duduk di kursi-kursi yang ditata rapi seperti warung steak lainya. Tapi saat kami disodori kertas menunya langsung terlonjak. Kaget banget. Masak sih menu paket suma seharga 11 ribu rupiah. Dengan harga sebesar itu kami sudah bisa makan Chicken/Tenderloin steak, teh botol dan dessert. Kami semua memilih makan paket tenderloinya. Piuh ternyata tak mengecewakan. Rasanya tak kalah dengan steak di warung lainnya yang harganya bisa dua hingga tiga kali lipatnya. Buat yang biasa tinggal di Jakarta dan Surabaya pasti satu komentarnya uenak tur muuraaah. Daging tenderloinnya berukuran sedang dibungkus tepung yang gurih. Potongan kentang, wortel dan buncisnya juga lumayan banyak. Saosnya juga nikmat. Dessert Pudingnya juga manis. Pokoke sipp lah. Selain itu juga masih ada menu-menu steak lainnya yang bisa dipilih. Yang jelas menu makanan di warung Steak Mun Mun layak diulang jika datang ke Solo. Soal makanan murah & maknyus memang Solo deh tempatnya.

Kamis, Maret 19, 2009

Timlo Sastro




Undangan reuni yang dikirimkan kampusku dulu padaku membuat aku sengaja berangkat ke Solo. Tentunya kesempatan berkunjung ke Solo ini tak kulewatkan begitu saja tanpa wisata kuliner. Salah satu menu wajibku di Solo adalah Timlo Sastro. Aku ingat pertama kali mengenal Timlo Sastro ini sudah sejak tahun 1992-an ketika diajak makan di warung ini bareng-bareng keluargaku sebelum menghadiri acara wisuda masku. Komentar pertamaku uenak banget. Aku pun jadi ketagihan. Selama aku kuliah di Solo saat lagi punya duit lebih atau pas nyokapku main ke Solo selalu kuajak makan di Timlo Sastro. Hingga aku lulus dan tidak tinggal lagi di Solo, setiap kali aku bertugas ke kota ini selalu menyempatkan diri mampir makan di warung Timlo Sastro. Warung Timlo Sastro itu letaknya di Balong atau belakang Pasar Gede Solo.Letak warungnya di pojokan jalan. Warungnya sederhana banget. Begitu juga perlengkapan meja dan kursinya. Tapi jangan tanya soial menune, top abis. Warung Timlo Sastro ini sudah ada sejak tahun 1952.kuno banget. Menu makanan andalannya jelas Timlo Komplit. Sekarang harganya 11 ribu perak. Isinya potongan ayam, rempeloati, telur dan , sosis. Kuahe enak banget, hampir mirip sop atau soto bening. Tapi terus terang bumbu sebenare gimana aku tak tahu sebab rasanya beda banget. Maknyuss.Biasanya orang memakannya dengan nasi. Tapi sebenarnya tanpa nasi pun udah kenyang. Jika pingin pedas tinggal menambahkan sambal kecap. Selain timlo komplit pembeli bisa memilih telur sosis, rempelo sosis, atau hanya nasi timlo saja. Di sela-sela makan, bisa ngemil camilan sosis solo, atau gelantin yang uenak rasanya. Sedangkan untuk menu minumannya juga beragam mulai es teh, es jeruk, hingga es coklat, es kuas, es karamel juga ada. Sembari makan pengunjung bisa mendengarkan iringan musik lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan oleh pengamen yang biasa mangkal disana. Pokoke makan di Timlo Solo uenak tenan. Salah satu sobatku asal Solo mengatakan, sebenarnya aku bisa coba masak Timlo Solo sendiri di rumah. Ia pun mau membagi resepnya padaku. Jika Anda tertarik bisa ikut mencoba memasaknya.

Resep Timlo Solo

Bahan
- ayam
- ati ampela
- telur
- terigu
- kecap

Bumbu
- jahe
- garam
- pala
- merica
- cabe

cara membuat
Kuah
- rebus ayam hingga masak, keluarkan ayam dari panci.
- masukkan ke dalam kaldu, bawang putih, jahe, garam, merica
- masak hingga mendidih

Telur
- rebus telur hingga matang dan kupas.
- rebus lagi telur dalam air bersama kecap, gula, garam, pala, bawang putih dan merica. Masak dalam api kecil hingga matang

Sosis
- siapkan kulit sosis
- siapkan isinya, ayam yang disuwir-suwir, bawang putih, garam dan merica
- Isi kulit sosis dengan campuran isi ayam tadi kemudian lipat kulit sosis tersebut dan goreng

Sambal kecap
- rebus cabe rawit
- uleg halus, cabe rebus, garam dan gula. Selanjutnya taruh dimangkuk, tambahi kecap dan air hangat secukupnya.

Cara penyajian
- ayam yang sudah masak diiris kecil-kecil
- ati ampela yang sudah direbus juga dipotong kecil-kecil
- telur yang sudah dimasak dipotong jadi beberapa bagian
- sosis goreng diiris tipis-tipis
- siapkan mangkuk, masukkan potongan ayam, ati ampela, telur dan sosis. Guyur dengan kuah timlo secukupnya.
- lebih nikmat tambahkan sambal kecap saat menyantapnya.


Senin, Maret 02, 2009

Mr. Huh Hah



Dua minggu lalu saat kebetulan aku lewat di sekitar daerah Bendon Kediri aku melihat sebuah kedai makan baru. Warung spesial sambal, sedia 23 jenis sambal, 14 jenis lauk, 8 sayuran. Melihat propaganda itu bikin aku kepengin, tapi karena saat itu perutku lagi error maka ga berani mampir. Dua hari lalu saat aku kembali mudik di Kediri, aku ajak mbakku untuk nyobain makan di warung spesial sambal itu. Lokasi warung ini di jalan Kusumabangsa Kediri dekat warung Bakso Raja yang lebih dulu terkenal. Begitu masuk ke warung spesial sambal ini, aku melihat jajaran meja kursi kayu seperti gaya rumah makan tradisional umumnya orang Jawa. Warung ini juga menyediakan kaos-kaos yang ada tulisannya macam-macam kayak model Dagadu. Pelayannya pun mengggunakan kaos oblong yang ada tulisannya juga. Aku jadi terpikir mungkin warung ini cabang warung sambal yang ada di jl.kaliurang Jogya atau yang di Foodcourtnya SGM Solo. Begitu kami duduk kami diminta memilih menu yang tersedia, beragam jenis sambal seperti sambal teri, sambal tempe, sambal tahu, sambal bawang, sambal lombok hijau, sambal terong, sambal trasi dijual dengan harga relatif murah seribu rupih hingga 2000. Sedangkan beragam lauknya seperti tahu, tempe gorengm telur dadar, telur ceplok, lele, cumi, nila, harganya mulai 200 perah hingga 6000 rupiah. Trus nasinya perporsi cuma 2000. Beragam minuman yang dijual seperti es teh hingga bermacam juice harganya juga masih dibawah 5000. Pokoke kesanku satu, murah. Kami sengaja pesan sambal tempe, sambal tahu, sambal terong, cumi goreng tanpa nasi dan es coklat. Begitu menu datang terlihat cukup untuk kami karena ukurannya mungil-mungil. Tapi begitu kami mencoba makan sambal tempe dan sambal tahunya kami langsung berkata puedas buanget. Gila. Benar jika di dinding warung ini ada tulisan Mr. Huh Hah. Aku yang demen sambal aja langsung ampun-ampun. Sambal terangnya juga pedas banget. Kami langsung minta tambah tahu goreng untuk hilangkan pedas tapi tetap ga kuat dengan pedasnya. Makan sambil meringis ringis kepedesan dan pingin ketawa. Minta tambah air mineral sayangnya warung ini tak menyediakan jadi terpaksa tambah es jeruk nipis. Karena kami sebelum makan udah terlanjur pesan sambal tempe dan sambal tahu lagi terpaksa kami bungkus bawa pulang daripada tambah kepedesan. Mungkin kalo pake nasi tak bakal sepedas ini. Lebih baik lain kali pesan satu jenis sambal aja, lainnya yang banyak lauknya jadi ga terlalu kepedasan. Tapi enak juga kok.Makanya kusaranin bagi yang pingin cobain makan super pedes layak datang ke warung ini saja.Tapi bagi yang ga doyan jangan nekat nyobain. Mungkin komentarnya seperti kakakku. "Ini makanan atau Racun" hahaha Wis pancen Mr.Huh Hah tenan.